Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Salah Kirim Pesan


__ADS_3

Berjalan dengan sangat terburu-buru atau bisa dikatakan setengah berlari hanya demi menghampiri wanita yang sudah membuat harinya kembali berwarna sama sekali bukan hal yang berat untuk Reyhan. Keringat yang terlihat di pelipisnya justri membuat Reyhan terlihat semakin menawan. Reyhan yang sudeh menemukan sosok yang dicarinya menghentikan langkahnya, menatap ke arah cermin yang ada di sekitar tempatnya berdiri, mencoba memastikan penampilannya.


Meskipun Reyhan selalu menyangkal setiap Sean atau pun Niko mengatakan dia menyukai Kyra. Namun, semua sikap Reyhan jelas menunjukan rasa sukanya pada Kyra. Reyhan bahkan bertindak seperti pria remaja yang sedang di mabuk cinta.


Reyhan tersenyum menatap seorang perempuan yang saat ini tengah berdiri mengedarkan pandanganya ke sekitarnya. Dapat Reyhan tebak jika wanita yang berhasil membawanya keluar dari keadaan mencekam sebelumnya itu, tengah menunggu seseorang.


"Dia pasti salah kirim. Tidak mungkin dia menungguku. Dia pasti bermaksud mengirim pesan itu pada temannya, tapi justru salah kirim padaku. Meski sikapnya terlihat begitu jetek, tapi ternyata dia menyimpan nomerku, jika tidak bagaimana mungkin dia bisa mengirim pesan padaku? " gumam Reyhan begitu yakin jika Kyra salah mengirim pesan, tapi itu akan Reyhan jadikan alasan untuk mendekati wanita yang selalu dapat membuatnya terhibur itu.


"Maaf membuatmu lama menunggu," ucapnya mengejutkan Kyra yang langsung memutar tubuhnya menatap Reyhan dengan mata terbelalak.


"Ha? Kenapa kamu di sini? Siapa juga yang menunggumu?" Kyra melipat kedua tangannya di dada, menatap bingung pada Reyhan setelah melihat Reyhan di depannya.


Rehyan yang sudah bisa menebak respon Kyra, masih saja tersenyum senbari mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan pesan yang telah salah Kyra kirimkan padanya.


"Tidak perlu menyangkal. Buktinya sudah sangat jelas jika kamu sendiri yang memintaku untuk datang," jawab Rehyan tersenyum senang, terlebih saat melihat wajah terkejut Kyra yang terlihat sangat menggemaskan menurutnya.

__ADS_1


Setelah melihat ponsel Reyhan, Kyra langsung membuka ponselnya dan mengutuk dirinya sendiri yang bisa-bisanya salah mengirimkan pesan yang harusnya ia tujukan untuk sahabatnya, tapi justru ia kirimkan pada pria yang dia anggap pengganggu dalam hidupnya.


"Maaf, aku salah kirim. Jadi, jangan terlalu percaya diri. Aku mana mungkin mengajak pria tua sepertimu bertemu," ucap Kyra berusaha tenang meskipun dia merasa salah tingkah dan malu atas apa yang terjadi. 


Reyhan tetep saja tersenyum. "Kamu tidak mungkin salah kirim tanpa alasan. Apa sebelumnya kamu tengah memikirkanku?" tanya Reyhan menggoda Kyra.


"Astaga. Selain mesum, Anda juga terlalu percaya diri. Untuk apa aku memikirkan pria tua mesum sepertimu?" ucap Kyra kembali dengan kalimat-kalimat pedasnnya. Kyra berkacak pinggang menatap kesal pada Reyhan yang sama sekali tidak merasa tersinggung lagi dengan ucapannya.


"Tidak perlu bermain tarik ulur. Katakan saja kamu menyukaiku. Aku benar, bukan?" ucap Reyhan semakin menggoda Kyra yang memilih untuk pergi dari sana, tetapi terlambat saat Reyhan menahan tangannya bahkan menariknya hingga tubuh Kyra menempel padanya.


Kyra merasa terkejut, tetapi pujian dari Reyhan berhasil membuat Kyra tersipu malu hingga membuatnya terdiam sejenak, sebelum akhirnya tersadar saat Reyhan kembali berbicara.


"Kamu menyukaiku, kan?" tanya Reyhan menikmati posisi mereka yang sangat dekat.


"Apa yang Anda lakukan? Berani sekali menyentuhku," kesal Kyra berusaha memberontak melepaskan diri dari Reyhan, tetapi Reyhan justru semakin erat memeluk pinggangnya.

__ADS_1


"Kamu tau apa yang bisa aku lakukan. Diam! Biarkan aku memelukmu sebentar. Jika tidak ingin aku menciummu di sini, aku sama sekali tidak keberatan melakukannya" ancam Reyhan membuat Kyra seketika terdiam.


Kyra merasa begitu bingung saat Reyhan menahan pinggangnya cukup lama, bahkan wajah pria itu begitu dekat dengan telinganya yang akan membuat orang-orang salah mengira jika Reyhan tengah mencium pipinya. Bagaimana bisa Kyra melakukan hal seperti itu di tempat umum seperti sekarang? Memikirkan itu semua serta membayangkan jika ada yang mengenalnya dan melihat itu semua pasti akan berpikir yang tidak-tidak tentangnya.


"Terima kasih," ucap Reyhan dengan sangat tiba-tiba mengecup sebelah pipi Kyra lalu melepaskan tanganya dari pinggang Kyra.


"Kenapa diam? Masih ingin dipeluk olehku? Ayo kemari! Aku dengan senang hati memelukmu," ucap Reyhan lagi baru saja akan mendekat, tetapi Kyra menghindar.


"Cukup! Anda sudah sangat melewati batas. Aku bisa melaporkan Anda dengan tuduhan pelecehan terhadap gadis remaja," ancam Kyra tak habis pikir dengan sikap Reyhan yang begitu lancang padanya.


"Coba saja lakukan! Aku akan menjawab jika kita berpacaran. Aku pastikan mereka akan lebih percaya padaku daripada kamu," jawab Reyhan dengan sangat tenang.


"Aku suka wangi tubuhmu. Rambutmu juga sangat wangi," ucap Reyhan lagi membuat Kyra menatap ngeri padanya yang benar-benar terlihat seperti pria mesum.


"Dasar mesum. Aku harap kita tidak pernah bertemu lagi," maki Kyra dengan cepat berlalu pergi dari sana meninggalkan Reyhan yang hanya tersenyum menatap kepergiannya.

__ADS_1


__ADS_2