Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Mabuk


__ADS_3

“Rey, bantu aku untuk bisa memasukkan tubuhmu ke mobil!” ucap Dinda sedikit menahan diri karena berat tubuh Reyhan yang tak sebanding dengannya.


“Kyra … Kyra, aku akan menjemputmu, Sayang.”


Dinda sangat kesal mendengar Reyhan berulang kali menyebut nama Kyra. Nama wanita yang awalnya Dinda kagumi, tapi melihat Dinda mengkhianati kepercayaannya membuat amarah Dinda bangkit. Dinda berpikir tidak akan mengalah dengan mudah pada Kyra, Dinda akan memberi pelajaran pada Kyra yang sudah berani mempermainkan perasaan dan kepercayaannya.


“Kyra tidak ada di sini, Rey. Di sini hanya ada Dinda, hanya Dinda, kamu harus mengerti itu! Dia bahkan tidak ada di saat kamu terpuruk, jadi setelah ini kamu harus menjadi milikku. Lupakan gadis nakal itu, dan ayo kita kembali memulai semuanya dari awal,” ucap Dinda yang tidak akan ditanggapi oleh Reyhan yang sudah mabuk sepenuhnya.


Dinda berhasil memasukkan Reyhan ke mobilnya. Dia memberikan tip untuk Roni karena sudah membantunya.


“Terima kasih, Ron. Tolong jangan mengatakan apa pun pada siapa pun,” ucap Dinda.


“Baik, sama-sama.”


Setelah Roni kembali ke dalam, tiba-tiba saja ada mobil yang berhenti dan menghadang di depan mobilnya. Dinda yang baru saja akan masuk ke dalam mobil, tampak kesal melihat mobil yang berhenti seenaknya itu, tepat di depan mobilnya.


“Apaan sih! Minggir!” seru Dinda.


Namun, wajah Dinda berubah saat tahu siapa yang ke luar dari mobil itu.


“Maaf ganggu, kamu tidak perlu repot antar Reyhan, dia menghubungiku untuk menjemputnya tadi.”


"Tidak masalah, aku akan mengantar Reyhan pulang," jawab Dinda.


"Biar aku saja. Dia memintaku."


Tanpa permisi, Sean meraih tubuh Reyhan dan memindahkannya ke mobil miliknya, dan itu membuat Dinda merasa sangat kesal.


Sean sadar itu pasti membuat Dinda kesal, tapi, Reyhan yang sekarang sudah jauh lebih dewasa dan bijak setelah mempunyyai anak, berpikir jika akan tidak bagus jika seseorang melihat Reyhan bersama Dinda. Orang-orang saat ini sedang ramai membicarakan Reyhan, sedikit saja hal terjadi, pasti akan dijadikan mereka sebagai bahan berita.


Sean kembali terunhat kejadian beberapa menit sebelumnya …


Reyhan terus mengomel dan berusaha menghubungi Kyra. Tetapi, bukan nomor Kyra yang dihubunginya melainkan nomor Sean—sahabatnya.


“Sayang, apa kamu baik-baik saja? Aku sangat khawatir denganmu. Jika sesuatu terjadi padamu, katakan saja! Aku akan datang dan menyelamatkanmu.”

__ADS_1


“Rey? Aku bukan Kyra, aku Sean. Apa yang terjadi padamu?” Dari seberang sana, Sean bingung dengan ucapan Reyhan yang semakin rancau.


“Sayang, apa dia melukaimu? Jangan menangis, aku akan segera datang ke sana.”


“Hei, Rey? Apa kamu baik-baik saja?”


“Ya, aku baik-baik saja, Sayang. Aku tidak apa-apa. Aku ada di kelab biasanya, menunggu kabarmu. Aku tidak bisa pulang, aku di sini menunggumu.”


“Baiklah, aku akan ke sana.”


“Terima kasih, Kyra ku. Maafkan aku.”


Reyhan meletakkan ponselnya dan kembali meminum wine.


Kembali pada Dinda, dia terlihat kesal melihat Sean membawa pergi Reyhan dari sana. Beberapa kali kakinya dihentakkan saking kesalnya. Sudah susah payah Dinda membawa Reyhan ke mobilnya, tapi Sean dengan cepat membawa Reyhan pergi darinya.


“Sialan! Kenapa dia bisa tahu Reyhan ada di sini? Apa benar Reyhan yang menghubunginya? Argh! Rencanaku gagal.” Kesal Dinda yang tak bisa mendapatkan Reyhan malam ini.


Dinda pun mengemudikan mobilnya untuk pergi dari sana. Dia kembali ke rumah dengan perasaan yang begitu sakit. Apalagi selama membantu Reyhan, hanya nama Kyra yang diucapkan pria itu. Tidak sekalipun Reyhan menyebut namanya dalam keadaan tidak sadar. Sungguh menyakitkan, tetapi itulah yang terjadi.


Di rumah Kyra ….


Dirga duduk di ruang kerja yang ada di rumah putrinya. Tatapan matanya masih terpaku pada video viral yang semakin trending di dunia sosial media. Dirga merutuki sikapnya yang kurang memperhatikan Kyra selama ini. Penyesalan itu datang saat putrinya sedang tertarik pada pria yang usianya hampir sama dengannya.


Selain itu, Dirga sedang membuka isi pesan antara Kyra dan Reyhan. Ada banyak kalimat-kalimat manis yang dikirim Reyhan, tetapi ditanggapi biasa oleh Kyra. Pesan-pesan itu membuat Dirga semakin sakit hati saat tahu putrinya mulai menaruh hati pada pria itu.


“Sungguh terkutuk kamu, Reyhan!”


Di tengah kekesalannya, ponsel Kyra berdering. Nama Laras tertera jelas di layar itu dan panggilan pun terhubung saat Dirga menggeser ikon hijau.


“Kyra, apa yang terjadi? Apa kamu bisa menjelaskannya pada Mami?” tanya Laras di seberang sana dengan suara cemas.


“Kamu melihat video itu?” Suara Dirga membuat Laras bertanya kenapa ponsel putrinya ada di tangan dia.


“Di mana Kyra? Kenapa ponselnya ada sama kamu?”.

__ADS_1


“Kyra ada di kamar, aku baru saja memergoki dia datang bersama pria itu. Pria yang ada di video viral hari ini.”


“Jadi, kamu sudah tahu mengenai hal ini? Bagaimana Kyra sekarang?”


“Aku sudah memberi peringatan pada pria itu dan Kyra. Aku menolak keras hubungan mereka. Aku juga akan menjaga Kyra dengan tinggal di rumah ini.”


“Begitu rupanya, baiklah jika kamu sudah bisa mengaturnya. Apa Kyra baik-baik saja sekarang?” Laras terdengar khawatir dengan keadaan anaknya.


“Dia ada di kamar, aku menyuruh Kyra untuk menenangkan dirinya. Aku tahu ini pasti berat, tetapi aku akan berusaha untuk membuat Kyra mengerti.”


“Ya, jaga anak kita. Baiklah kalau begitu, aku akan menghubungi Kyra lagi setelah dia bisa berbicara denganku.”


“Ya, akan kusampaikan.”


Setelah panggilan itu berakhir, kini Dirga menghubungi orang suruhannya untuk menghapus semua video yang sedang viral beserta jejak online yang bisa didapatkan pada suatu hari nanti.


Dirga sungguh tidak ingin malu dengan hubungan yang tidak baik itu. Bagaimana dia akan meletakkan kehormatannya saat semua orang tahu anaknya berhubungan dengan seorang duda dan pria itu memiliki usia yang jauh di atas Kyra.


“Apa kamu bisa melakukannya? Jangan tinggalkan jejak sedikitpun di sana! Aku tidak ingin ada yang tahu, termasuk para pemegang saham.”


“Bisa, Tuan. Segera kami kerjakan.”


“Jangan terlalu lama! Aku tidak ingin berlarut-larut. Aku akan menyelesaikannya dengan pria itu!”


“Baik, Tuan. Akan kamu berikan kabar setelah selesai.”


Setelah itu, Dirga berjalan ke kamar Kyra. Dia ingin memastikan keadaan putrinya.


Sampai di kamar, Dirga melihat kamar Kyra tak berbentuk. Semua berantakan dan cermin di meja riasnya pecah. Dirga melihat Kyra sedang terlelap di atas tempat tidurnya, wajahnya sembab dan terlihat lelah.


Pria itu menghela napas dan berjalan ke lantai dasar untuk memanggil pelayan.


“Bersihkan kamar Kyra, jangan sampai dia terbangun. Pastikan semua bersih, besok pagi aku tidak ingin melihat dia terluka karena pecahan kaca. Buang meja rias yang tak lagi utuh di sana.”


“Ba-baik, Tuan.”

__ADS_1


Dirga kembali melangkah ke ruangannya, kali ini dia membaringkan tubuh di tempat tidur dan menatap langit-langit kamar. Pikirannya tidak tenang sampai Kyra bisa melupakan Reyhan.


__ADS_2