Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Memiliki Perasaan yang Sama


__ADS_3

Reyhan masih saja terdiam di kamar, Reyhan tak tahu harus berbuat apa. Pikirannya benar-benar buntu dan hal yang paling membuat Reyhan pusing adalah memikirkan cara untuk mendapatkam restu dari kedua orang tua Kyra.


Meluluhkan hati Kyra, Reyhan akan terus berusaha melakukannya dan Reyhan yakin meski sulit, Kyra akan memaafkannya dan kembali menerimanya, sebab Reyhan melihat jelas ada cinta di mata Kyra untuknya, walaupun gadis itu selalu saja menolaknya dan bersikap seolah membencinya. Namun, memikirkam restu dari orang tua Kyra benar-benar membuat Reyhan frustasi. Sebab bukan hanya statusnya, skandal buruk tentang dirinya seakan sudah menjadi keputusan mutlak untuk Dirga agar tidak menerimanya.


Reyhan memilih untuk tetap berada di kamar, memilih untuk menyendiri agar bisa lebih tenang memikirkan semua masalah yang tengah dihadapinya. Reyhan tidak ingin salah mengambil sikap dan keputusan, Reyhan tidak ingin keputusannya justru semakin memperkeruh suasana, untuk itu Reyhan akan memikirkan semuanya sevara matang.


Ketenangan yang berusaha Reyhan dapatkan terusik saat pintu kamarnya terus saja di ketuk. Reyhan melangkah menuju pintu untuk melihat siapa yang mengusiknya, satu harapan yang Reyhan ucapkan dihatinya adalah berharap orang yang ada di balik pintu adalah Kyra.


"Ada apa?" tanyanya lemas saat melihat bukan Kyra yang datang.


Tak ada jawaban yang terdengar, Sean, Niko, Jenny dan Naura menerobos masuk ke dalam kamar Reyhan.


"Kamar Kyra tepat di sebelah!" Niko lebih dulu membuka suara setelah mereja berkumpul.

__ADS_1


"Kalian semua di sini. Siapa yang menjaga anak-anak?" tanya Reyhan tanpa menanggapi ucapan Niko padanya.


"Anak-anak tengah beristirahat bersama pengasuh mereka," jawan Naura. "Rey, kamar Kyra tepat di sebelah kamarmu," sambung Naura.


"Aku tahu," jawab Reyhan datar.


Reyhan berdiri di depan pintu pembatas balkon kamar. Menatap jauh pemandangan yang ada di luar kamar.


"Ada apa? Kalian sudah bertemu?" tanya Sean mendekat pada Reyhan.


Reyhan merindukan Kyra, Reyhan berusaha mendapat maaf Kyra dan mendapat restu dari ortu Kyra. Jika Reyhan belum bisa mendapat maaf Kyra, setidaknya dengan bertemu Kyra dapat sedikit mengobati rasa rindu Reyhan, tetapi kenapa Reyhan justru masih saja terlihat sedih, bahkan terlihat jauh lebih buruk dari sebelum mereka tiba di sana.


"Rey, ada apa?" sahut Niko ikut mendekat, berdiri di samping Kyra Reyhan.

__ADS_1


"Aku sudah menjelaskan semuanya pada Kyra. Aku meminta maaf, aku memohon kesempatan aku bahkan mengatakan padanya jika aku mencintainya," ungkap Reyhan tak menutupi semua itu dari para sahabatnya yang sedikit banyak merasa senang saat Reyhan sudah menyadari perasaan yang ada di hatinya.


"Bagaimana menurut kalian? Apa Kyra memang tidak akan memaafkanku? Apa aku benar-benar tidak akan bisa bersamanya?" tanya Reyhan dengan pandangannya yang masih menatap jauh ke depan.


"Rey. Kyra masih sangat muda. Butuh waktu untuknya memahami semua masalah yang ada. Aku yakin jika Kyra juga mempunyai perasaan yang sama padamu. Meski semua terlihat buruk, tapi satu yang dapat kalian syukuri karena kalian memiliki perasaan yang sama dan kalian menyadari itu." Bukan Sean atau pun Niko, tetapi Naura lah yang menjawab.


Reyhan memutar tubuhnya menatap Naura. "Kamu yakin dia juga mencintaiku?" tanya Reyhan terlihat sedikit bersemangat saat mendengar ucapan Naura tepat seperti apa yang Reyhan pikirkan jika Kyra juga memiliku perasaan yang sama sepertinya.


"Aku juga yakin akan hal itu. Aku pernah di posisi menyukai seorang pria, jadi aku sangat tahu itu. Berikan Kyra sedikit waktu," sahut Jenny membuat semua orang terdiam mendengarnya.


Suasana tiba-tiba menjadi tegang setelah Jenny berbicara. Masa lalu Jenny dan Sean cukup panjang dan itu membuat mereka sedikit bingung dengan siapa sosok yang dimaksud Jenny. Sean pernah menjadi pujaan hatinya begitu pun Niko yang sekarang menjadi suaminya.


Naura yang tidak ingin keadaan terus diselimuti oleh rasa canggung segera angkat bicara. "Ayo kita keluar! Melihat sunset sepertinya menyenangkan," ucapnya mencoba mencairkan suasana.

__ADS_1


"Ya, sepertinya itu bagus. Ayo!" sahut Reyhan yang dengan cepat mengerti akan situasi yang ada.


__ADS_2