
Makan malam terasa menengangkan saat tak ada satupun yang bersuara, Kyra yang masih kesal pada papinya sama sekali tidak berniat berbicara, begitu juga Dirga yang merasa kesal dengan ucapan Kyra sebelumnya ditambah lagi mengingat pertemuannya dengan Reyhan.
"Pria itu kurang ajar. Dia berani membantah ucapan papi," ucap Dirga akhirnya bersuara.
"Hanya karena Papi lebih tua, bukan berarti orang tidak berani membantah Papi. Selagi benar, siapa pun berhak membantah. Pi, tolong bersikaplah lebih bijak," balas Kyra menatap papinya. Kyra sangat berharap jika Papinya bisa berpikir dan bersikap lebih bijak lagi.
"Kyra. Sadarkah kamu jika setelah kamu mengenal pria itu, sikapmu begitu kurang ajar!" tegur Dirga.
"Semua karena Papi. Bukan dia, Pi. Semua orang pernah melakukan kesalahan. Tidak semua orang hanya punya sesuatu yang baik dalam hidup mereka, begitu juga kita, terlebih Papi. Seperti aku yang memberi kesempatan untuk Papi menyadari kesalahan Papi, maka tidak ada salahnya Papi memberikan kesempatan untuknya," ucap Kyra terdengar begitu dewasa.
"Berikan dia kesempatan, dan Papi bisa memutuskan setelah memberikan dia kesempatan. Jika dia bukan pria yang baik untukku, maka aky akan terima apa pun keputusan Papi, nanti. Namun sebelumnya berikan dia kesempatan untuk membuktikan apakah dia layak atau tidak untukku," sambung Kyra membuat Dirga terdiam mendengarnya, sebab Dirga sadar apa yang Kyra ucakan ada benarnya.
"Kyra selesai. Kyra pamit ke kamar. Oh ya, Pi. Pikirkan semua ini tanpa menyangkutpautkan usia dan statusnya, karena itu sama sekali tidak penting. Sebab yang terpenting ada kesungguhannya," ucap Kyra bangkit berdiri, setelah itu pergi dari sana.
Di dalam kamar, Kyra segera menghubungi Reyhan. "Halo, sayang," ucap Reyhan di seberang telepon saat panggilan terdambung.
"Om, apa Papi bersikap kasar?" tanya Kyra langsung.
"Tidak sama sekali. Jangan pikirkan itu, aku hanya ingin kamu selalu mendukungku tanpa memikirkan hal yang lainnya," ucap Reyhan lagi-lagi membuat Kyra tersentuh.
__ADS_1
"Maaf jika Papi bersikap kasar." Kyra yang seakan mengerti sikap Papinya, tetap saja merasa tak enak pada Reyhan.
"Kyra. Dengarkan aku!" Reyhan berkata tegas.
"Setiap orang tua pasti mengunginkan yang terbaik untuk anaknya, begitu juga Papinmu. Sekali pun dia pernah melakukan hal yang buruk, tetap saja orang tua akan selalu berharap hal yang baik untuk anaknya. Aku bisa memaklumi semua itu, karena apa? Karena nanti jika kita punya anak, aku juga akan melakukan hal yang sama seperti ayahmu. Aku akan menyeleksi pasangan anakku nanti dengan ketat sebelum memberikan keputusan padanya," ucap Reyhan dengan begitu bijak, membuat Kyra semakin tersentuh pada setiap sikap dan ucapan Reyhan.
Entah memang dia begitu bijak, atau justru aku yang sudah bucin padanya. Semua yang dia katakan dan dia lakukan membuatku merasa senang. Batin Kyra.
"Sayang, apa kamu dengar apa yang aku katakan?" tanya Reyhan saat Kyra hanya diam.
"Eh... Iya om. Aku dengar," ucap Kyra gelagapan.
"Aku mencintai, Om. Maaf atas sikapku dulu," ucap Kyra dengan tulus mengatakannya.
Mendengar ucapan Kyra, senyum Reyhan mengembang. Reyhan yang sebelumnya hanya mendengar suara Kyra, tak dapat menahan rasa ingin melihat Kyra, Reyhan mengubah panggilan telepon menjadi panggilan video. "Kamu malu?" tanya Reyhan melihat wajah Kyra yang merona menatapnya.
"Jangan menggodaku!" ujar Kyra semakin membuat Reyhan gemas.
"Aku juga sangat mencintaimu, Kyra. Maafkan juga sikapku selama ini. Aku sangat berharap Tuhan mempermudah semua urusan kita. Aku sangat ingin memulai semuanya bersamamu dengan restu orang tuamu," ucap Reyhan seperti nyanyian merdu yang begitu menenangkan Kyra.
__ADS_1
Mengingat kata restu, Kyra teringat akan orang tua Reyhan. "Bagaimana dengan orang tua, Om?" tanya Kyra.
"Jika waktunya tepat untukmu, aku selalu siap membawamu bertemu keluargaku. Jangan khawatirkan restu keluargaku, karena Mamaku pasti akan merestui hubungan kita," ungkap Reyhan dengan begitu lantang.
"Om yakin?" tanya Kyra memastikan.
"Sangat yakin, percayakan semuanya padaku," jawab Reyhan tersenyum meyakinkan Kyra.
"Aku mencintaimu. Aku akan melakukan apapun untukmu, percaya padaku."
Reyhan tak bosan mengatakan hal itu, Kyra pun juga sudah terbiasa dengan kata cinta dari Reyhan.
Tuhan. Mungkin benar terlalu cepat. Namun aku mohon permudahkanlah jalan untuk kami agar bisa bersama. Batin Kyra
*Maafkan update Kyra yang nggak nentu ya kak, mau namatin Kyra kok berasa ide buntu*. 😰 Terima kasih banyak untuk semua dukungannya.🙏
__ADS_1