Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Ingin Mengenal Kekasih Kecilmu


__ADS_3

Percakapan semakin tak terarah saat Niko dan Sean selalu menggoda Reyhan. Bahkan, tingkah mereka membuat istrinya menggeleng heran. Sampai akhirnya, Niko teringat dengan acara yang akan dilakukan dalam waktu dekat.


“Hampir saja aku lupa!” celetuk Niko sembari mencolek lengan Jenny yang duduk di sampingnya.


“Ada apa?” tanya Reyhan ingin tahu.


“Oh, iya … astaga! Razka sebentar lagi ulang tahun, Rey. Kita mau adain perayaan ulang tahunnya. Kalian datang ya,” jelas Jenny kemudian.


"Kapan?" tanya Reyhan.


"Minggu depan," jawab Niko.


Reyhan pun tampak berpikir, lalu bertanya, “Apa Maria datang?” tanyanya ragu.


Jennt dan Naura saling tatap, lalu Naura yang menjawab pertanyaan Reyhan.


“Maria tentu saja datang, dia teman kita juga, Rey. Kami tidak mungkin meluoakan Maria."


Reyhan kembali terdiam, lalu Sean yang duduk di sampingnya merangkul pria itu dan memberikan semangat agar tidak keberatan untuk datang meski ada Maria di sana.


“Rey, kamu harus datang! Meski di sana ada Maria, kamu harus menunjukkan juga kebahagiaanmu padanya. Sampai kapan kamu harus bersembunyi?”


"Aku hanya takut akan mengacaukan acara jika melihatnya. Sangat sulit mengabaikan dia, apalagi melihatnya tersenyum menatap Faizan," cicit Reyhan.


"Itu dulu. Sekarang semua berbeda. Aku sangat yakin Reyhan yang sekarang sudah jauh lebih dewasa dan bisa mengontrol diri," ucal Sean kembali menepuk pelan bahu Reyhan.


“Sean benar, Maria sudah bahagia sekarang, apalagi dia tengah hamil—“ Naura membungkam mulutnya tepat di kalimat terakhir.


Jenny membulatkan mata menatap Naura yang salah berbicara.


Kali ini wajah Reyhan tak hanya murung. Pria itu seakan mengalami penyesalan tiada akhir karena keputusan bodohnya untuk menikahi Dinda. Sungguh kisah cinta yang begitu tragis antara Reyhan dan Maria.

__ADS_1


Mendengar kabar kehamilan Maria seakan benar-benar sudah melenyapkan harapan Reyhan. Tak akan ada lagi kata Maria dan Reyhan, karena yang ada antara mereka hanya kata mantan. Ya, Reyhan akan menganggap Maria sebagai manat terindahnya.


“Rey, maaf. Kami tidak bermaksud seperti itu,” ujar Naura menyesal.


“Tidak apa-apa, aku bisa mengerti. Kalian berhak membicarakannya, bukankah sebelumnya dia juga bagian dari kita semua?”


Reyhan mencoba untuk menjadi biasa.


Dalam hati pria itu, terbesit kenangan yang begitu menusuk hatinya. Bahkan, Reyhan berandai-andai, jika saja Maria saat itu mengatakan bahwa dirinya telah berpindah keyakinan terlebih dulu, pasti saat ini mereka sudah memiliki anak, seperti dua teman lainnya.


Reyhan cukup senang melihat keharmonisan di antara kedua temannya. Sean dengan Naura yang memiliki Kenzo. Lalu, Niko dengan Jeni yang memiliki Razka dan Zeta. Melihat keluarga kecil di depannya, Reyhan tidak ingin kalah dari mereka. Bagaimanapun sekarang dia memiliki Kyra. Meski baru tahap awal mereka berpacaran, tentu Reyhan telah memiliki pengalaman lebih baik, dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan.


Di tengah percakapan mereka, tiba-tiba saja telepon Reyhan berdering. Sang asisten pribadi menghubunginya di akhir pekan. Awalnya Reyhan enggan untuk menerima telepon itu, tetapi Sean seakan tidak tahan mendengar nada dering temannya.


“Angkat saja, Rey! Siapa tahu penting.”


“Aku permisi dulu sebentar.”


“Ada apa? Apa sekarang waktunya kamu menggangguku?”


“Bukan begitu, tuan. Hanya saja … ada yang ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan.”


“Bukankah kamu tahu bagaimana prosedur untuk menjalin kerjasama? Kenapa harus menghubungi aku?”


“Masalahnya bukan seperti itu, hanya saja … orang ini, sepertinya lebih penting dari yang tuan kira.”


“Siapa?”


“Dirga Dwayne, ayah dari nona Kyra.”


Deg …

__ADS_1


Reyhan terdiam, lalu menyungging senyuman. Rupa-rupanya ada yang bermain halus, pikirnya.


“Baiklah, kita bicarakan senin. Jangan lupa bawa berkas yang biasa kita gunakan untuk kontrak kerjasama.”


“Tuan yakin?”


“Ya.”


Setelah itu, Reyhan kembali bergabung dengan teman-temannya. Dia duduk di kursi sebelumnya lalu memanggil Kenzo untuk berada di pangkuannya.


“Maaf membuat kalian menunggu lama. Jadi, kapan pesta ulang tahun Razka di laksanakan?” tanya Reyhan sembari memberikan satu suapan kue ke mulut Kenzo.


“Sudah ku katakan minggu depan,” jawab Niko.


“Baiklah, aku akan mengajak Kyra untuk datang ke pesta itu.”


“Kamu yakin, Rey? Sebelumnya kamu selalu mendapatkan penolakan. Apa sekarang kamu benar-benar akan mengajaknya? Apa dia setuju untuk ikut datang ke pesta ulang tahun Razka? Ingat, Rey … Maria turut hadir di sana.”


Sean seakan ingin membuat Reyhan memikirkan keputusannya untuk mengajak Kyra.


Kyra harus mau kuajak ke acara itu. Aku juga akan membuktikan bahwa kekasihku saat ini tak kalah dari dirinya. Namun, apa aku sanggup menatapnya saat kami bertemu nanti? Batin Reyhan bahkan tidak bisa tenang saat ini. membuat raut wajah murung itu kembali dilihat Jenny dan Naura.


“Rey, jika ragu jangan deh. Mendingan datang sendiri,” ujar Niko yang memprovokasi.


“Nik! Bisa diam nggak?” sahut Jenny yang kesal dengan suaminya.


“Habisnya … dia bingung, kan aku cuman bantu saja biar Reyhan enggak bingung, mau datang atau tidak?”


“Aku akan datang bersama kekasihku, kalian tidak perlu khawatir.”


Mendengar kalimat itu ke luar dari bibir Reyhan, teman-temannya pun menghela napas lega.

__ADS_1


"Baiklah. Kami menunggu saat itu tiba. Kami jelas ingin mengenal kekasih kecilmu," jawab Jenny tertawa.


__ADS_2