
“Ky, kamu beneran gapapa, kan?” Andini merasa bersalah karena memberitahu Kyra tentang foto yang sedang viral itu.
Kyra berusaha tersenyum dan menggeleng. Hatinya sedang remuk di dalam sana, dengan pertahanan yang dikerahkan agar tak ada tembok yang roboh karena berita itu.
“Kyra, kami tahu apa yang kamu rasakan sekarang. Kami harap kamu tidak terlalu mengambil semua ini untuk ditelan. Mungkin saja, ada penjelasan di balik foto itu. Kamu juga tahu bagaimana dunia sosial media itu sangat kejam.” Silva mencoba menjelaskan pada Kyra mengenai kebenaran yang belum tentu itu.
“Aku tahu, terima kasih buat kalian yang sudah bantu aku. Kalian memang sahabat terbaikku. Bahkan kalian selalu ada untukku dalam keadaan apa pun.”
Mereka bertiga berpelukan, saling menyalurkan energi agar Kyra tetap kuat dan baik-baik saja setelah ini.
Di luar rumah, mobil Dirga baru saja berhenti. Pria itu buru-buru pulang setelah mendapatkan berita viral mengenai Reyhan. Dia tidak ingin anaknya terpuruk dan semakin stress karena hubungan yang tidak jelas.
Dirga berjalan masuk, melewati ruang tamu dan menaiki anak tangga untuk sampai di kamar Kyra. Saat di ambang pintu, Dirga melihat keberadaan Andini dan Silva yang sedang menenangkan Kyra. Dirga memanggil Kyra dan menjelaskan apa yang diketahuinya dari berita tentang Reyhan.
"Kamu sudah melihat berita itu?" tanya Dirga berusaha terdengar tegas dan dingin di depan Kyra, meski sesungguhnya dia tidak bisa bersikap seperti itu pada putri kesayangannya.
Kyra hanya terdiam lemas tanpa mengatakan apa pun dan itu jelas menjawab jika Kyea sudah melihat berita tentang Reyhan.
“Kamu bisa lihat sendiri, keputusan Papi untuk memisahkan kalian sangat benar, bukan? Dia tidak benar-benar mencintai kamu, Sayang. Bahkan, setelah pulang dari rumah ini, dia tengah mabuk bersama mantan istrinya. Kamu bisa melihat semua itu Kyra. Papi tidak ingin kamu semakin buruk saat bersamanya.”
Dirga menjelaskan maksud baiknya untuk menjaga Kyra dari Reyhan. Pria yang sudah berumur itu tidak pantas bersanding dengan gadis yang bisa memiliki kehidupan lebih baik dari ini.
“Jadi, kamu sudah melihat semuanya, Kyra?”
Kyra terdiam mendengarkan apa yang dikatakan Dirga. Saat pertanyaan itu kembali dilontarkan, Kyra tersenyum tipis sembari menatap ayahnya. Wajah sembab penuh kesedihan dan kesakitan itu sungguh menyiksa hati Dirga. Pria itu berhasil membuat anaknya jatuh dan memiliki kenangan buruk tentang cinta.
“Kyra baik-baik saja, Pi. Papi tidak perlu khawatir. Bisakah Kyra hanya di kamar bersama dua teman Kyra ini?”
“Tentu saja, Sayang. Apa pun itu yang membuatmu menjadi baik, Papi selalu mendukung. Andini, Silva, tolong temani anak Om ini ya? Kalian juga bisa makan malam bersama di sini.”
“Terima kasih, Om. Kita temani Kyra di sini sampai malam, kok. Kebetulan tadi sudah izin sama orang tua.”
“Bagus, itu baru namanya anak yang baik.”
__ADS_1
Dirga pun ke luar dari kamar anaknya dan menuju ruang kerja untuk melanjutkan pekerjaannya.
Di kamar, Kyra menangis tersedu-sedu dalam pelukan kedua temannya.
“Ra, sudah … jangan nangis lagi. Kamu bisa sakit kalau terus begini.”
“Iya, Ra. Sudah ya? Oh ya, kamu belum makan sejak pagi. Kita turun dan makan bersama, yuk!”
Kyra hanya bisa menggeleng. Tidak ada kalimat yang ingin diucapkan untuk saat ini. Bahkan, rasa lapar itu tidak ada dalam dirinya. Hanya ada rasa sakit dan kecewa yang membelenggu Kyra.
‘Aku benci kamu.’
***
Sean membaca laporan yang baru saja sampai di meja kerjanya. Keheningan itu tak membuatnya fokus pada pekerjaan sepenuhnya. Ya, semua karena Reyhan, jika saja semalam dia tidak menjemputnya, mungkin akan ada skandal baru yang tersebar. Sean menggeleng mengingat kejadian semalam.
Pria itu terlihat memijat keningnya, merasa bingung dengan kehidupan yang dijalani oleh Reyhan. “Bisa-bisanya dia bertemu dengan Dinda malam itu. Firasatku sungguh tidak baik. Apa yang akan terjadi setelah ini?”
Namun, di antara semua itu, hanya skandal yang selalu muncul dalam berita terkini.
Tepat di saat itu juga, pintu ruang kerja Sean terbuka dan membuatnya menatap tajam pada pria yang baru saja masuk itu. Niko tampak gelisah, wajahnya menunjukkan sesuatu tidak baik-baik saja.
“Jangan buat aku memanggil keamanan untuk mengusirmu, Nik.”
Niko hanya terkekeh. "Sudah lihat berita viral pagi ini?”
Sean menyipitkan matanya, lalu tangannya dengan cepat meraih ponsel dan melihat apa yang dikatakan Niko.
Mata Sean membulat saat tahu ada foto mesra yang tak sengaja terambil oleh seseorang. Sean tahu betul apa yang terjadi semalam, tetapi sepertinya ada oknum yang ingin bermain-main.
“Aku ada di sana, aku tahu apa yang terjadi semalam,” ungkap Sean pada Niko.
“Kita nggak bisa diam saja seperti ini, kasihan mereka, maksudku Reyhan dan Kyra. Mereka baru saja memiliki hubungan serius, tapi … apa yang terjadi?” Niko pun ingin tahu apa yang terjadi pada Reyhan.
__ADS_1
“Aku belum bisa bertanya padanya, semalam dia mabuk berat dan hanya mengigau tentang Kyra. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi di antara mereka.”
“Aku yakin, masalah Reyhan akan bertembah setelah ini. Sebaiknya kita menemuinya untuk memberitahu apa yang sedang terjadi di dunia maya.”
“Ya, tetapi … hingga kini dia belum bisa dihubungi. Sepertinya Reyhan masih terlelap.”
“Berapa banyak yang dia minum semalam?” tanya Niko ingin tahu.
“Entahlah, aku tidak pernah melihatnya seperti ini selain saat itu.”
“Kejadian saat dia dan Maria?”
“Ya. Sepertinya Reyhan mencintai Kyra hingga bisa seperti ini.”
“Cinta membutakan teman kita. Dia selalu malang jika berurusan dengan perasaan.”
Niko duduk di depan Sean, memikirkan cara terbaik untuk bisa membantu temannya. Namun, sampai saat ini Reyhan belum bisa dihubungi.
“Apa semalam benar-benar Dinda?” tanya Niko memastikan.
“Ya, aku bisa membaca rencana liciknya. Dinda tidak mabuk, jadi … kamu sendiri pasti tahu apa yang bisa terjadi di antara mereka jika aku tidak datang.” Sean menjelaskan keadaan semalam pada Niko. Dengan wajah cemas, Sean ikut berpikir mengenai kemungkinan yang bisa terjadi.
“Gila! Dinda masih saja berusaha untuk mendapatkan Reyhan. Aku pikir dia sudah sadar.” Niko menggelengkan kepalanya.
“Jadi, tujuanmu kemari hanya untuk masalah Reyhan?” Sean tampak serius saat ini, pasalnya pekerjaan yang seharusnya sudah selesai, harus tertunda karena obrolan mereka.
Niko meringis, dia pun menyuruh Sean melanjutkan kegiatannya.
“Jangan hiraukan aku, kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu, Sean.”
Di sisi lain, seseorang sedang tersenyum penuh kemenangan. Dialah dalang dibalik tersebarnya foto Reyhan dan Dinda. Dia ingin membalas rasa sakitnya yang ditimbulkan oleh Reyhan. Di tangannya sudah ada ponsel yang memperlihatkan berita viral saat ini. Sebuah akun palsu dibuat untuk bisa menyebarkan berita tidak benar itu. Dengan berhasilnya berita itu tersebar, Reyhan menjadi bahan cibiran banyak orang yang tidak menyukainya dan menjadi topic utama untuk hari ini di kantor tempat Reyhan bekerja.
“Senang rasanya melihatmu jatuh seperti ini, Rey. Akhirnya, aku bisa membalasmu dengan baik.”
__ADS_1