
Setelah mendapat panggilan telepon dari seseorang, Rayhan dengan wajah berbinar langsung keluar dari ruangannya, pergi ke suatu tempat.
"Mau ke mana lagi?" tanya Sean ketika baru saja dia mau masuk ke ruangan Rayhan, tapi sahabatnya itu malah pergi lagi.
Rayhan tak menjawab, dia terlalu bahagia, senyumannya sangat mengembang. Dirinya tak sabar untuk segera bertemu dengan Kyra.
Barusan Rayhan mendapatkan telepon dari orang yang dia suruh tadi, ketika dia berada di luar pagar rumah Kyra, dirinya menelepon anak buahnya untuk menjadi mata-mata. Supaya ketika Kyra ada di rumahnya, Rayhan bisa segera ke sana.
Mata-matanya bilang jika tadi ada Laras ke rumah Kyra, dia mendengar obrolan wanita itu dengan sang pelayan yang mengatakan jika Kyra ada di rumah Dirga.
Sang mata-mata langsung menaiki motornya dan membuntuti mobil Laras hingga mereka sudah sampai di kediaman Dirga beberapa menit yang lalu. Langsung dia kirim lokasinya kepada sang tuan, membuat Rayhan bahagia bukan kepalang.
Selama dalam perjalanan, Rayhan bingung, apa yang akan dia lakukan ketika sampai di sana. Tak mungkin tiba-tiba dia mengunjungi rumah Dirga tanpa ada janji temu terlebih dahulu, tidak mungkin pula dia berkata pada satpam atau pelayan di sana jika dia kemari untuk bertemu Kyra.
"Bagaimana ini? Apa yanh harus aku lakukan? Apa yang akan aku katakan? Huhh.... Harusnya aku mengajak Sean, bukankah Sean mengenal ayah Kyra?" gumam Reyhan bingung.
__ADS_1
Seorang Rayhan Kalingga yang terkenal tak mungkin merusak image-nya di depan Dirga Dwayne yang juga tidak kalah famous-nya dalam dunia bisnis.
Sudah berpikir panjang, ide belum juga dia temukan. Membuat Rayhan mulai berkeringat panas dingin tak keruan. Duh, bisa-bisanya seorang Rayhan Kalingga jadi seperti ini. Biasanya orang yang akan gugup sampai berkeringat begitu ketika bertemu dengannya. Baru kali ini Rayhan merasakan situasi demikian. Entah kenapa niat untuk mendekati Kyra semakin bulat. Apakah rasa cinta yang sesungguhnya untuk gadis itu benar-benar tumbuh? Bukankah awalnya Kyra hanya untuk pelampiasan Reyhan karena gagal move on dari Maria?
"Ah, ya!" Rayhan mendesah bahagia. Akhirnya dia temukan ide yang brilian. Segera dia telepon seseorang untuk membantunya menghidupkan ide yang masih ada di kepalanya itu.
Senyuman kembali mengembang karena dia merasa semuanya akan lancar. Keringat panas dingin yang tadi membuat tubuhnya tak enak kini hilang begitu saja. Yang ada adalah kesegaran dan ketidaksabaran untuk segera bertemu dengan gadis muda bernama Kyra itu.
Rayhan sudah sampai dekat rumah Dirga, dia diam dulu sejenak, menunggu suruhannya datang membawa apa yang dia minta.
Ah, Rayhan Kalingga! Bisa-bisanya kamu melakukan itu! Apakah kamu benar-benar menyukai Kyra sampai melakukan ide-ide konyol begini?
Rayhan mengganti pakaiannya di dalam mobil, dia berinisiatif untuk pura-pura menjadi rekan bisnis Dirga. Rayhan membuka kemejanya, diganti dengan kemeja yang lebih formal, kemudian memakai jas yang cocok untuk dipakai bersama kemeja itu. Untuk celana dia tidak menggantinya karena dirasa sudah cocok.
Rayhan menengok ke arah cermin yang ada di dalam mobil, kemudian memasang dasi, merapikan rambut, dan menyemprotkan minyak wangi. Sontak mobilnya itu tercium sangat harum. Wangi khas Rayhan.
__ADS_1
Setelahnya, Rayhan mengambil tas yang isinya entah apa, lalu dia melajukan mobilnya ke kediaman Dirga yang tinggal beberapa meter lagi.
"Sudah ada janji dengan Pak Dirga?" tanya satpam ketika Rayhan mengklakson mobilnya. "Jika belum, mohon tunggu, saya izin dulu kepada beliau."
Mendengar itu segera Rayhan mencegahnya. "Tunggu! Saya Reyhan Kalingga!"
Satpam itu mengangguk-angguk, nama Reyhan memang sangat terkenal dan tidak asing, terlebih di dunia bisnis. Dia yang tak bekerja di perusahaan pun bisa tahu dengan nama Rayhan Kalingga, karena memang dikenal, terkhusus paras dan statusnya sebagai duda muda.
"Saya harus izin dulu." Satpam itu masih kukuh.
"Saya ingin memberikan kejutan! Anda percaya saya, kan? Saya bukan kriminal!" lanjut Rayhan sembari menatap satpam itu dengan tatapan mautnya.
Seolah terhipnotis, Pak Satpam mengangguk, kemudian membukakan pintu gerbang sehingga mobil mewah Reyhan bisa masuk ke dalam kediaman Dirga. Reyhan bersyukur karena satpamnya Dirga lebih jinak dibanding satpam rumahnya Kyra. Dia terkikik geli membayangkan kejadian konyolnya bersama Pak Satpam Kyra.
"Setidaknya pria ini lebih mudah di ajak bicara daripada satpam di rumah Kyra," gumamnya tertawa sendiri.
__ADS_1