Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Maaf


__ADS_3

"Aku tak mau berhubungan dengan duda sepertimu!" tambah Kyra saat Reyhan hanya tetfiam


Maafkan, aku. Aku sadar ucapanku akan menyakitimu, tapi ini semua harus aku lakukan. Maaf. Batin Kyra.


Reyhan benar-benar merasa sakit hati mendengar ucapan Kyra. Reyhan menjadi emosi. Daripada melimpahkan emosinya pada gadis muda ini, Reyhan akhirnya memutuskan untuk pergi tanpa mengatakan apa pun pada Kyra yang hanya bisa manatap kepergiannya dengan rasa bersalah dan berulang kali mengucapkan maaf dalam hatinya.


Maaf. Ini yang terbaik untuk kita semua. Batin Kyra.


Napas Reyhan tak teratur, dadanya naik-turun dengan cepat, Reyhan benar-benar kesal dan kecewa pada ucapan kasar Kyra. Dia tak pernah membayangkan akan mengalami hal semacam ini. Ditolak mentah-mentah oleh gadis yang usianya terpaut sangat jauh darinya. Benar-benar sebuah penghinaan besar untuk Reyhan.


Reyhan mulai tersadar jika dia sudah sangat konyol dalam mengejar Kyra, dia adalah pria dewasa yang sudah matang. Harusnya ketika memutuskan perkara dipikirkan baik-baik. Ah, Rey! Sekarang kamu merasa malu sendiri, bukan?


Tanpa sedikit pun berniat membalas ucapan kasar Kyra, Reyhan yang sudah menjauh langsung masuk ke dalam mobilnya dan menginjak gas, meninggalkan Kyra yang masih terdiam di tempatnya.


Usai Reyhan pergi, Kyra terus saja berpikir. Apakah perkataannya tadi terlalu kasar? Apakah Reyhan sekarang marah dan benciĀ  padanya? Jika iya, dia merasa jahat sekaligus senang. Jahat karena dia tak pernah melukai hati orang lain seperti barusan. Senang karena jika ucapannya barusan menyadarkan Reyhan sehingga nantinya pria itu tidak mengejarnya lagi.

__ADS_1


"Oke, lupakan! Semua akan berlalu." Kyra menarik kemudian membuang napasnya, mengatur kembali emosi yang berantakan, merapikan rambut yang terasa acak-acakan, lalu memutuskan untuk masuk ke dalam.


Semoga saja dua perempuan menyebalkan itu tidak bertanya-tanya atau kepo dengan urusanku bersama Reyhan. Kyra terlalu lelah jika harus membahas itu dengan mereka yang sangat menyebalkan baginya.


Ah, sial! Harapannya tak sesuai kenyataan. Kedua perempuan menyebalkan itu beraksi ketika dia melihat Kyra masuk ke dalam rumah. Mereka diam-diam melihat pertengkaran Kyra dengan Reyhan, meski tak mendengar percakapannya karena jarak yang terlalu jauh membuatnya tidak bisa mendengar dengan jelas, hanya sayup-sayup.


Kyra memutar bola matanya ketika Inggrid mulai buka suara.


"Ada hubungan apa kamu dengannya?"


"Kyra! Kamu jangan memalukan nama baik keluarga! Apa jangan-jangan kalian ...." Sandra ikut campur, memang sifatnya sebelas dua bleas dengan Inggrid. Anak dan ibu sama saja.


Kyra langsung menoleh dengan tatapan tajam. Dia tak bisa diam saja, kedua perempuan itu harus diberikan penjelasan supaya tidak berbicara macam-macam. Terlebih mereka itu bermuka dua, bisa saja merancang skenario yang palsu kemudian menyebarluaskannya.


"Kalian tidak dengar tadi dia bicara apa? Kalian punya telinga yang sehat, bukan?"

__ADS_1


Inggrid melipat tangannya di dada. "Kamu harus sopan! Aku Mama tirimu!" bentaknya.


"Oh, oke, Mama. Apa Mama tidak mendengar apa yang Reyhan katakan tadi? Sudah dia katakan jika aku dan dia itu saling mengenal karena sering bertemu di kantor Papi!" jelas Kyra menggebu-gebu.


"Hah, saling mengenal, tapi kelihatan dekat sekali! Apa kamu punya hubungan lain dengan duda itu?" Sandra menimpali.


Ah! Benar-benar menyebalkan! Kyra ingin sekali mengempaskan dua orang di depannya ini, malas meladeni mereka yang selalu mau tahu, dan ikut campur dengan urusannya.


"Kenapa kalian begitu perhatian padaku? Sudahlah, jangan ikut campur, kalian lebih baik mengurus urusan diri sendiri saja!"


"Kyra! Aku Mama tirimu! Sudah sepantasnya aku tahu mengenai dirimu! Jujur saja, kamu memiliki hubungan apa dengannya? Tidak mungkin hanya saling mengenal tapi sampai dekat seperti itu. Bahkan, kamu sampai berani mengusirnya! Kamu seharusnya segan! Dia itu Reyhan Kalingga! Bukan orang sembarangan," cerocos Inggrid hingga membuat telinga Kyra rasanya ingin meledak.


"Hah, apa kamu menggodanya sehingga dia begitu lengket mendekatimu? Kamu memberikan apa padanya?" tanya Sandra, culas. Saking keponya dia sampai berpikiran yang aneh-aneh.


Kyra benar-benar emosi mendengar pertanyaan itu. Terdengar sangat menjijikan. Dia bukan wanita sembarangan yang bisa menggoda pria. Kyra adalah gadis tujuh belas tahun yang memiliki harga diri!

__ADS_1


"Kenapa kamu sampai berpikiran begitu? Apa itu kelakuanmu? Biasanya orang kotor memang akan berpikiran kotor," balas Kyra sembari melipat tangan di dada dan mengangkat alisnya sebelah. Membuat Sandra membelalakkan mata karena kaget dirinya di-skakmat oleh saudari tirinya


__ADS_2