Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Akhir Bahagia Duda & Kyra (Tamat)


__ADS_3

Seperti apa yang di katakan oleh Dirga, malam ini Reyhan dan Kyra menghadiri acara makan malam di salah satu restoran mewah di Jakarta.


Awalnya mereka bertiga menikmati makan malam mereka dengan hening dan tenang. Sampai akhirnya makan malam mereka selesai.


Dan kini semuanya sedang terlihat santai dan memium tea bersama.


“Papi sengaja mengumpulkan kalian di sini, karena Papi ingin menanyakan keseriusan Reyhan dalam hubungannya denganmu!” ucap Dirga secara tiba - tiba, mengungkapkan alasan apa yang membuat dirinya mengajak Reyhan dan putrinya bertemu di sini.


“Maksudnya seperti apa Pi?” tanya Kyra, yang merasa tidak mengerti dengan arah pembicaraan papinya ini.


“Reyhan, apakah kalau saya mengizinkan kamu menikahi anak saya, kamu bisa menjamin jika dua tahun ke depan kuliahnya akan baik - baik saja dan dia bisa mendapatkan nilai terbaik?” tanya Dirga pada Reyhan, tunangan putrinya.


Sontak saja Reyhan dan Kyra kini saling menatap satu sama lain untuk meyakinkan jawabannya lewat telepati. “Ya, saya bisa jamin, saya berjanji jika saya menikah dengan Kyra, saya akan menjadi suami dan guru yang baik untuknya. Saya akan menenami setiap prosesnya."


“Saya mungkin bukanlah seorang dosen, tapi sebagai suami Kyra, saya pasti akan melakukkan yang terbaik untuk Kyra dan masa depan kami.” Reyhan menjawab dengan penuh keyakinan.


Tidak sedikitpun keraguan dan kebohongan yang terlihat dari sorot matanya itu.


Dirga kembali diam, karena dia ingin mematangkan pemikirannya tentang semua ini. “Kalau begitu kapan kamu siap menikahi Kyra?” tanya Dirga lagi.


“Uhukkkk.” Reyhan dan Kyra sama - sama tersedak mendengar pertanyan Dirga kali ini.


“Papi? Papi tidak salah bertanyakan Pi?” tanya Kyra, meyakinkan Papinya jika memang Dirga salah dalam kalimatnya, maka Kyra ingin Papinya segera memperbaiki kalimat itu.


“Tidak, Papi tahu apa yang sedang Papi biacarakan,” jawab Dirga dengan raut wajahnya yang sangat serius.


Reyhan sampai tersenyum, dan bahkan tidak tahu harus berbicara apa. Sebuah keajaiban tiba - tiba dari Dirga membicarakan hal seperti ini, sesuatu yang tentunya sangat Reyhan harapkan.


Ternyata benar, jika Tuhan sangat begitu mudah membolak balikkan hati manusia. Asal kuncinya jangan mudah menyerah dan teruslah berdoa sampai Tuhan menjawabnya.


“Reyhan, berikan jawabanmu!” Pinta Dirga lagi, tidak ingin membuang waktu menunggu jawaban dari Reyhan.


“Besok Lusa. Saya akan menyiapkan semuanya untuk kembali melamar Kyra.” jawabnya dengan senyum penuh dan bahkan ingin bersorak serta memeluk tubuh Kyra untuk mengungkapkan kebahagiaannya.


“Baik, besok lusa kami tunggu, kamu dan keluargamu," ucap Dirga.


“Baik. Aku pasti akan datang," balas Reyhan lantang.


***


1 bulan telah berlalu, setelah melamar Kyra, hari yang menjadi hari pengesahan status mereka, hari yang di nantikan oleh semua orang tiba. Kediaman Kyra tentu saja sudah di hias dengan sedemikan indahnya sejak kemarin, mengingat acara akad nikah akan di gelar disana. Di tempat Kyra lahir dan dibesarkan.


Semua orang tengah bersiap-sial dengan tugas mereka masing-masing, termasuk beberapa orang make up artis yang sudah berada di kamar Kyra, membantu sang mempelai wanita untuk menjadi ratu di hari bahagianya.


Satu minggu belakang, keduanya di larang bertemu ataupun berkomunikasi, tentu saja hal itu membuat rasa rindu di antara keduanya membuncah, mereka sama-sama tidak sabar ingin bertemu. Dan hari ini adalah akhir dari kerinduan mereka.


"Bentuk wajah anda sangat indah. Bibir, alis, hidung, warna kulit dan semuanya sangat indah. Anda begitu cantik meski tanpa riasan, Benar-benar cantik alami yang sesungguhnya. Belum lagi lekuk tubuh Non Kyra yang luat biasa," puji wanita yang sudah berdiri di depan Kyra dan siap melukis di wajah cantik Kyra.

__ADS_1


"Tenang saja, saya akan memoles wajah Anda dengan riasan yang natura, tetapi akan manambah kesempurnaan wajah Anda. Saya pastikan calon mempelai pria tidak berkedip menatap Anda," sambung wanita itu membuat wajah Kyra merona kala mengingat Reyhan.


"Terima kasih, Anda terlalu banyak memuji!" jawab Kyra tersenyum lembut.


"Bukan sebuah pujian, tapi ini sungguh dari hatiku. Anda terlahir begitu cantik sebagai seorang perempuan, benar-benar terlihat sempurna," ucap wanita itu lagi yang hanya bisa di tanggapi Kyra dengan senyuman.


"Saya yakin tuan Reyhan pasti sangat bahagia memiliki Anda, kalian benar-benar pasangan yang serasi," sahut wanita lainnya yang ditanggapi Kyra dengan dengan ucapan terima kasih.


****


Reyhan menatap cermin yang ada di depannya. Reyhan tampak gagah dalam balutan tuxedo warna senada yang akan dikenakan Kyra.


Hari ini duda tampan itu akan menikah dengan seorang wanita yang begitu sangat di cintainya. Hari ini adalah hari yang sangat di tunggu-tunggu olehnya. Hari di mana nama sang kekasih akan berganti mengikuti nama belakangnya.


Satu minggu tanpa kabar tanpa bertemu, tentu saja sangat menyiksa untuk Reyhan ,ia begitu sangat merindukan Kyra, mengingat dimana hari ini adalah hari terakhir penyiksaannya, membuat Reyhan begitu bahagia. Reyhan benar-benar tidak sabar untuk bertemu Kyra, mengobati semua kerinduanya.


"Hei, berhenti tersenyum sendiri seperti itu. Apa kamu sudah siap?" tanya Sean yang sudah berdiri bersama Niko di depan pintu kamar Reyhan.


Reyhan tersenyum menatap Sean. "Tentu saja siap, sangat siap!" jawab Reyhan lantang penuh semangat.


"Kamu terlihat jauh lebih tampan, hari ini!" puji Niko.


"Kamu pun juga terlihat tampan!" balas Reyhan.


"Tentu saja aku selalu paling tampan," balas Niko mendapat cibiran dari Sean dan Reyhan.


"Semua?"


"Iya, semua sudah berangkat lebih dulu," sahut Niko.


"Terima kasih sudah menjadi pendampingku, kenahagiaanku terasa lengkap semua juga berkat kalian." Reyhan memeluk Sean dan Niko sambil menepuk pelan pundak sahabatnya, membuat kedua sahabatnya terharu karena akhirnya Reyhan menemukan kebahagiaannya.


"Ayo kita berangkat!" ajak Radit.


Mereka bertiga keluar dari dalam kamar, melangkah menuruni anak tangga, meninggalkan rumah yang sudah sepi karena sebagian penghuninya sudah lebih dulu berangkat ke rumah Kyra, tempat acara akad nikah akan di laksanakan.


Beberapa saat kemudian. Mereka tiba di kediaman Kyra, tentu di sambut dengan sangat baik oleh pihak kerluarga Kyra.


"Semangat!" ucap Naura, Jenny dan Maria yang sengaja menunggu Reyhan di depan pintu masuk.


"Terima kasih," jawab Reyhan tersenyum senang.


Reyhan diiring masuk ke dalam rumah Kyra yang sudah di hias dengan semua hiasan bernuasa putih yang terlihat begitu indah dan terlihat elegant.


Reyhan melangkah sembari tersenyum ke arah semua orang. Senyum yang benar-benar dua obral murah dalam hidupnya.


Ada rasa gugup yang tiba-tiba menyelimuti Reyhan saat melihat tatapan orang-orang yang tertuju padanya.

__ADS_1


"Benar-benar pasangan yang serasi," suara bisikan orang-orang terdengar oleh Reyhan, membuatnya mengedarkan pandangan menatap seluruh sudut ruangan hingga maniknya berhasil berhenti pada satu titik, yaitu wanita yang hanya menghitung menit akan menjadi istrinya. Wanita yang akan menjadi istrinya itu berada di ujung tangga di apit oleh kedua sahabatnya. Jantungnya berdetak amat kencang saat melihat betapa cantiknya sosok wanita yang begitu sangat di rindukan serta di cintainya.


Tatapan keduanya bertemu, tatapan yang di penuhi dengan kerinduan serta cinta yang mendalam. Reyhan tak henti-hentinya menatap Kyra hingga Kyra tiba tepat di depannya.


"Kamu sangat cantik, Sayang. Aku sangat mencintaimu." Reyhan spontan mengatakan itu semua, melupakan kehadiran semua orang yang ada di sana. Gelak tawa dari orang-orang menyadarkan Reyhan atas sikapnya. Reyhan menjadi salah tingkah dan itu semakin membuat orang-orang tertawa.


'Astaga, dia benar-benar gila,' batin Kyra sembari menunduk malu, duduk di sebelah Reyhan tepat di hadapan penghulu.


Beberapa saat kemudian, acara akad nikah telah selesai dilaksanakan, Kyra dan Reyhan telah resmi menjadi sepasang suami istri, sah di mata hukum ataupun agama.


Acara di lanjutkan dengan foto bersama dan setelah itu mereka semua akan munuju hotel di mana acara resepsi pernikahan yang akan di adakan.


Air mata Kyra tak dapat di tahannya. Semua ini adalah pernikahan yang tidak pernah dia impikan. Jangankan memimpikan menikah muda, punya kekasih saja Kyra tidak memimpikannya. Kyra menatap dengan tatapan penuh cinta pada pria tampan yang mengenakan tuxedo putih gading sama seperti yang di gunakan olehnya.


Ball romm hotel sudah di sulap dengan nuansa putih yang begitu indah dan elegant.


Tamu yang hadir di acara resepsi pernikahan, tak terhitung saking banyaknya yang hadir di sana bergantian datang dan pergi silih berganti.


"Sayang, ayo kita berdansa!" ajak Reyhan sambil menarik tangan Kyra ke tengah-tengah ruangan.


Suara musik mulai terdengar begitu merdu. Lagu dari Christina Perri berjudul A Thousand Years dan lagu Perfect dari Ed Sheeran


mengalun begitu indah. Membuat suasana menjadi semakin romantis.


"Aku sangat senang hari ini. Aku merasa menjadi pria paling beruntung dan sempurna karena memilikimu sebagai istriku. Aku sangat mencintaimu, istriku," ucap Reyhan mengusap lembut wajah Kyra.


"Aku juga sangat senang, aku juga mencintaimu. Terima kasih untuk semuanya," balas Kyra.


"Aku tidak ingin hanya sekedar ucapan terima kasih. Kamu harus berterima kasih dengan cara yang benar, saat kita hanya berdua, nanti!" bisik Reyhan di telinga Kyra yang merinding dibuatnya.


Membayangkan apa yang di katakan Reyhan, membuat Kyra menegang dengan wajah merona.


"Aku tidak sabar melihat wajah meronamu, saat aku bermain di tubuhmu, melihat wajah meronamu bagaikan suplemen penyemangat untukku. Mendengarmu menyebut namaku sata kita melakukan itu benar-benar membuatku tidak sabar agar acara hari ini segera berakhir, " ucap Reyhan menatap genit pada Kyra yang semakin merona karenanya.


"Reyhan!"


"Ya, istri kecilku?" jawab Reyhan mengalun merdu.


"Tenanglah, aku akan melakukannya dengan sangat hati-hati dan lembut, aku akan membuatmu merasa melayang, hingga membuatmu merasa ketagihan," ucap Reyhan lagi menarik pinggang Kyra agar semakin menempel padanya, lalu mengecup sekilas bibir Kyra di hadapan semua orang yang menyambut aksi mereka dengan tepuk tangan meriah.


~TAMAT~


****


Akhirnya si duda ketemu jodohnya.


Hai semuanya, selalu aku ucapkan terima kasih banyak untuk semua dukungan kalian. Menulis cerita tanpa pembaca tidak akan lengkap. Tapi aku beruntung karena punya kalian yang selalu mendukung setiap cerita yang aku tulis. Aku juga selalu meminta maaf kalau misalkan alur yang aku buat tidak seperti apa yang kalian harapkan. Sekali lagi terima kasih banyak, dan sampai jumpa diceritaku yang lainnya.🙏🥰😘

__ADS_1


__ADS_2