Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Ingin Segera Menikah


__ADS_3

Setelah acara pertunangan tahun lalu itu, Reyhan terus berusaha meyakinkan Dirga, Calon mertuanya untuk mengizinkan Kyra menikah muda dengannya.


Meski awalnya Reyhan setuju untuk menunggu Kyra selesai dengan pendidikannya, tetapi rasa takut kehilangan membuat Reyhan kembali berusaha untuk menikahi Kyra secepatnya.


Dari perspektif perencanaan sendiri, status tunangan dalam jangka panjang memberi kita waktu untuk mengatur hubungan yang lebih terstruktur, tenang, dan bijaksana. Lamanya waktu berada dalam status tunangan bersama pasangan, akhirnya akan dapat meyakinkan kita seberapa besar kita merasa senang dan nyaman untuk menikah dengan orang tersebut.


Namun, tak sedikit juga orang mengatakan jika tidak baik menunda pernikahan untuk waktu yang lama. Banyak maksud tersendiri dibalik kata 'Tidak baik' tersebut yang membuat Reyhan menjadi takut, untuk itu Reyhan berpikir untuk menikahi Kyra secepatnya, tetapi Reyhan juga berjanji tidak akan menghalangi keinginan Kyra untuk menyelesaikan pendidikannya.


Seperti sebelumnya, Dirga adalah orang yang paling sulit untuk ditakhlukan, keputusan papi Kyra tidak bisa di gangu gugat, bahkan dia tak segan mengatakan jika Reyhan terus memaksa, maka dia akan mencabut restu yang sudah diberikan Dirga kepadanya.


Saat ini, Dirga terlihat sedang duduk bersama Larasati di sebuah restoran yang ada di dekat kantornya.


Mereka bertemu bukanlah tanpa alasan, tetapi karena ada anak diantara mereka yaitu Kyra, mereka akan membicarakan persoalan anak sematawayang mereka.


Bukan Dirga yang meminta bertemu, Namun Larasatilah yang memaksa untuk bertemu karena merasa bahwa hal ini sangat - sangatlah penting untuk dibicarakan.

__ADS_1


“Kamu jangan berpikir di jauhnya dulu, tapi kamu pikirkan yang ini dulu!” Tegas Larasti, merasa sedikit kesal karena Dirga mulai berbicara keluar dari topiknya.


“Mau dibicarakan apa lagi? Keputusaan aku sudah tetap, Kyra akan menikah kalau dia sudah menyelesaikan kuliahnya! Itu udah Final, tidak bisa di ganggu lagi!” Tandasnya, penuh dengan penekanan di setiap kalimatnya.


Larasati sampai menghela nafasnya. “Sudah satu tahun lebih ini Kyra dan Reyhan mengungkapkan keinginanya untuk menikah muda, mereka sudah memikirkan semuanya secara matang. Bukankah tidak ada salahnya mereka menikah? Kyra sudah sembilan belas tahun, sudah cukup umur untuk menikah. Lebih baik mereka menikah daripada tersebar rumor yang tidak baik. Kalau misalnya mereka lepas kendali, itu semua salah kamu!” Seru Larasati, mencari alasan lagi, agar keputusan sang mantan suami bisa berubah lagi.


Dirga sempat terdiam, sambil terus berpikir jika putrinya tidak akan pernah mengecewakannya.


Melihat Dirga yang diam, Larasati sedikit menampilkan senyumnya, dan berharap jika Dirga memikirkan ulang kata - katanya itu. “Kamu bisa mengambil pelajaran dari beberapa anak dari teman bisnismu, begitu juga banyak anak muda lainnya, seperti apa mereka jika lepas kendali, jadi lebih baik kamu pikirkan matang - matang keputusan untuk Kyra. Karena putri kita juga berhak bahagia bersama pria yang mencintai dan dapat melindunginya,” ucap Larasati lagi, sebelum dia bangkit berdiri dan meninggalkan Dirga begitu saja, untuk membiarkan Dirha merenungkan dulu langkah apa yang akan dia ambil.


Kalau di pikir - pikir memang benar, hati seseorang pasti akan ada titik jenuhnya. Reyhan yang dulu sudah berjuang mendapatkan restunya, kini harus menunggu lagi selama 4 tahun.


Di dunia ini, hanya Kyralah satu - satunya harta yang dia punya. Kalau sampai hati putrinya itu patah. Pasti dia juga akan merasakan sakitnya.


Dirga terlihat mengambil nafasnya panjang, lalu dia mengirimkan pesan singkat kepada putrinya agar mengundang Reyhan untuk makan malam bersama di restoran favorite Kyra.

__ADS_1


**


Sedangkan di sisi lain, Reyhan dan Kyra yang sedang bersama di dalam mobil untuk mengantar Kyra kembali ke kampusnya setelah tadi mereka melakukkan makan siang bersama, terlihat selalu bahagia.


Sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya, membuat Kyra sedikit terkejut melihatnya. “Papi minta kita berdua untuk makan malam bersama, kenapa aku merasa gugup? Apa yang ingin papi bicarakan?” tanyanya pada Reyhan.


“Mungkin ada hal yang penting,” jawab Reyhan asal.


“Nilai kamu tidak turun, kan?” Tanya Reyhan dengan raut wajah yang sangat khawatir.


“Tidak, masih bagus, 3.50,” jawab Kyra, yang sedikit membuat Reyhan merasa legah, karena dia khawatirnya Dirga akan memarahinya karena Ipk Kyra yang menurun.


Reyhan dan Kyra kini terdiam bingung dengan masing - masing pikiran mereka. Kyra mengingat - ingat terlebih dahulu, apakah dia melakukkan kesalahan atau tidak? Tapi seingatnya dia tidak pernah melakukkan kesalahan apapun, tapi entahlah, mereka baru bisa mendapatkan jawabannya nanti malam di saat pertemuan makan malam bersama.


"Semoga saja tidak ada hal buruk yang terjadi," gumam Kyra.

__ADS_1


****


Hai kak. 1 bab terakhir menyusul, semoga penyakit malas atau pun blank nggak ada. Setiap nulis duda atau pun tiap mau tamat, asli suka ngeblank sendiri. Sekalipun semua outline lengkap dari awal ampe tamat, tapi tetep aja suka ngeblank, makanya kadang lama mau up duda. Maaf ya, kak. Terima kasih juga masih ngikutin cerita ini.🙏


__ADS_2