Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Penyesalan


__ADS_3

Kepanikan terlihat jelas di wajah Inggrid dan Sandra. Bagaimana tidak, Inggrid jelas menerima pesan yang dikirimkan oleh Dirga, mengatakan bahwa Dirga tidak bisa kembali ke rumah, karena harus segera ke kantor untuk melakukan pertemuan penting. Siapa sangka Dirga justru kembali ke rumah dan mendengar percakapan mereka berdua. Inggrid yakin jika Dirga pasti sudah tahu isi percakapan mereka, begitu pula dengan rencana yang mereka buat.


Sandra tampak gemetar, karena Dirga yang sedang marah memang terlihat sangat mengerikan di matanya. Tetapi, Sandra mencoba untuk menenangkan dirinya dan menyapa Dirga seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


“Papa sudah pulang? Kenapa Papa masuk tiba-tiba seperti ini? Membuat Sandra dan Mama sangat terkejut. Papa pasti lelah, kan? Apa Papa mau Sandra buatkan teh?” tanya Sandra yang mencoba bersikap biasa saja dihadapan Dirga.


“Apa sekarang aku juga harus menyatakan kepada kalian kapan aku akan kembali ke rumah ini? Sejak kapan peraturan itu dibuat?” tanya Dirga sarkasme. Dirga merasa sangat muak melihat tingkah Sandra yang masih berpura-pura di hadapannya.


“Mas, maksud Sandra itu baik, jadi tolong, Mas Dirga jangan marah pada Sandra. Apakah ada sesuatu yang mendesak, sehingga Mas Dirga harus pulang ke rumah sekarang? Aku ingat, jika tadi, Mas Dirga bilang tidak bisa langsung ke rumah dan harus pergi ke kantor. Tapi aku senang karena mas sudah kembali ke rumah sekarang.” Inggrid segera menghampiri Dirga, berusaha untuk meredakan amarah di dalam diri Dirga saat ini.


“Jangan sentuh aku. Mau sampai kapan kalian bersandiwara seperti ini? Kalian tidak perlu lagi berpura-pura di depanku, karena aku sudah mendengar semua pembicaraan kalian tadi. Aku tidak menyangka jika kalian memiliki pikiran yang sangat picik seperti itu. Aku sangat kecewa padamu, Inggrid,” ucap Dirga yang tidak bisa menahan rasa kecewanya.


Dirga tahu jika konsekuensi yang harus diambilnya ketika menikahi Inggrid sangat berat. Karena Dirga harus mempertaruhkan hubungan baiknya dengan Kyra. Dirga pikir setelah dirinya memberikan banyak fasilitas mewah dan memenuhi kebutuhan ekonomi Sandra dan Inggrid, maka mereka bisa hidup tenang dan rukun dengan putrinya. Tetapi siapa sangka, jika Inggrid dan Sandra ternyata sangat membenci Kyra. Semua ini benar-benar tidak bisa Dirga terima begitu saja.

__ADS_1


“Mas, aku bisa menjelaskan semuanya, karena ini tidak seperti yang Mas dengar. Aku dan Sandra tidak mungkin berani mengganggu Kyra. Jadi tolong Mas dengarkan penjelasanku dulu,” pinta Inggrid yang saat ini berhasil meraih lengan Dirga. Inggrid tentu saja segera memeluk lengan Dirga dengan erat.


“Apa lagi yang ingin kau jelaskan padaku, Inggrid? Apakah aku kurang memberikan kasih sayangku kepada kalian? Sehingga kalian bisa merencanakan sesuatu yang sangat buruk di belakangku? Aku pikir kau bisa menerima Kyra, tetapi ternyata aku salah. Kau sudah sangat mengecewakan aku, Inggrid,” bentak Dirga sembari menghempaskan pelukan Inggrid dari lengannya.  Membuat Inggrid kehilangan keseimbangannya, dan jatuh ke lantai cukup keras.


Sandra yang melihat ibunya terjatuh di lantai, segera membantu Inggrid untuk berdiri dengan tegak. Sandra sangat takut melihat Dirga sekarang. Sandra tahu bahwa hal buruk pasti akan terjadi pada mereka sekarang. Tetapi Sandra masih ingin berusaha membujuk Dirga.


“Papa, kenapa Papa begitu kasar kepada, Mama? Sandra tahu mungkin Mama membuat Papa merasa kesal, tapi tolong Papa dengarkan penjelasan Mama dulu. Aku dan Mama tidak pernah berniat jahat kepada Kyra. Aku selalu menerima Kyra sebagai saudaraku, tetapi Kyra justru selalu memusuhi aku selama ini, apakah ini adil untukku, Pa?” tanya Sandra yang sudah meneteskan air matanya, berharap Dirga akan luluh melihatnya sekarang.


“Kau memang pandai merangkai kata, tidak heran jika kau mewarisi kemampuan ibumu dengan baik. Apa kalian pikir aku bodoh selama ini? Bukannya aku tidak tahu jika kau sering merasa iri kepada Kyra, aku tidak menegurmu, karena aku pikir kau memang masih membutuhkan waktu lebih banyak untuk mengenal Kyra. Tetapi siapa sangka, kau yang berusia begitu muda, sudah memiliki rencana jahat seperti ini pada putriku. Apa kau pikir kau itu sebanding dengan Kyra? Perbuatanmu ini adil, karena Kyra adalah anak kandungku. Sayangnya, kau dan ibumu adalah orang yang tidak pernah bisa bersyukur. Kalian begitu serakah, sehingga berpikir bisa menguasai aku dan semua kekayaanku yang harusnya kalian tahu jika Kyra adalah pewaris sah dari semua yang aku miliki.”


“Mas, aku tahu jika aku sudah berbuat salah sekarang, tapi tolong berikan aku kesempatan untuk memperbaiki diri, Mas. Aku sudah menemanimu selama ini, aku juga sudah menyadari semua kesalahanku. Tolong, berikan aku dan putriku kesempatan kedua. Kami janji akan bersikap baik kepada Kyra,” ujar Inggrid dengan berderai air mata, dia sangat takut jika Dirga melakukan sesuatu yang tidak bisa dibayangkannya selama ini.


“Iya, Pa. Aku tahu jika aku sudah berbuat salah karena merasa cemburu kepada Kyra, tapi sekarang aku tidak akan berebut kasih sayang Papa dengan Kyra. Tapi aku mohon, berikan kami kesempatan untuk menebus semua kesalahan kami, Pa.” 

__ADS_1


Sandra juga ikut memohon di hadapan Dirga. Karena Sandra juga tidak mau kehilangan kemewahan yang selama ini sudah dirasakannya. Masalah dengan Kyra bisa sampai selesaikan nanti. Sebab yang terpenting sekarang adalah membujuk Dirga dan berusaha meredakan kemarahan yang Dirga rasakan pada mereka.


“Tidak! Aku sudah memberi kalian banyak kesempatan, tetapi untuk kali ini aku tidak akan pernah memberikan kalian kesempatan lagi. Aku akan segera mengirimkan surat perceraian kita. Sampai jumpa minggu depan di pengadilan – Dirga berniat untuk pergi, sebelum akhirnya Dirga kembali untuk mengucapkan kalimat terakhirnya – kalian cepat kemasi barang-barang kalian, dan segera tinggalkan rumah ini!” perintah Dirga pada Sandra dan Inggrid. Setelah itu Dirga segera pergi menuju kantornya.


Inggrid dan Sandra tidak pernah menyangka jika pada akhirnya mereka harus meninggalkan kemewahan yang selama ini mereka rasakan. Meskipun merasa tidak rela, tetapi Dirga sudah mengambil keputusan untuk mereka berdua. Sekarang tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan, selain mengikuti perintah yang diberikan oleh Dirga.


Sesampainya Dirga di perusahaan, Dirga segera menghubungi pengacaranya untuk segera mengurus surat perceraian antara dirinya dan Inggrid. Karena sekarang Dirga hanya ingin fokus memberikan kasih sayangnya kepada Kyra. Dirga juga bisa menjadikan semua ini sebagai pelajaran, bahwa dirinya harus lebih berhati-hati ketika memilih seorang istri dan ibu sambung untuk Kyra, agar tidak terjadi penyesalan seperti ini lagi.


'Maafkan Papi, Kyra. Andai waktu bisa diulang, Papi ingin sekali memperbaiki semuanya.'



__ADS_1


***Hai semuanya. Kisah Duda nggak berasa udah cukup panjang dan mungkin udah menuju Ending. Semoga kalian masih mengikuti kisah ini, dan terima kasih untuk semua dukungannya***.


__ADS_2