Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Tidak Mudah Ditindas


__ADS_3

"Jaga ucapanmu, Kyra!" Sandra mulai emosi, napasnya naik-turun tak keruan mendengar ucapan Kyra yang balik menudingnya.


Melihat sang anak begitu, sontak Inggrid ikut marah. "Kamu jangan pernah bicara sembarangan! Dia itu saudari tirimu! Dasar gadis sombong dan tidak punya tata krama!"


Kyra melengos, sebal sekali rasanya. Kedua perempuan di depannya lupa jika mereka saja benar-benar sombong dan tak punya tata krama. Mereka selalu kepo dengan urusan orang, mereka selalu mencari perhatian, mereka bermuka dua, mereka selalu iri dan dengki pada pencapaian Kyra. Namun, mereka selalu memutar balikan fakta seolah-olah Kyra yang berprilaku seperti itu.


"Sebentar, aku salah dengar, ya? Mungkin yang dimaksud Mama adalah kalian berdua. Betul, kan? Karena kalianlah yang sombong dan tak punya tata krama! Apa kalian tidak menyadari itu? Atau penyakit lupa diri kalian benar-benar sudah akut?" balas Kyra.


"Kyra! Kami hanya ingin tahu! Kami keluargamu! Sangat berhak tahu hubunganmu dengan pria itu, jangan sampai gara-gara kamu nama baik Dwayne hancur!"


"Hah? Aku salah dengar lagi, ya? Nama baik Dwayne hancur? Justru dengan sikap kalian beginilah yang membuat nama baik Dwayne hancur! Sudahlah! Jangan ikut campur! Aku tekankan, aku dan dia tidak ada hubungan aneh! Kita hanya kenal sebatas kenal saja."


"Bisa-bisanya gadis remaja sepertimu menggoda pria duda berusia tiga puluh tahunan. Aku saja jijik membayangkannya!" sungut Sandra sembari menampakkan wajah jijik. Meski sebetulnya dia sangat uri karena Reyhan seperti menyimpan rasa pada Kyra. Reyhan pria yang nyaris sempurna, hampir semua perempuan yang kenal atau tahu mengenai dirinya pasti akan suka dan tertarik. Sama halnya seperti Sandra. Meski dia sudah memiliki teman laki-laki, tapi tetap pesona Reyhan membutakan segalanya.

__ADS_1


"Aku tidak bisa berpikir lagi, kamu benar-benar serendah itu, ya, Sandra! Kenapa kamu sampai bisa berpikiran begitu? Apa karena ... kamu sebetulnya menyukai Reyhan, benar? Kamu marah padaku karena kenal dengannya, kamu iri, kamu cemburu? Hah, ternyata gadis muda sepertimu menyukai pria duda seperti Reyhan! Ah, memalukan sekali! Seperti tidak ada laki-laki muda lain yang mau denganmu. Atau memang mereka tak ada yang mau karena kamu menyebalkan? Hahaha!"


Kyra merasa puas sekali, karena peran protagonis sebagai anak tiri yang selalu di sakiti seperti yang ada di cerita dongeng tidak ada pada dirinya. Sandra tampak sangat marah, matanya mulai basah karena tak mampu membalas sarkasme yang diucapkan Kyra barusan. Inggrid pun demikian, sebetulnya dia ingin membalas ucapan kasar anak tirinya, tapi untuk saat ini dia menyerah. Takut emosinya lepas sehingga diketahui oleh yang lainnya jika hubungannya dengan Kyra tidak baik-baik saja. Dirinya harus selalu menjaga image di rumah ini, terkhusus di depan Dirga, suaminya.


"Sudah? Tak ada lagi yang mau diucapkan? Baiklah! Permisi!" ketus Kyra lalu pergi ke kamarnya.


Sebetulnya Kyra merasa tidak aman meski sudah membungkam kedua perempuan itu. Dia takut jika mereka akan berkata yang tidak-tidak pada papinya. Terlebih ingat jika tadi Reyhan bilang dirinya bukanlah rekan kerja Papi. Pasti ketika Inggrid memberitahukan Dirga mengenai Reyhan dan Kyra dekat karena sering bertemu di kantor akan terasa plot twist, karena pada realitanya, Kyra dan Reyhan sama sekali tak pernah bertemu di kantor Dirga.


"Argh! Bagaimana jika mulut lemes mereka mengatakan yang aneh-aneh pada Papi? Pasti akan runyam rasanya!"


"Aku harus bagaimana jika mereka mengatakan sesuatu pada Papi?" tanya Kyra kemudian menjambak rambutnya karena merasa pusing sekali.


Biasanya dia akan dengan mudah mendapatkan solusi atas semua masalah yang terjadi. Namun, kali ini berbeda, dirinya merasa buntu! Mungkin karena dihujani masalah setiap hari membuatnya capek untuk berpikir cepat.

__ADS_1


"Argh! Reyhan! Kenapa kamu menyebalkan sekali! Aku benci kamu! Aku benci!!!" pekik Kyra sembari memukul-mukul kasur besar yang ada di kamarnya.


Kyra saat ini benar-benar membenci Reyhan, dia tidak sadar jika rasa benci pada seseorang jangan sampai berlebihan karena bisa saja suatu saat nanti kebencian itu bermetamorfosis menjadi sebuah cinta.


Ketahuilah, terkadang benar kata orang, yakni: benci dan cinta itu tipis sekali perbedaannya. Jangan membenci orang secara berlebihan, terkhusus lawan jenis, karena siapa tahu di sela-sela benci itu justru sedang tumbuh rasa cinta yang tidak disengaja.


Seperti yang saat ini juga tengah Kyra rasakan. Meskipun berulang kali mengatakan membenci Reyhan, tapi tak dipungkiri Kyra juga memikirka sikapnya yang pasti akan membuat Reyhan menjauh darinya. Aneh, bukan? Bukan itu yang Kyra harapkan, tetapi itu juga yang Kyra takutkan.


"Kyra, ada apa denganmu?" gumam Kyra meremas pelan rambutnya sendiri.



__ADS_1


Maaf ya kak kalau up ku nggak beraturan. Anak sakit, suami sakit, mana sibuk ngurus data ada yang salah di KK, KTP, hari ini sibuk lagi ke imigrasi dan lainnya. Jadi aku up pas senggang. Oh ya, jangan lupa dukung juga 2 bukuku yang lainnya dan yang ada di pak ijo juga. Terima kasih.


__ADS_2