Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Memimpikan Reyhan


__ADS_3

Baru saja Dirga pergi dari rumah Kyra, tiba-tiba Bayu datang membuat Kyra merasa malas untuk bertemu. Namun, jika dibiarkan dan tak disambut rasanya Kyra merasa menjadi orang jahat. Bayu adalah saudara tirinya yang baik, tak mungkin dia bersikap jutek padanya.


Bayu ke sini dengan niat baiknya, dia khawatir dengan kondisi Kyra, mendengar Kyra sudah pulang dirinya segera tancap gas ke sini. Namun, hal itu tidak membuat Kyra senang, dirinya sudah terlanjur ilfeel dengan Bayu karena saudara tirinya itu bersikap manis dan perhatian bukan karena mereka bersaudara, melainkan karena dia menyimpan rasa untuk Kyra.


Kyra tahu dia dan Bayu tak akan pernah bisa bersama karena kini mereka sudah bersaudara. Jadi, mau tidak mau dia tak ingin didekati oleh Bayu jika bukan atas nama saudara—melainkan rasa suka ke lawan jenis.


Bersikap baik pada Bayu maka Bayu akan salah paham dan semakin menyukai Kyra, tapi jika Kyra bersikap buruk, itu juga tidak baik untuk hubungan mereka. Kyra merasa serba salah menghadapi Bayu.


"Kyra, aku khawatir, kemarin-kemarin nomormu tak bisa dihubungi, ternyata Mama bilang kamu ganti nomor telepon. Ada apa?"


Kyra tersenyum simpul. "Iya, aku mengganti nomorku." Sengaja dirinya menjawab dengan singkat supaya Bayu mengerti jika saat ini dia sedang malas untuk mengobrol, Kyra terlalu lelah dan ingin tidur seharian ini. Semoga dengan begini Bayu segera pulang dari rumahnya.


"Kamu sepertinya sedang tidak badan, Kyra?" tanya Bayu sembari menatap penuh khawatir kepada Kyra yang dia sukai itu.


Perlahan Kyra menganggukkan kepalanya, sengaja, berharap Bayu langsung pergi.


"Mau kuantar ke rumah sakit?" Bukannya pergi. Bayu malah bertanya seperti itu, membuat Kyra kesal karena yang dia harapkan bukan perhatian dan ajakan ke rumah sakit, melainkan Bayu segera pergi dari sini.


Kyra menggeleng.


Hening sejenak. Keduanya tengah berada di dalam pikirannya masing-masing.


Di dalam hati Kyra terus memaki keadaan karena pria di depannya tak kunjung peka. Dia ingin istirahat detik ini. Namun, Bayu yang memang masih rindu menatap wajah gadis yang disukainya itu tak menyadari jika kehadirannya di sini tidak diharapkan. Dia malah sibuk mencari topik supaya obrolannya dengan Kyra tidak buntu dan terus berlanjut hingga beberapa menit atau jam ke depan.


"Kyra ...."

__ADS_1


Gadis cantik tahun itu tak bisa lagi menahan diri untuk tidak mengusir Bayu, alhasil dia pun berkata: "Kak Bayu, Aku sangat lelah. Aku ingin tidur. Tidak apa-apa, kan?"


Semoga dengan ini Bayu mengerti.


"Oh, begitu. Mmm ... ya sudah, semoga kamu lekas membaik, ya! Aku pulang kalau begitu. Kabari aku apa pun yang terjadi, aku akan selalu ada untukmu."


Kyra langsung mengangguk dengan cepat, di dalam hati dia bisa bernapas lega karena pada akhirnya Bayu mau pulang. Rasanya sekarang yang membuatnya sesak perlahan terlepas sedikit demi sedikit.


"Salam untuk Mami, ya, Kak! Twrima kasih sudah datang." lanjut Kyra ketika Bayu bangkit dari duduknya.


Bayu tersenyum, "Tentu. Sekarang istirahatlah."


Pria baik itu pun berjalan keluar meninggalkan Kyra.


"Oh, ya, Kyra. Ingat pesanku. Jika ada apa-apa, kamu bisa panggil aku," pungkasnya yang langsung direspons anggukan oleh Kyra.


"Non, saya mau memberikan informasi penting!" ujar sang pelayan ketika berpapasan dengan Kyra yang akan naik ke atas tangga.


"Informasi apa, Bi?" tanya Kyra, dahinya berkerut menandakan dia penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh pelayannya ini. Keinginannya untuk istirahat seketika berubah menjadi rasa penasaran yang akut.


"Kemarin, duda tampan itu datang ke sini, Non! Dia heboh sekali, sampai perang mulut dengan pak satpam!" jelas pelayan dengan nada yang meyakinkan membuat Kyra kaget buka kepalang.


"Dia sampai menggedor-gedor pintu pagar, dan tidak mau pergi dari sini sampai Non Kyra keluar. Bahkan, sampai teriak-teriak memanggil nama Non Kyra. Dia juga panggil sayang dan mengatakan dia kekasih Non Kyra. Saya sampai gelisah harus melakukan apa. Untunglah Pak Satpam bisa mengatasi semuanya."


Kyra merasa malu dan juga kesal, emosinya kembali datang setiap kali berurusan dengan Reyhan. Pria itu lagi-lagi mengusik dan membuat onar. Padahal dia sedang berusaha memaafkan pria itu supaya hidupnya bisa damai, tapi setelah mendengar kabar ini dari sang pelayan membuat Kyra benar-benar kesal dan semakin membenci. Level kebenciannya meningkat hingga berkali-kali lipat, karena kehadiran Reyhan membuat hidup Kyra semakin sulit.

__ADS_1


Ditambah, Kyra tahu jika para pelayan ini sering menuruti apa kata papinya. Bagaimana jika mereka memberitahukan semua yang terjadi pada Dirga? Pasti akan menjadi masalah yang besar.


"Bibi memberitahu ini kepada Papi?" tanya Kyra was-was, berharap ... semoga pelayannya ini bisa diajak kerja sama untuk diam dan tidak mengatakan pada Dirga.


"Tenang, Non. Tidak saya beritahukan kepada Tuan Dirga. Non Kyra jangan khawatir. Sekarang lebih baik Non Kyra istirahat, pasti lelah karena sudah dari rumah Tuan Dirga. Saya juga sudah meminta satpam dan pelayan lainnya untuk merahasiakan semua itu dari tuan besar," tutur sang pelayan membuat Kyra akhirnya bisa kembali bernapas dengan lega.


"Maaf, ya, Non. Saya menganggu waktu Non Kyra."


Kyra tersenyum, "Tak apa, Bi. Justru ini informasi penting, terima kasih sudah memberitahuku. Sekarang aku istirahat dulu, jika ada yang bertamu bilang saja aku sedang tidak bisa diganggu. Kecuali jika yang datang Mami, Papi, atau dua sahabatku ya Bi."


Sang pelayan langsung mengangguk paham. "Nanti saya bawakan air gula jahe hangat supaya Non Kyra merasa rileks."


"Terima kasih, Bi," balas Kyra yang direspons anggukan oleh pelayannya.


Kyra segera pergi ke lantai atas, memasuki kamar, menyelimuti diri, dan memejamkan mata. Supaya tak ada lagi yang berani mengganggunya. Dia butuh asupan baterai hari ini, karenanya dia memutuskan untuk tidur seharian. Supaya kembali fresh dan bisa menjalani hari yang kian pelik dengan pikiran yang jernih.


Semoga tak ada lagi yang mengganggunya.


Perlahan Kyra mulai masuk ke alam mimpi, dahinya berkerut karena dia bermimpi bertemu dengan Reyhan.


Aih, bisa-bisanya malah bertemu pria itu di mimpi. Padahal Kyra ingin rehat, melupakan yang namanya Reyhan dari pikirannya. Namun, pria itu selalu saja hadir dalam hidup Kyra sekali pun dalam mimpi.


Di dalam mimpi itu Reyhan sangat baik membuat Kyra tertarik padanya dan mereka pun akhirnya bersama, menjadi pasangan yang bahagia.


Kepala Kyra berdenyut karena terbangun saat dia baru saja memejamkan matanya. Kyra memijat dahinya sendiri sembari merutuki apa yang terjadi.

__ADS_1


"Kenapa masih saja dia menggangguku? Ah, apa jangan-jangan ini pertanda jika ....


Tidak-tidak, lupakan. Jangan sampai terjadi. Sudahlah, mungkin itu hanya bunga tidur."


__ADS_2