
Setelah peristiwa yang terjadi di mana Reyhan menyentuh bibir Kyra waktu itu, Reyhan selalu dibayang-bayangi wajah cantik Kyra yang sekarang ia juluki sebagai gadis kecil. Walaupun rasa cinta yang dia miliki masih tertuju pada Maria, tetapi sekarang Reyhan merasa beban di hatinya sedikit berkurang setiap kali bayang-bayang Kyra terlintas di kepalanya.
"Sepertinya kehadiran gadis kecil itu benar-benar bisa menghiburku!" gumam Reyhan tanpa menyadari jika kedua sahabatnya sudah duduk dengan santainya di sofa ruangannya, sembari menatap padanya yang masih tersenyum sendiri.
"Apa menghayalnya sudah selesai?" sindir Niko kencang menyadarkan Reyhan dari lamunannya.
"Kapan kalian tiba? Kenapa tidak mengetuk pintu?" tanya Reyhan sedikit terkejut, menghampiri kedua sahabatnya.
"Sudah hampir jamuran kami menunggu seseorang yang larut dalam khayalannya. Apa kamu memikirkan, Kyra?" ucap Sean bertanya membuat Reyhan gelagapan mendengarnya.
"Tidak," jawab Reyhan menyangkal.
"Tidak ada salahnya kamu memikirkan dia. Kamu sendiri dan dia pun sama," ucap Sean lagi berhasil memancing Reyhan yang langsung berbinar menatapnya.
"Dia sungguh belum punya pasangan?" tanya Reyhan antusias membuat kedua sahabatnya tertawa kencang.
"Jadi benar yang dibilang Sean jika kamu tertarik pada gadis ABG itu, Rey?" tanya Niko disela tawanya.
__ADS_1
"Aku hanya penasaran dengannya, bukan tertarik padanya," sangkal Reyhan semakin salah tingkah.
"Kejarlah dia, mumpung dia masih sendiri dan tentunya belum tersentuh!" ucap Sean kembali ingin menggoda Reyhan.
"Dari mana kamu tau dia masih sendiri?" tanya Reyhan lagi yang tidak menyadari jika Sean dan Niko menjahilinya.
"Tujuh belas tahun Rey, sekolah pun dia baru tamat. Mana mungkin dia punya pasangan di usia yang masih begitu muda itu?" sahut Niko menjawab.
"Kamu juga kenal dengannya, Nik?" tanya Reyhan heran.
"Hanya kamu yang mungkin tidak mengenalnya karena memang kamu belum pernah menjalin kerja sama dengan Dwayne Company," jawab Niko yang sepenuhnya benar.
"Seburuk-buruknya kelakuan orang tua diluar sana, tapi rasa sayang yang dimiliki pada anaknya tidak mungkin menghilang. Tuan Dwayne begitu menyayangi putrinya, meskipun terkesan cuek, tapi terlihat jelas dari cara dia menjaga privasi putrinya dan keamanan putrinya. Tuan Dwayne pernah berkunjung ke Kalimantan saat Kakekku masih hidup dan di sanalah awal aku mengenalnya!" ucap Niko menjelaskan apa yang ia tau.
"Dengan penampilannya tidak mungkin dia masih sendiri meskipun usianya masih sangat muda!" ujar Reyhan tak percaya.
"Mungkin dia kelihatan seperti itu, tapi faktanya dia tidak tersentuh Rey. Tidak ada pria yang berani mendekatinya dengan mulut pedasnya. Dia juga jago bela diri!" jawab Sean terdengar sangat mengenal Kyra.
__ADS_1
Reyhan melototkan matanya mendengar ucapan Sean. Dia akui jika Kyra bermulut pedas, tapi fakta jika gadis itu jago bela diri dan tidak tersentuh yang membuatnya terkejut tak percaya.
"Kamu bisa tahu sedetail itu?" tanya Reyhan.
"Aku mencari lebih dalam tentang dia setelah tahu kalau sahabatku tertarik padanya dan sebagai teman yang baik aku harus memastikan jika dia baik untukmu!" jawab Sean jujur.
"Selain memastikan dia pantas untukmu, aku juga ingin memastikan jika kamu tidak salah melangkah dan gagal lagi," gumam Sean sambil terus melihat reaksi sahabatnya.
"Jadi sekarang kamu sudah move on dari Maria?" ucap Niko bertanya sembari melirik Sean yang juga menunggu jawaban dari Reyhan.
Reyhan terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya. "Aku lagi dalam tahap belajar mengikhlaskan Maria."
"Syukurlah kalau begitu, aku berharap secepatnya kamu bisa membuka hatimu untuk wanita lain dan keluar dari bayang-bayang masa lalumu. Dengan Kyra juga aku setuju, dia cantik, meskipun bar-bar. Bonusnya, dia masih sangat muda!" ucap Niko terkekeh.
"Selisih enam belas tahun. Wah... benar-benar beruntung. Kamu bisa memupuknya untuk tumbuh menjadi lebih baik lagi!" sahut Sean yang juga terkikik geli mengatakannya.
"Memupuk, kalian pikir dia tanaman?" dengus Reyhan kesal.
__ADS_1
"Benar, dia tanaman. Tanaman yang sangat segar dan akan semakin segar jika kamu memupuknya!" sahut Niko tertawa.