Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Duren


__ADS_3

Apa yang Sean katakan Reyhan akui benar adanya. Reyhan dapat dengan jelas menyadari jika Dinda masih berharap padanya, tetapi tetap saja Reyhan tidak memiliki perasaan apapun pada Dinda selain sebagai seorang teman. Jika saja mudah untuknya menumbuhkan perasaan pada Dinda, pastinya tidak akan ada kata perceraian dalam pernikahan mereka. Namun yang terjadi justru sebaliknya, mereka berpisah karena Reyhan tidak bisa menerima kehadiran Dinda dalam hidupnya.


"Kamu tahu aku tidak mencintainya," ucap Reyhan.


"Itu karena kamu belum mencoba. Kenapa tidak ingin mencobanya? Buka hatimu untuknya, bukan hanya untuk Kyra. Kamu harus membuka hatimu untuk semua wanita, Rey. Namun, bukan berarti kamu boleh mempermainkan perasaan wanita. Aku hanya ingin kamu belajar menerima cinta yang lain di hatimu dan melupakan cinta yang pernah ada," balas Sean sebagai seorang sahabat menginginkan yang terbaik untuk Reyhan.


Reyhan tersenyum menatap Sean yang justru mengernyitkan dahinya menatap Reyhan. "Jangan tersenyum seperti itu padaku," tegur Sean bergidik ngeri menatap Reyhan yang justru tertawa mendengarnya.


"Aku masih normal, tenang saja." Reyhan menanggapi masih dengan senyum menghiasi wajahnya. Reyhan tersenyum bukan tanpa sebab, rasa peduli Sean padanya lah yang membuat Reyhan tersenyum. Reyhan tahu betul apa yang dipikirkan Sean dan Niko, kedua sahabatnya hanya ingin dia bahagia dan Reyhan akan mencoba mengikuti saran dari kedua temannya yang sudah berulang kali keduanya ucapkan.


"Aku akan mencoba," ucap Reyhan lantang.


"Mencoba apa?" tanya Sean belum mengerti maksud ucapan Reyhan.


"Aku akan mencoba mengikuti saranmu dan Niko untuk membuka hati pada wanita lain, bukan hanya pada gadis pedas itu," terang Reyhan tersenyum, dan kali ini Sean turut tersenyum mendengarnya.


"Ini baru Reyhan yang aku kenal. Niko pasti senang mendengar kabar ini," ujar Sean yang tulus merasa bahagia mendengarnya.


***

__ADS_1


Kyra baru saja selesai mandi saat kedua sahabatnya menerobos masuk ke dalam kamarnya.


"Ya ampun, kalian mengagetkanku," ucap Kyra mengusap dadanya menatap Silva dan Andini.


"Ky, katakan! Siapa pria tadi?" tanya keduanya pada Kyra yang menghembuskan nafas kasar mendengar pertanyaan mereka yang kembali mengingatkan Kyra pada sosok yang berusaha dia hindari.


Kyra mengabaikan kedua sahabatnya lalu masuk ke dalam walk in closet mengganti pakaiannya, mengabaikan kedua temannya yang terus mengekor seperti anak ayam.


"Biarkan aku berganti pakaian dengan tenang." Mendengar ucapan Kyra yang terdengar dingin, keduanya langsung keluar menunggu Kyra dengan tenang seperti yang Kyra minta.


Kyra terduduk lemas di sofa kecil yang ada di dalam walk in closet. Pikirannya berputar memikirkan apa yang harus Kyra katakan pada kedua sahabatnya. Kyra bisa saja mengatakan jika Reyhan adalah pria gila yang tengah mengejarnya, tetapi Kyra sangat yakin jika akan ada saatnya kedua sahabatnya bertemu dengan Reyhan yang akan bersikap semaunya.


"Kalian lapar?" tanya Kyra mencoba mengalihkan kedua sahabatnya dari pertanyaan mereka sebelumnya yang membuat keduanya penasaran.


"Itu nanti saja, yang jelas katakan dulu siapa pria itu?" ucap Silva dengan begitu antusias bertanya.


"Aku akan menjawab dengan singkat, tetapi setelah itu tidak ada yang boleh bertanya lagi. Membahasnya hanya akan membuatku semakin pusing, aku harap kalian mengerti." Silva dan Andini yang mendengar itu saling tatap satu sama lain dan sesaat kemudian keduanya mengangguk setuju menatap Kyra.


Kyra yang melihat itu, mendekati kedua sahabatnya dan turut duduk di atas ranjang seperti keduanya.

__ADS_1


"Aku beberapa kali bertemu dengannya, pria itu mengejarku. Aku akui dia tampan, tetapi dia terlalu tua untukku, usianya diatas tiga puluh tahun. Dia selalu saja mengklaim aku sebagai kekasihnya sekalipun aku sudah menolaknya. Hanya itu yang bisa aku katakan, selebihnya kalian bisa lihat nanti. Aku tengah berusaha menghindari dia dan aku sangat yakin dia tidak akan menyerah mendekatiku, entah apa sebenarnya yang dia inginkan dariku," ucap Kyra menjelaskan secara singkat, tapi cukup jelas.


Silva dan Andini terdiam, keduanya sama-sama tengah mencerna semua yang Kyra katakan dan itu membuat Kyra tersenyum melihat ekspresi serius keduanya yang tengah berpikir.


"Satu pertanyaan lagi. Satu saja," ucap Andini pelan menatap berharap pada Kyra.


"Katakan!" seru Kyra malas.


"Apa kamu tahu namanya? Siapa dia?" tanya Andini membuat Kyra terdiam saat Kyra sendiri ragu untuk mengatakannya.


Menyebutkan nama Reyhan pastinya akan membuat kedua sahabatnya langsung mencari tahu tentang Reyhan. Kyra sangat yakin kedua sahabatnya tidak akan berhenti membahas Reyhan jika tahu Reyhan adalah seorang duda. 


"Ky, hanya namanya. Setelah itu kami akan tutup mulut jika kamu tidak ingin membahasnya," sahut Silva yang juga merasa penasaran akan sosok yang tengah mereka bicarakan.


"Baiklah, tapi tepati janji kalian untuk tidak membahasnya!" tegas Kyra yang kembali di anggukkan oleh keduanya.


"Reyhan Kalingga. Kalian mungkin mengenalnya, tapi aku tidak. Tepati janji kalian untuk tidak bertanya lebih," ucap Kyra pada Silva dan Andini yang menganga tak percaya mendengarnya.


Kyra yang melihat respon kedua sahabatnya seperti itu memilih keluar dari kamar meninggalkan keduanya yang Kyra yakini akan tetap membicarakan tentang Reyhan.

__ADS_1


"Reyhan Kalingga. Ya ampun, bukankah dia si duren yang terkenal itu?" ucap Silva dengan begitu hebohnya pada Andini yang juga tak kalah heboh dibuatnya.


__ADS_2