Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Berjuang


__ADS_3

Kyra merasa sangat lega, karena bisa mengungkapkan semua yang dirasakannya kepada Bayu. Sekarang Kyra sudah pergi bersama teman-temannya untuk menikmati Waktu mereka.


“Ky, aku penasaran tentang apa yang kalian bicarakan, kenapa aku melihat Kakak tirimu terlihat tidak bahagia?” tanya Silva tanpa memiliki keraguan sedikit pun dalam benaknya.


“Aku hanya memintanya untuk berhenti bersikap berlebihan kepadaku. Kalian tahu, kan, jika selama ini dia selalu bersikap over protektif terhadapku. Aku merasa tidak nyaman, karena itu aku mintanya untuk menghentikan perilakunya itu. Mungkin itu yang membuatnya tidak senang.” Kyra menjawab seadanya, tanpa berniat menutupi apa yang terjadi.


“Iya, sih. Kakakmu itu memang selalu mengekangmu selama ini. Iya sudahlah, kita tidak perlu membicarakan dia lagi, sekarang apa yang ingin kau lakukan selanjutnya, Ky?” tanya Andini yang sejak tadi mendengarkan obrolan Kyra dan Silva.


“Tentu saja bersenang-senang dan membeli beberapa barang yang kita inginkan. Kalian tidak perlu terlalu memikirkan aku, lagi pula, bukankah perceraian ayahku layak untuk dirayakan? Karena akhirnya ayahku terlepas dari wanita ular itu. Jadi, aku ingin membagikan rasa bahagiaku bersama kalian, tentunya bersama Bu Wardah setelah ini.”


Mereka segera melanjutkan aktivitas mereka yang sempat tertunda. Karena tujuan mereka datang ke pusat perbelanjaan adalah untuk bersenang-senang. Mereka tidak lagi memikirkan setiap masalah yang hadir dalam hidup Kyra, sebab mendukung Kyra di setiap keadaan adalah yang terpenting.


***


Reyhan kini sudah kembali ke Jakarta. Luka yang dialaminya beberapa hari yang lalu juga sudah mulai sembuh. Selama masa pemulihannya, Reyhan selalu memikirkan cara untuk bisa meluluhkan hati kedua orang tua Kyra. Memang akan terasa sangat sulit, mengingat status dan umurnya sekarang untuk bisa mendapatkan Kyra. Tetapi itu tidak menjadi alasan untuk Reyhan menyerah begitu saja, karena cinta di antara mereka, layah untuk di perjuangkan, dan Reyhan akan melakukan yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang dia inginkan. Reyhan bahkan berpikir itu bertanya kepada teman-temannya.

__ADS_1


Sebelum itu, Reyhan memutuskan untuk mengobrol dengan Kyra, agar hatinya merasa lebih tenang. Setidaknya Reyhan bisa melepaskan sedikit rasa rindunya kepada Kyra. Reyhan bersyukur sebab Dirga sudah mengembalikan ponsel Kyra, dia segera mencari kontak Kyra di ponselnya, dan segera menekan tombol hijau untuk melakukan panggilan telepon pada Kyra.


Kyra yang sedang istirahat di kamarnya, segera melihat siapa yang menghubunginya ketika ponselnya berdering. Saat melihat nama Reyhan tertera di sana, Kyra bergegas mengunci pintu kamarnya, agar tidak ada orang yang mengganggu pembicaraan mereka.


“Halo, Om Reyhan, apa kabar, Om sekarang?” cecar Kyra setelah mengangkat sambungan telepon tersebut.


“Aku baik-baik saja, sayang. Bagaimana kabarmu? Aku sangat merindukanmu sekarang.” Reyhan segera mengungkapkan rasa rindunya kepada Kyra. Karena tidak bisa bertemu dengan Kyra selama beberapa waktu, adalah siksaan terberat bagi Reyhan.


“Aku juga baik-baik saja, Om. Aku juga sangat merindukanmu, tetapi, aku takut kalau Papi tahu dan memberikan hukuman yang lebih berat padaku, itu sebabnya, aku tidak berani menghubungi Om, aku harap, Om tidak akan marah padaku.”


Kyra juga bisa memaklumi jika Reyhan tidak tahu kabar terbaru tentang dirinya. Mengingat mereka sudah cukup lama tidak berkomunikasi. Oleh karena itu, Kyra berniat untuk menjelaskan keadaannya sekarang kepada Reyhan.


“Bukannya begitu, Om. Hanya saja sekarang aku dan Papi tinggal serumah, sudah Papi sudah bercerai dengan istri barunya. Sekarang Papi juga jauh lebih perhatian kepadaku. Itu sebabnya aku tidak bisa bertindak leluasa seperti sebelumnya.”


“Baguslah, aku yakin jika kamu pasti merasa sangat bahagia sekarang, karena akhirnya ayahmu bisa memberikan perhatian yang lebih padamu, sayangnya, kita harus mengorbankan waktu kebersamaan kita sekarang. Tetapi kamu tenang saja, sayang, aku pasti akan mencari cara untuk meluluhkan hati orang tuamu secepatnya.”

__ADS_1


Reyhan contoh merasa senang ketika Kyra bisa mendapatkan perhatian salah satu orang tuanya kembali. Hanya saja, Reyhan akhirnya harus mengurangi waktu berharga mereka untuk menebus kebahagiaan Kyra tersebut. Ini semua semakin menguatkan tekad Reyhan guna mendapatkan restu dari kedua orang tua Kyra.


“Maafkan aku, Om. Karena aku tidak bisa membantu ketika keadaan genting seperti ini. Aku ingin melakukan sesuatu untuk meringankan beban, Om, tetapi aku juga tidak tahu bagaimana caranya untuk meluluhkan hati orang tuaku. Aku memang tidak berguna,” ujar Kyra yang tidak bisa menutupi kesedihannya dari Reyhan. Karena Kyra juga menginginkan kebersamaan mereka, tetapi sayangnya, Kyra tidak bisa memikirkan cara untuk membantu Reyhan saat ini.


Reyhan yang mendengar kesedihan Kyra, tentu juga merasa tidak nyaman di hatinya, itu sebabnya, Reyhan mencoba untuk menghibur Kyra saat ini, agar kekasih kecilnya itu tidak terlalu bersedih lagi. Lagi pula, Kyra masih terlalu muda untuk memikirkan masalah mereka. Memang sudah menjadi kewajiban Reyhan untuk mencari cara agar hubungan mereka segera mendapatkan restu dari kedua orang tua Kyra.


“Sayang, kenapa kamu mengatakan hal itu? Semua ini bukan salahmu, jadi kamu tidak perlu bersedih lagi. Karena kewajiban untuk mendapatkan restu dari kedua orang tuamu, adalah bagianku. Tugasmu sekarang hanyalah mendoakan aku dan selalu mendukung perjuanganku untuk mendapatkanmu. Semua itu sudah cukup bagiku, Ky.”


Reyhan berharap ucapan ini bisa sedikit mengobati kesedihan yang dirasakan oleh Kyra. Karena Reyhan tidak pernah menyukai air mata yang menetes dari kedua netra indah Kyra. Itu hanya akan menyakiti hati Reyhan setiap kali melihatnya.


Kyra merasa sangat tersentuh dengan ucapan yang dikatakan oleh Reyhan padanya. Inilah yang membuat Kyra begitu yakin untuk menjalani hubungan bersama dengan Reyhan. Sebab Reyhan selalu berusaha untuk membahagiakannya. Apalagi sikapnya yang dewasa membuat Kyra merasa semakin nyaman berdekatan dengan Reyhan.


“Terima kasih, Om. Karena, Om selalu bisa menghiburku ketika aku sedang sedih seperti ini. Maafkan aku atas sikapku dulu. Aku pasti akan melakukan sesuai dengan apa yang, Om minta padaku. Aku akan mendukung, Om dalam setiap perjuangan yang, Om lakukan untuk mendapatkan restu orang tuaku. Aku akan menunggu dengan sabar.”


“Seharusnya aku yang berterima kasih padamu, Ky, karena kamu sudah bersedia menerima cintaku, dan tidak memandang perbedaan kita yang begitu jauh. Aku pasti akan segera menjemputmu dari kedua orang tuamu, Ky. Jadi, tunggulah aku.”

__ADS_1


Setelah itu keduanya melakukan beberapa obrolan ringan, rencana yang bisa mereka lakukan saat ini hanyalah saling berkomunikasi melalui jejaring media sosial. Meskipun semuanya terasa sedikit tidak nyaman bagi mereka. Tetapi ini adalah salah satu perjuangan mereka untuk menahan diri sebelum akhirnya mereka bisa bersama. Setelah merasa jika mereka sudah mengobrol cukup lama, akhirnya mereka memutuskan sambungan telepon mereka. Sama-sama bersiap untuk menghadapi rintangan di depan mereka.


__ADS_2