Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Rencana Ulang Tahun Razka


__ADS_3

Kebersamaan membuat mereka lupa dengan waktu. Bahkan, meja sudah penuh dengan piring kosong dan gelas yang tak lagi menyisakan air di dalamnya. Reyhan tengah melamun, memikirkan sikap Kyra saat diajak untuk pergi ke pesta ulang tahun Razka.


Reyhan mengenal Kyra, gadis itu pasti menolak jika hubungan mereka diketahui banyak orang, terlebih teman-teman Reyhan yang masih memiliki kedekatan dengan Maria—mantan kekasih Reyhan.


Sikap Reyhan menarik perhatian Naura. Istri Sean itu memperhatikan gelagat Reyhan yang sejak beberapa menit lalu tersenyum tanpa alasan. Bahkan, wajah Reyhan berseri tanpa ada yang membuatnya seperti itu. Naura pun berpikir, pasti Reyhan sedang memikirkan kekasih barunya yang bernama Kyra


.


Sejak Reyhan membahas Kyra di tengah-tengah teman-temannya, raut wajahnya berubah. Ada kebahagiaan di sana, bahkan sesekali Reyhan meminta usulan dari Sean dan Niko bagaimana cara mengajak gadis itu?


Naura dan Jenny sangat mengenal Reyhan, selain Maria, ternyata ada gadis lain yang bisa membuat pria itu seperti pemuda tengah jatuh cinta. Naura merasa lega, akhirnya Reyhan bisa sedikit melupakan masalalunya yang begitu mengerikan.


“Rey, jangan lupa ajak Kyra datang ke pesta ulang tahun Razka, ya? Kenalkan dia pada kami. Pasti seru. Kami juga ingin melihat gadis yang selalu kaliam katakam cantik itu,” ujar Naura dengan bersemangat.


“Tentu saja, aku akan berusaha mengajaknya datang dan mengenal kalian semua. Bagaimanapun Kyra harus mengenal kalian," jawab Reyhan tak kalah semangat.


“Itu sangat bagus, lalu … kita akan melakukan pesta penyambutan anggota baru,” sahut Niko yang pada akhirnya mendapat cubitan di pinggangnya oleh Jenny.


Niko meringis menahan sakit, sedangkan Jenny pun berkata, “Tenang saja, Rey. Kyra pasti aman bersama kita.”


Reyhan tersenyum, dalam hatinya sangat berterima kasih pada teman-temannya. Mereka adalah orang-orang yang selalu ada untuk Reyhan disaat pria itu mengalami berbagai masalah hidup dan percintaan. Tidak sekalipun dari mereka meninggalkan Reyhan, justru … Reyhan lah yang sangat jarang berkumpul dengan mereka, terlebih setelah putus dengan Maria.


“Kalian tenang saja, aku pastikan dia akan bersedia untuk ikut bersamaku. Datang ke acara ulang tahun jagoan kecil ini,” ujar Reyhan sembari mengangkat tubuh Razka.


“Yeay! Paman kuat!” seru Razka saat tubuhnya terangkat tinggi.


“Turunkan, Rey! Nanti dia keenakan, dan memintaku mengangkatnya. Habis lah aku di rumah,” keluh Niko tidak ingin anaknya meminta hal yang sama padanya.

__ADS_1


“Bukankah itu tugasmu sebagai ayahnya? Apa seperti ini suamimu, Jen? Dia bahkan tidak mau membahagiakan anaknya.”


“Biasa, Rey. Lihat saja nanti, jatah di rumah akan berkurang!” ancam Jenny.


Semua orang tertawa mendengar hal itu. Lalu, mereka kembali membicarakan beberapa hal tentang bisnis, dan seputar tempat-tempat yang ikonik untuk dikunjungi.


“Bagaimana jika kapan-kapan kita kencan berenam?” celetuk Sean.


“Sekalian ajak Maria dong!” sahut Jenny yang memang sekarang paling dekat dengan Maria.


Seketika wajah Reyhan berubah, membuat Naura berdeham dan disadari Jenny dengan wajah tidak enak hati.


“Uhm, maafin aku, Rey.”


“Tidak apa-apa, kalian atur saja.”


Naura pun teringat dengan janji temu bersama mertua dan keluarga dari Sean. Mereka segera berpamitan untuk kembali ke rumah. Tidak hanya Sean dan Naura, Niko juga Jenny ingin pergi ke tempat lain bersama Razka dan Zeta.


“Sampai ketemu di pestanya Razka, ya?!” ucap Niko mengingatkan.


“Oke.”


Reyhan melihat satu per satu temannya pergi, sementara diirnya masih duduk menatap layar ponsel. Reyhan teringat bahwa hari ini adalah malam minggu pertamanya, setidaknya harus ada kencan yang mengesankan untuk Kyra. Reyhan pun segera mengirim pesan dan beranjak dari sana untuk kembali ke rumah.


***


Di kediaman Keluarga Sean, Naura baru saja selesai dengan kegiatan bersama keluarga suaminya. tubuhnya kini berbaring di tempat tidur, sedangkan Sean masih ada di luar untuk bercengkerama dengan sang ayah.

__ADS_1


Naura teringat dengan Maria, percakapannya beberapa waktu lalu menenai seseorang yang menggantikan Maria untuk Reyhan. Saat itu, Maria berkata bahwa Reyhan telah menemukan seseorang yang bisa menggantikannya. Benar saja, Naura melihat gelagat Reyhan yang berubah saat berbicara tentang Kyra.


Naura pun menghubungi Maria dan berbagi kisah dengan wanita di seberang sana.


“Hai, coba tebak aku baru saja bertemu siapa?” tanya Naura membuka percakapan.


“Reyhan?”


“Benar sekali, kamu itu peka ya?”


“Kalian kumpul di restoran?”


“Iya, Reyhan yang minta.”


“Lagi pula aku tidak bisa datang jika kalian minta. Akhir pekan sangat sibuk dengan keluarga.”


“Tidak masalah. Oh ya, uhm … masih ingat sama percakapan kita waktu itu tentang Reyhan yang menemukan pengganti?”


“Iya, kenapa?”


“Kamu benar, Reyhan sepertinya sudah menemukan yang lain. Namanya … Kyra.”


“Syukurlah jika benar seperti itu. Akhirnya, Reyhan bisa melepaskan belenggu masalalu bersamaku. Aku sempat tidak yakin pada Reyhan yang menjalin hubungan dengan wanita bernama Kyra itu. Tetapi, setelah mendengar ceritamu ini, aku menjadi lega.”


“Semoga saja … aku lihat masih ada penyesalan di mata Reyhan. Oh ya, jangan lupa datang ke ulang tahun Razka! Bukankah Jenny sudah mengundangmu sebelumnya?”


“Iya, aku tidak akan lupa," jawab Maria tertawa.

__ADS_1


“Oke. Kalau begitu aku tutup dulu. Selamat malam, Maria," ucap Naura mengakhiri panggilan.


__ADS_2