
Beberapa saat yang lalu, saat Kyra akan pergi menjauh darinya, Reyhan yang masih berada di dalam Mall yang sama melihat Maria dan Faizan yang baru saja akan memasuki lift, melihat Maria yang menatap ke arahnya, Reyhan dengan cepat menahan tangan Kyra dan memeluk pinggang Kyra. Reyhan sengaja melakukan semua itu agar Maria tak perlu lagi merasa khawatir tentangnya. Reyhan sadar betul meskipun mungkin saja cinta Maria tak ada lagi untuknya, tapi wanita itu masih mencemaskannya.
Reyhan kembali menatap Kyra yang sudah menjauh dan nyaris masuk ke dalam lift. Tepat saat pintu lift akan tertutup, Reyhan ikut masuk ke dalam lift kembali mengejutkan Kyra yang ingin memilih keluar daripada satu lift dengannya, tetapi Reyhan lagi-lagi menahan tanganya.
"Lepas!" Pekik Kyra yang leluasa berteriak saat lift sudah bergerak dan di dalam sana hanya ada dia dan Reyhan.
"Apa sebenarnya yang Anda inginkan?" tanya Kyra begitu kesal pada Reyhan.
"Aku menyukaimu. Jadilah kekasihku!" pinta Reyhan membuat jantung Kyra nyaris melompat keluar mendengarnya.
"Anda gi–" ucapan Kyra terputus saat Reyhan sudah lebih dulu menutup bibir Kyra dengan bibirnya dan ******* bibir gadis yang terdiam bak patung akibat ulahnya.
Pintu lift terbuka bersamaan dengan Reyhan melepaskan bibir Kyra. Tatapan membunuh Kyra berikan pada Reyhan, tetapi Reyhan juatru tersenyum menatapnya.
Kyra berlari keluar dari lift, tetapi lagi dan lagi Reyhan menahan tangannya dan membawa Kyra menuju parkiran di mana mobilnya berada.
"Om, lepaskan aku! Aku bisa melaporkan Om atas tindakan pelecehan padaku," ancam Kyra membuat Reyhan tersenyum saat panggilan Om kembali ia dengar.
Reyhan menghentikan langkah mereka tanpa melepaskan tangan Kyra, sebelah tanganya yang lain terangkat menyentuh pipi Kyra. "Tidak akan ada yang percaya jika seorang pria telah melecehkan kekasihnya," jawab Reyhan dengan santainya kembali mengecup bibir Kyra.
"Om!" pekik Kyra.
__ADS_1
"Ya sayang, kenapa?" balas Reyhan semakin membuat Kyra kesal.
"Aku minta maaf kalau aku punya salah, tolong maafkan aku. Aku mohon berhentilah menggangguku, Om bisa mencari wanita lainnya, tolong jangan aku. Tolong jangan merendahkanki seperti ini, aku bukan wanita murahan. Semua ini sangat merendahkan harga diriku saat Om melecehkanku. Tolong berhenti," Pinta Kyra dengan mata berkaca-kaca menatap Reyhan, membuat rasa bersalah Reyhan muncul saat sikapnya sudah menakuti gadis kecil tersebut.
"Ky, aku tidak bermaksud mengganggumu. Aku melakukan ini semua karena aku menyukaimu. Mungkin gaya berpacaranku dengan gadis seusiamu berbeda, untuk itu aku minta maaf. Aku akan mengikuti caramu," ucap Reyhan melepaskan tangan Kyra menangkup kedua pipi Kyra dan memberikan kecupan-kecupan yang lembut di pipi Kyra.
Pergi, Ky. Pergi dari sini! Jangan biarkan dia semakin merendahkanmu. batin Kyra memberontak, tapi tubuhnya tetap saja berdiri di sana disaat ada kesempatan untuknya pergi.
Air mata Kyra mengalir keluar, membasahi wajah cantiknya, Reyhan yang melihat itu semakin merasa bersalah. "Maafkan aku, maafkan aku jika sikapku mengejutkanmu atau pun membuatmu takut. Aku sama sekli tidak pernah memandang rendah dirimu, Ky. Tidak pernah sekali pun. Aku hanya menyukaimu." Reyhan membawa Kyra masuk ke dalam pelukannya.
"Aku sama sekali tidak berpikiran untuk berpacaran. Om juga terlalu tua untukku," ucap Krya melepaskan pelukan Reyhan.
Reyhan tertawa mendengar ucapan Kyra, ia kembali menangkup kedua pipi Krya lalu menggosokkan hidungnya di hidung mancung nan mungil milik Krya. "Apa aku terlihat tua?" tanyanya.
Reyhan kembali mengecup bibir Kyra dengan sangat lembut. "Aku tidak mau. Mulai detik ini kamu adalah kekasihku, lalu kenapa aku harus menjauh darimu?"
"Aku tidak bisa," jawab Krya menurunkan tangan Reyhan dari wajahnya.
"Alasannya? Berikan aku alasan yang tepat. Kenapa tidak bisa?" tanya Reyhan.
Kyra menghela nafas berat. "Banyak sekali alasannya. Pertama usia kita jauh berbeda. Kedua, pola pikir kita juga pasti berbeda. Ketiga, kita sama sekali tidak saling mengenal. Keempat aku tidak menyukai Om apalagi cinta dan masih banyak lagi alasannya. Banyak sekali wanita yang jauh lebih baik dan lebih pantas bersama, Om. Temukan wanita lain," ucap Kyra dengan tenang, berharap Reyhan akan mengerti.
__ADS_1
Reyhan terdiam sejenak, dia jelas mengerti apa yang di maksud oleh Kyra. Usia mereka memang begitu jauh, Kyra juga pasti akan malu berhubungan dengannya, pola pikir juga berbeda, dan cinta? Reyhan pun tidak mempunyai rasa itu untuk Kyra, tapi Reyhan tetap ingin memiliki Kyra agar ia terlepas dari kenangan menyedihkan masa lalunya.
"Aku tau usia kita sangat jauh, tapi percayalah aku tidak akan membuatmu malu dengan perbedaan usia kita. Kamu juga benar jika pola pikir kita berbeda, dan aku akan mencoba mengimbangimu. Kita memang tidak saling mengenal tapi kita akan memulai semua itu dari sekarang. Untuk cinta, aku yakin perlahan rasa itu akan ada. Beri aku kesempatan, aku janji akan berusaha membahagiakanmu dan menjadi seperti apa yang kamu mau. Cukup berikan aku kesempatan untuk berada di sisimu, selebihnya biarkan menjadi urusanku. Aku akan mengikuti semuanya seperti yang kamu mau," ucap Reyhan menatap penuh harap pada satu-satunya wanita yang dapat membuatnya tersenyum setelah kehilangan Maria.
Ucapan yang keluar dari mulut Reyhan jelas akan membuat siapa pun wanita merasa beruntung dan terharu mendengarnya. Begitu juga Kyra, ucapan Reyhan seolah-olah dia sangat menyukai Kyra, tetapi Kyra tetap berusaha meyakinkan hatinya untuk menolak, karena Kyra tidak berpikir untuk berpacaran, terlebih dengan pria yang jauh lebih tua darinya.
"Bagaimana jika aku masih menolak?" tanya Kyra.
"Aku akan terus mengejarmu sampai kamu menerimaku sebagai kekasihmu," jawab Reyhan tersenyum dengan lebarnya menatap Kyra.
Ya Tuhan, ada apa dengan pria ini? batin Kyra.
"Bagaimana bisa aku berpacaran dengan pria yang namanya saja tidak aku ketahui?" gumam Kyra begitu pelan, tapi dapat di dengar oleh Reyhan yang berada sangat dekat dengannya.
"Sayang, nama kekasihmu Reyhan. Ingat dan tanam di dalam hatimu, nama kekasihmu Reyhan." Reyhan berkata dengan sangat mudahnya seakan-akan Kyra sudah menerimanya.
"Aku ingin pulang!" ucap Krya mengalihkan pembicaraan.
"Kita resmi berpacaran, bukan?" tanya Reyhan masih tak melepaskan Kyra untuk pergi.
"Baiklah," jawab Krya asal, agar dapat pergi dari Reyhan, tanpa ia sadari jika jawabannya itu akan menjadi awal dia terjebak dalam hidup sang duda tampan.
__ADS_1
Masih di tempat yang sama, apa yang sebelumnya sempat disaksikan oleh Maria, juga di saksikan oleh wanita lainnya yang tengah meneteskan air matanya melihat apa yang ada di depan matanya. Wanita itu adalah Dinda.
Saat itu aku melepaskanmu, karena aku berpikir kamu akan kembali bersama Maria. Namun ternyata itu tidak terjadi, aku mencintaimu, Rey. Aku akan berusaha kembali mengejarmu. Ucapnya dalam hati.