Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Maafkan Aku


__ADS_3

Reyhan dengan cepat menarik tangan Kyra dan kembali menggenggamnya dengan begitu erat, Reyhan juga duduk bersimpuh di lantai mendongakan kepalanya menatap Kyra.


Reyhan sadar betul jika semua adalah salahnya, semua salahnya karena dari awal tidak tulus pada Kyra.


Niat awal Reyhan yang hanya ingin menjadikan Kyra sebagai pelampiasan justru membuat Reyhan benar-benar menyukai Kyra, sekali pun Reyhan sering menyangkalnya. Kebersamaan telah mengubah semua perasaan Reyhan pada Kyra, sesuatu yang tidak tulus itu justru membuatnya merasa nyaman dan bergantung pada Kyra, bukan lagi karena pelampiasan, tetapi karena Reyhan benar-benar membutuhkan Kyra dan memiliki perasaan lebih pada Kyra.


Membayangkan hidup tanpa Kyra, membuat Rayhan takut. Tak ada kabar dari Kyra juga membuat Reyhan gelisah, tak dapat mendengar suara Kyra membuat Reyhan begitu merindukannya. Semua hal yang berurusan dengan Kyra benar-benar memiliki dampak pada Reyhan.


"Apa salahku? Kenapa semua orang begitu jahat padaku," ucap Kyra menangis.


"Maafkan aku. Tolong maafkan aku, aku bersalah. Aku akui semuanya salahku, tapi percayalah Sayang, aku benar-benar mencintaimu. Cukup aku terlambat menyadarinya, aku tidak ingin terlambat mengatakannya padamu, dan mengakui kesalahanku. Tolong maafkan aku," ucap Reyhan berulang kali mengecup tangan Kyra, lalu memeluk kedua tangan Kyra.


Kyra ingin sekali menarik tangannya, meski merasa terharu dengan keberanian Reyhan mengakui semuanya, tetapi tetap saja Kyra merasa tersakiti atas apa yang telah terjadi.


Kyra merasakan jika tangannya basah dan itu membuat Kyra seakan tak percaya jika pria yang saat ini tengah bersimpuh di depannya itu tengah menangis. Kyra tidak mungkin salah, tangannya basah karena Reyhan menangis.

__ADS_1


Dia menangis? Apa ini benar atau justru bentuk usahanya agar aku memaafkannya? Batin Kyra.


"Aku akui aku salah. Tolong maafkan aku, jangan diam seperti ini, Sayang. Aku mohon," ucap Reyhan terus saja mengatakan hal yang sama.


Antara percaya dan tidak, Kyra masih saja terdiam. Kyra tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Disatu sisi Kyra pikir semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, tetapi tidak semua orang berani mengakuinya, dan Reyhan berani mengakuinya, itu menjadi nilai plus untuk Reyhan. Namun, disis lain Kyra tetap saja merasa manusiawi jika Kyra marah dan kecewa.


"Cinta? Benarkah Om mencintaiku? Mencintai gadis muda sepertiku?" ucap Kyra bertanya, menunduk menatap Reyhan.


Reyhan mengangkat wajahnya menatap Kyra, dan saat itu juga Kyra dapat melihat dengan jelas jika Reyhan benar menangis, sisa air mata itu masih terlihat basah di wajahnya.


"Aku tahu mungkin semua ucapanku terdengar seperti kebohongan, untukmu atau pun untuk mereka yang selalu berpikir buruk tentangku. Namun, aku berani bersumpah jika semua yang aku katakan tulus dari hatiku. Aku mencintaimu," ucap Reyhan dengan begitu lantang mengatakannya.


"Jika Om mencintaiku, lalu bagaimana mungkin Om bisa bersama wanita lain? Kenapa Om busa bersama mantan istri Om jika Om memang mencintaiku?" ucap Kyra mempertanyakan hal yang juga sangat mengganggu hatinya.


Reyhan terdiam sejenak. Reyhan coba mengingat semua hal yang terjadi sebelum menjelaskan pada Kyra. Reyhan benar-benar tidak ingin membiarkan kesalahpahaman semakin memberikan jarak untuk mereka, Reyhan tidak ajan menyia-nyiakan kesempatan yang ada saat ini.

__ADS_1


"Setelah pulang dari rumahmu, aku tidak tahu harus kemana. Aku ingin bercerita pada Sean atau pun Niko, tetapi aku sadar hidup mereka bukan hanya untuk mengurusiku. Mereka punya kehidupan sendiri dan aku tidak ingin mengganggu mereka. Aku benar-benar bingung harus bagaimana, aku memilih kelab malam sebagai tujuanku, dan bodohnya aku justru mabuk di sana. Meski tidak begitu jelas, aku ingat jika aku bertemu Dinda di sana. Setelah itu aku tidak tahu lagi, yang jelas ketika bangun aku sudah berada di apartemen dan Sean bercerita jika dialah yang membawaku pulang, bukan Dinda. Aku tidak ada hubungan apa pun dengannya, Sayang. Percaya padaku," ucap Reyhan menjelaskan.


Kyra yang mendengar semua penjelasan Reyhan seakan tak punya alasan lain untuk menyudutkan Reyhan. Semua penjelasan Reyhan benar-benar meyakinkan untuknya dan tak terlihat kebohongan sama sekali dari ucapan Reyhan.


Kyra menarik pelan tangannya yang masih digenggam oleh Reyhan. "Jangan seperti ini, duduklah!" ucapnya.


"Tolong maafkan aku. Aku tidak akan bisa tenang sebelum mendapat maaf darimu. Maafkan aku," ucap Reyhan lagi menatap penuh harap pada Kyra.


Kyra benar-benar bingung harus menjawab apa. Dia mencoba untuk berpikir sebelum akhirnya empat kata yang sangat tidak Reyhan harapkan terdengar. "Maaf, Aku tidak bisa."




Hai semuanya, seperti yang sudah aku janjikan. Untuk cerita Duda, tanggal 26, artinya itu besok, aku akan bagi-bagi pulsa untuk 10 pembaca teraktif di cerita Duda. Untuk itu, yang belum ikuti akun igehh aku jika berkenan boleh ikuti aku, aku akan infoin di sana besok. Terima kasih untuk semua dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2