Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Viral


__ADS_3

Reyhan dan Kyra berada di bandara, sembari menunggu pesawat lepas landas, mereka duduk di café dengan menikmati minuman yang sudah dipesan sebelumnya. Kyra masih terlihat cemas, perasaan gelisah itu tak dapat dihindarinya. Beberapa kali Reyhan melihat tangan Kyra gemetar, seakan ada sesuatu yang ditakutinya.


Kyra terlihat gelisah bukan hanya sekarang, tapi sudah sejak awal mereka pergi Kyra sudah terlihat sangat gelisah dan sudah berulang kali juga Reyhan serta teman-temannya menasehati Kyra dan coba menenangkan Kyra. Sekarang wajah cemas Kyra semakin terlihat.


“Sayang, kamu kenapa?” Reyhan pun ikut khawatir dengan tingkah Kyra.


"Aku sudah mencoba untuk tetap tenang dan berpikir semua akan baik-baik saja, tapi tetap saja aku merasa tidak tenang. Aku benar-benar takut sesuatu akan terjadi? Bagaimana jika sesuatu benar-benar akan terjadi?" ucap Kyra berkata jujur tentang apa yang dia rasakan.


"Hal seperti apa yang membuatmu takut? Coba jelaskan aku." tanya Reyhan.


Tepat sebelum Kyra sempat menjawab, ponselnya berdering. Pada layar ponselnya tertera nama Bayu—saudara tirinya. Kyra segera menggeser layar untuk menerima panggilan meski Kyra enggan untjk menjawabnya, tapi rasa cemas Kyra membuat Kyra merasa penasaran karena mungkin saja penyebab rasa tak nyaman itu akan mendapat jawaban dari Bayu.


“Halo? Ada apa, Kak?” ucap Kyra berusaha untuk tetap tenang.


“Kamu di mana? Jujur sama aku!” tanya Bayu seakan memaksa Kyra untuk menjawab dan itu membuat Kyra semakin cemas.


“Apa maksud kakak bertanya seperti itu? Memangnya ada apa?” balas Kyra yang tak langsung menjawab.


“Aku tahu kamu sedang sama siapa, Ky. Aku juga tahu kamu ngapain di sana. Apa kamu yakin mau bohong sama aku? Sampai kapan kamu akan menyembunyikan hal itu?" tanya Bayu lagi.


Deg …


‘Mungkinkah ini yang aku takutkan?’ batin Kyra dengan tangan yang semakin bergetar.


“Berita tentang kedatanganmu bersama Reyhan sudah diketahui banyak orang. Beritanya menjadi viral saat kamu datang ke ulang tahun salah satu anak dari pengusaha kaya bernama Niko. Sebenarnya apa yang kamu cari dari duda itu? Usianya cocok menjadi ayahmu daripada kekasih, Kyra. Dia jauh lebih tua darimu, bagaimana bisa kamu tidak merasa malu saat fotomu tersebar bergandeng dengan Reyhan Kalingga?"


Sekali lagi, jantung Kyra seakan tertusuk sesuatu dan terasa sakit tetapi tidak membuatnya terluka.


“Vi-viral?” Seperti dugaan Kyra dan semua firasat buruk itu, kini terjadi.


Suara Kyra lirih, tetapi dapat didengar oleh Reyhan. Sontak tangan Reyhan meraih ponsel dan melihat berita terkini. Reyhan tahu apa yang menyebabkan Kyra kini tampak ketakutan. Ternyata ada yang sengaja menyebarluaskan kedekatan mereka, ditambah dengan bumbu penyedap gossip tentunya.


Meski tidak tertulis jelas informasi tentang Kyra, tapi nama Reyhan Kalingga terpampang jelas sebagai topik pembicaraan dimana seorang duda tampan yang menjadi idaman banyak wanita sekarang terlihat kembali menggandeng pasangan dan itu gadis muda.


“Rey, pesawat sudah siap. Kita masuk gate sekarang!” ucap Sean memanggil Reyhan dan Kyra, mengalihkan perhatian keduanya.


“Oke, kita ke sana.” Reyhan menjawab dan mengisyaratkan pada teman-temannya untuk berjalan lebih dulu.

__ADS_1


Pria itu berdiri dan mendekati kekasihnya, dia berdiri tepat di depan Kyra. Reyhan mengulurkan tangannya pada Kyra, tetapi gadis itu tampak mendengarkan suara dari seberang yang semakin membuatnya takut.


“Apa kamu tidak berpikir dampak apa yang akan terjadi jika semua orang tahu itu kamu? Bagaimana kalau orang tuamu tahu?” tanya Bayu lagi terdengar begiti kesal entah itu karena peduli atau karena cemburu.


‘Papi pasti juga sudah mendengar hal ini. Ba-bagaimana ini?’ batin Kyra.


“Itu akan jadi urusanku, Kak. Aku tutup dulu. Aku sedang sibuk sekarang.”


Panggilan berakhir, Kyra menyambut tangan Reyhan dan berjalan bersama menuju gate.


Di dalam pesawat, Kyra tampak melamun dan hanya menatap ke luar jendela. Tubuhnya ada di sana, tetapi pikirannya jauh menerawang entah ke mana?


Ya Tuhan, apa yang harus aku katakan? Bagaimana caraku menghadapi keluargaku? Batin Kyra.


“Sayang, ada apa? Kamu tidak mau cerita sama aku?” tanya Reyhan dengan suara yang begitu lembut, seakan tahu apa masalah yang kini Kyra alami, terlebih setelah melihat Kyra berbicara dengan seseorang di telepon.


“Semua orang tahu hubungan kita. Sudah kubilang, pasti ada yang mengenali kita di tempat umum. Om tidak percaya dan sekarang … Bayu menghubungiku untuk memberitahu tentang video viral kedatangan kita pada ultah Razka. Berita ini juga pasti sudah sampai di papi. Apa yang harus aku jelaskan nantinya?”


“Hei, dengarkan aku. Semua akan baik-baik saja, okay? Percaya sama aku, kamu akan baik-baik saja.”


Setelah itu, tak ada lagi percakapan di antara mereka. Hingga pesawat mendarat dan mereka berpisah dari teman-teman Reyhan.


***


Di dalam mobil, Kyra masih terdiam. Bahkan, tak ada lagi kebahagiaan yang muncul seperti sebelumnya. Kyra tampak gelisah dan takut jika nantinya mereka bertemu dengan Dirga.


“Hei, kenapa kamu diam saja? Bukankah aku sudah mengatakan untuk tidak terlalu mencemaskan masalah ini?”


“Mungkin, untuk Om, ini masalah kecil. Tetapi, tidak denganku. Sungguh, ini akan membuatku semakin tersiksa.”


“Tersiksa? Kenapa seperti itu? Apa yang salah? Aku akan bertanggung jawab apa pun yang dikatakan orang tuamu. Aku akan menerimanya dan aku akan memperjuangkan hubungan ini.”


“Om tidak tahu bagaimana papiku. Dia bukan orang yang bisa dengan mudah luluh.”


“Benarkah? Aku tidak yakin sebelum mencoba mendekatinya.”


"Entahlah, Om selalu menganggap semuanya mudah." Kyra tak lagi berbicara setelah mengatakan hal itu.

__ADS_1


Perjalanan terasa begitu lama, hal itu membuat Kyra semakin khawatir jika malam ini Dirga benar-benar berada di depan rumahnya.


“Bisakah kamu bersikap biasa? Sayang, kamu membuatku takut.”


“Takut? Apa yang Om takutkan dariku? Bukankah Om tidak akan takut meski aku melempar sesuatu pada Om?”


Reyhan tersenyum, lalu mengusap wajah Kyra perlahan.


“Bisakah Om mempercepat laju mobil ini? Aku sungguh tidak bisa lagi bersabar untuk sampai rumah. Aku ingin memastikan ketakutanku hanyalah sebuah sugesti.”


“Tenangkan dirimu dulu agar kamu bisa menghadapi apa yang ada di sana nantinya. Selain itu, kamu bisa lihat sendiri, jalanan di depan kita begitu ramai dan macet.”


Kyra tampak frustasi, hatinya semakin tidak tenang selama belum sampai di rumah. Harapan Kyra hanyalah Dirga tidak sedang berada di rumahnya saat ini. Jika Dirga ada di sana, bisa dipastikan Kyra akan mendapatkan sesuatu yang membuatnya sial.


Perkataan Reyhan tidak sedikitpun membuatnya tenang. Terlebih Reyhan bahkan tidak memiliki rasa takut seperti dirinya.


Saat mobil Reyhan memasuki halaman rumah Kyra, mereka terkejut Dirga sudah berdiri di depan pintu dengan bersedekap. Kyra menelan ludahnya beberapa kali melihat tatapan tajam ayahnya.


Kyra tampak panik, tetapi dengan cepat Reyhan menyentuh tangan kekasihnya itu dan mencoba untuk menenangkan Kyra. Reyhan berkata agar Kyra tidak menunjukkan rasa takutnya di depan Dirga. Namun, semua itu sia-sia.


“Om, aku mohon, pulanglah sekarang. Aku akan turun dan menemui papi. Om bisa pergi.”


Reyhan bisa melihat ketakutan luar biasa dalam diri Kyra. Tentu saja sebagai pria dewasa, Reyhan tidak akan meninggalkan kekasihnya dalam masalah. Apalagi masalah itu dia yang membuat.


“Sayang, aku ada di sini, jangan takut. Aku akan menghadapi papimu.” Reyhan mencoba meyakinkan Kyra agar tidak takut.


“Tapi—“ Ucapan Kyra tertahan saat satu jari Reyhan berada di bibirnya.


“Ssstt … sekarang kita turun bersama.”


Keduanya turun dari mobil dan mendekati Dirga. Aura gelap yang dipancarkan oleh Dirga, sangat dirasakan Kyra yang kini tampak pasrah dengan keadaan.




Masuk Konflik ya guys... Semoga masih mengikuti kisah ini. Mohon selalu dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2