Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Berdamai


__ADS_3

Acara pun berlanjut dengan tiup lilin dan bernyanyi bersama. Semua orang ikut bernyanyi lagu selamat ulang tahun untuk Razka, hingga sampai pada pemotongan kue. Senua orang terlihat bahagia, senyum semua orang juga terlihat menarik perhatian sosok yang juga paling ditunggu kehadirannya.


Siapa lagi kalau bukan Maria dan Faizan, pasangan yang selalu berhasil membuat semua orang iri dengan kemesraan mereka.


Hampir semua orang menatap ke arah Maria dan suaminya yang dengan setia menempel pada Maria. Hal biasa yang mereka lihat dari pria yang terkenal sangat bucin pada istrinya itu. Reyhan yang juga melihat itu semua membeku, hingga tanpa sadar membuatnya menggenggam tangan Kyra lebih keras.


Hatinya selalu saja bergejolak setiap kali melihat Kyra.


Bayangan masa lalu ketika dia lah yang selalu berada di samping Maria kembali teringat olehnya, kesedihan kembali menyelimuti Reyhan yang belum bisa berdamai dengan kesalahannya sendiri.


Aku bahagia melihatmu bahagia, Maria. Tapi entah kenapa penyesalan ini selalu saja hadir setiap kali mengingat atau pun melihatmu. Batin Reyhan semakin menguatkan pegangannya pada Kyra yang mulai meringis karena ulahnya.


“Akh! Sakit!” bisik Kyra.


Mendengar bisikan serta mendapat cubitan kecil dari Kyra, Reyhan tersadar. “Maaf, Sayang.”


Ada Kyra, Rey. Bukankah dia obat mujarab untukmu? Bukankah ini alasanmu dekat dengan Kyra? Jadi, lupakan Maria. Batin Reyhan mengingatkan dirinya sendiri.


Maria mendekat pada teman-temannya dengan senyum yang senantiasa terlihat, sedangkan Faizan tentu saja berdiri di samping sang istri. Semua menyapa Maria dengan baik dan akrab. Sampai Kyra pun berpikir. Semua orang tampak bersahabat menyambutnya, kecuali duda ini. Apa ini wanita yang pernah ada di masa lalunya?


Kyra tersenyum saat pandangan matanya bertemu dengan Maria. Tentu saja Maria bisa menebaknya dari posisi berdiri Kyra yang ada di samping Reyhan. Maria yang nelihat itu, tersenyum ramah pada Kyra.


“Ri, kenalkan ini Kyra, kekasih Reyhan,” ujar Jenny memperkenalkan Kyra.


Dengan cepat Kyra mengulurkan tangan dan menyapa Maria. “Hai, Kak. Aku Kyra.”


Panggilan ‘Kakak’ membuat Maria mengerutkan dahinya untuk beberapa saat. "Kak?" beo nya.


Maria sedikit bingung, hingga Jenny menjelaskan bahwa usia Kyra jauh di bawah mereka. "Ya, dia jauh lebih mudah dari kita," ucap Jenny.


Maria sedikit terkejut, tapi setelahnya mengangguk mengerti. Maria terkejut bukan karena Kyra terlihat tua, tapi wajah imut nan cantik itu memiliki tubuh bak wanita dewasa n terlihat seperti tubuh model seksi, sebab lekuk tubug Kyra begitu seksi menurutnya. Maria kembali tersenyum, setelah itu, Maria kembali bersikap ramah dan mengobrol dengan mereka.


"Cantik sekali," pujinya pada Kyra yang balas tersenyum menatapnya.

__ADS_1


Acara terus berlangsung, Maria dan Faizan berada di tempat duduk yang berjarak dua meja dari Kyra. Kyra bisa melihat pandangan mata Reyhan bahkan tidak teralihkan sejak Maria datang. Teman-teman Reyhan pun mengenal baik siapa Maria, sehingga tidak ada rasa canggung di antara mereka.


Kyra tidak ingin memikirkan tentang masalalu, Reyhan yang sedikit mengganggunya. Meski dalam hatinya ada rasa sakit, tetapi dia memutuskan untuk mengalihkan perhatian pada sosok kecil yang ada di samping Jenny.


“Hai, cantik. Siapa nama kamu?” tanya Kyra dengan nada bicara seperti anak-anak.


“Namanya Zeta, aunty.” Jenny menjawab dengan tersenyum sembari mengulurkan tangan Zeta pada Kyra.


Awalnya Kyra terdian sejenak saat mendengar sebutan Jenny untuknya. Tante? Apa dia setua itu pikirnya, tapi sesaat kemudian teringat dengan Reyhan dan Kyra sadar panggilan itu karena dia merupakan pasangan Reyhan.


“Lucu sekali, usianya berapa tahun, Kak?” tanya Kyra lagi.


“Masih dua tahun, aunt**y. Hm? Zeta mau main sama aunty Kyra?”


Anak kecil itu mengulurkan tangan seperti anak kecil yang meminta untuk digendong. Dengan senang hati Kyra meraih tubuh Zeta dan mengajaknya berbicara. Zeta masih belum lancar berbicara, bahkan anak itu tidak mengerti apa yang dikatakan oleh orang-orang dewasa di sekitarnya. Tetapi, setiap Kyra berbicara, Zeta selalu tertawa dan merasa nyaman dalam gendongannya.


“Zeta mau main? Mau main sama aunty?”


“Aa, au, au.”


Jenny dan Naura yang melihat kedekatan Kyra dengan anak kecil pun mulai beraksi untuk menggoda Reyhan.


“Cie … Rey, kayaknya Kyra sudah siap tuh buat jadi ibu muda,” ucap Naura dengan tersenyum melihat aksi Kyra yang mengajak Zeta bermain. Zete terlihat begitu nyaman dengan Kyra, begitu pun Kyra yang terlihat begitu pandai mengasuh Zeta.


Sontak ucapan Naura membuat Kyra malu dan wajahnya memerah. Reyhan pun tampak senang saat melihat Kyra yang bisa membaur dengan teman-temannya.


Di antara kegiatan mereka, Maria terlihat beranjak dari tempatnya untuk pergi ke toilet.


"Sayang, aku ke toilet sebentar," bisik Maria pada suaminya.


Melihat hal itu, Reyhan pun turut berpamitan pada Kyra, “Sayang, aku ke toilet dulu.”


Tak ada perasaan curiga di hati Kyra saat melihat Reyhan pergi seolah menyusul Maria, gadis muda itu tengah asik dengan aktivitasnya bermain dengan zeta.

__ADS_1


Reyhan pun mencuci tangan dan segera ke luar dari toilet. Entah kebetulan atau memang disengaja, pria itu bertemu dengan Maria. Mereka berpapasan di depan toilet dan saling menyapa.


“Hai, Ri. Apa kabar?”


“Rey, aku baik. Seperti yang kamu lihat sekarang. Uhm, kamu pinter ya pilih pasangan, Kyra gadis yang lucu dan juga mudah sekali membaur dengan kita yang lebih tua darinya.” Maria tampak berbasa-basi agar tidak ada kata canggung di sana.


“Ya, setidaknya … Kyra bisa mengobati sedikit luka yang kumiliki dari masalalu kita. Dia anak yang sedikit barbar, tetapi membuatku bersemangat. Sifatnya memang masih seperti remaja pada umumnya, tetapi juga membuatku merasa kembali lebih muda. Aku bersyukur bisa bertemu dengannya.” Reyhan mengatakan hal itu sembari melihat Kyra yang dari kejauhan masih terlihat bermain dengan Zeta.


Maria bisa melihat ada cinta di mata Reyhan, dia pun merasa lega saat tahu Reyhan tidak lagi terbelenggu masalalu.


“Aku senang kamu bisa seperti ini, Rey. Kamu sangat beruntung bisa bertemu dengan Kyra. Aku harap hubungan kalian langgeng, dan sepertinya dia juga menunjukkan tanda-tanda siap untuk dipinang, Rey,” goda Maria.


“Hahaha, ya. Aku dengar kamu sedang hamil. Selamat ya, aku selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian.”


“Terima kasih, Rey.”


"Itu bagus, Rey. Jadi sekarang kita bisa kembali berteman seperti dulu lagi dimana saat kita belum bersama. Aku ikut bahagia dan merasa legah mendengarnya!" ujar Maria tulus.


Percakapan yang terjadi diantara keduanya terus berlangsung tanpa keduanya sadari jika ada seseorang pria yang mendengarkan semua pembicaraan mereka sedari tadi.


Laki-laki itu tersenyum dan merasa bahagia karena ia tidak salah mempercayai istrinya.


"Sayang!" panggil Faizan lembut menghampiri Maria.


"Hai, Zan. Kami hanya mengobrol biasa!" ucap Reyhan lebih dulu sebelum menimbulkan kesalahpahaman.


"Santai saja, aku percaya istriku!" jawab Faizan tersenyum ramah pada Reyhan.


"Selamat untuk kehamilam Maria, semoga kalian selalu bahagia!" ucap Reyhan tulus mengulurkan tangannya pada Faizan.


"Terima kasih, Rey. Kami juga mendoakan agar kamu segera menemukan kebahagiaanmu, sepertinya wanita itu kandidat yang tepat!" jawab Faizan tersenyum sembari melirik Kyra yang sedang asik mengobrol bersama Jenny dan Naura, serta bermain bersama Zeta.


"Doakan saja yang terbaik. Oh iya, aku ingin meminta maaf atas sikap-sikapku sebelumnya yang mungkin salah pada kalian. Terutama padamu Ri, maafkan aku atas semua yang sudah terjadi!" ujar Reyhan mencoba untuk berdamai dengan masa lalunya.

__ADS_1


"Lupakan masa lalu, mari kita mulai mengukir kenangan indah menjalani hari-hari dengan bahagia," ucap Faizan tulus mengatakannya.


"Terima kasih, kalau begitu aku kembali kesana!" pamit Reyhan yang diangguki oleh Maria dan Faizan.


__ADS_2