Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Tunangan Sebelum Menikah


__ADS_3

Dengan wajah bahagia Reyhan dan Kyra pulang dari rumah Lusi. Kyra tidak sabar untuk menceritakan semua yang terjadi pada maminya–Laras.


Tiba di rumah Laras, senyum di wajah Reyhan dan Kyra memudar saat melihat mobil Dirga terparkir di sana. Sebagai seorang pria, terlebih lagi tengah memperjuangkan cintanya, Reyhan meyakinkan Kyra jika semuanya baik-baik saja. Reyhan lebih dulu keluar dari mobil, lalu membukakan pintu mobil untuk Kyra yang masih merasa ragu dan takut untuk keluar. Kyra takut jika ayahnya akan kembali marah, tetapi Reyhan terus saja meyakinkannya.


"Ky, semuanya harus dihadapi. Ayo hadapi bersama!" ajak Reyhan kembali mengulurkan tangannya yang perlahan disambut oleh Kyra.


Baru saja mereka masuk ke dalam rumah, tatapan semua orang yang tengah duduk di ruang tamu, tertuju pada Kyra dan Reyhan.


Kyra sontak melepaskan tautan tangan mereka saat melihat kehadiran Dirga di sana.


"Sayang, tidak apa-apa. Ada Mami." Laras yang mengerti situasi Kyra, menghampiri Kyra dan berbisik di telinga Kyra.


Laras sedikit tersenyum pada Reyhan, mengisyaratkan jika semua baik-baik saja. "Duduklah, Rey!" sahut Geral.

__ADS_1


Laras dan Kyra duduk di sofa yang sama, begitu juga Reyhan dan Geral. "Papi ingin bicara dengan kalian berdua," ucap Laras pada Kyra dan Reyhan, tetapi matanya memberi kode pada Dirga yang masih terdiam ragu untuk bicara.


"Pi, ada apa?" tanya Kyra berusaha tenang.


"Apa yang kau inginkan dari putriku?" tanya Dirga masih sedikit dingin menatap Reyhan.


"Sama seperti yang aku katakan pada Tamte Laras. Aku tahu kalian menyayangi Kyra. Aku tahu kalian juga pastinya menginginkan pria yang baik untuk mendampingi Kyra. Mungkin aku bukanlah pria yang sempurna, tapi aku akan berusaha melakukan semua yang terbaik, dan menjadi yang terbaik untuk Kyra. Aku hanya ingin dia menjadi pasanganku, menjalani hari-hari bersamaku. Untuk itu, aku, Reyhan Kalingga, meminta restu pada kalian semua agar bisa bersama Kyra. Aku akan membuktikan pada kalian jika aku akan selalu membahagiakan Kyra," ucap Reyhan selalu dapat membuat Kyra terharu dan merasa sangat bahagia mendengarnya.


Kyra yang tak ingin Reyhan berjuang sendirian, bangkit dari duduknya, menghampiri Dirga dan duduk di samping Dirga. "Pi, aku tahu bagi Papi aku pasti masih kecil. Tapi aku bisa merasakan semua perasaan itu, Pi. Aku nyaman bersamanya, aku merasa terlindungi, aku tidak lagi merasa kesepian. Aku merasa bahagia bersamanya. Tolong restui hubungan kami," pinta Kyra turut membuat Reyhan merasa terharu.


Laras dan Geraldy yang melihat itu tersenyum. Mereka ikut merasakan cinta yang ada antara Kyra dan Reyhan. Meski terpaut usia yang jauh berbeda, tetapi keduanya terlihat akan saling dapat melengkapi. Benar-benar menjadi pasangan yang serasi di mata mereka.


"Bagaimana jika nanti kau menyakiti Kyra?" tanya Dirga tegas.

__ADS_1


"Kalian bisa melakukan apa pun padaku dan aku siap menerimanya. Namun, aku akan memastikan itu semua tidak akan pernah terjadi," jawab Reyhan dengan lantang.


"Baiklah, aku merestui hubungan kalian," ungkap Dirga membuat semua orang tersenyum lega mendengarnya terlebih lagi Kyra yang langsung memeluk Dirga.


"Terima kasih, Pi. Terima kasih Mami, Papa Geraldy. Terima kasih," ucap Kyra merasa sangat bahagia saat akhirnya hubungannya dan Reyhan bisa berjalan dengan restu orang tua mereka.


"Maaf jika sebelumnya Papi begitu egois." Dirga dengan tulus mengatakan semua itu.


"Aku sayang Papi, aku sayang kalian semua," jawab Kyra dengan senyum yang begitu cerah di wajahnya.


"Papi merestui hubungan kalian, tetapi bukan bearti Papi akan mengizinkanmu menikah di usia muda," ucap Dirga kembali membuat suasana menjadi tegang.


"Kalian boleh bersama, tetapi belum boleh menikah. Kyra harus menyelesaikan pendidikannya terlebih dulu, dan selama itu juga aku ingin melihat bagaimana keseriusanmu pada Kyra," sambung Dirga beralih menatap Reyhan yang dengan mantap menganggukkan kepala.

__ADS_1


"Baiklah. Semua sudah setuju. Bagaimana jika kita mengikat Kyra dan Reyhan dengan bertunangan. Kalian setuju? Aku pikir itu ide yang bagus. Kalian bisa bertunangan dulu dan menikah setelah nanti Kyra mendapat gelar sarjana," sahut Geraldy menambah senyum di wajah Reyhan dan Kyra.


Aku setuju," jawab Reyhan penuh semangat menjawabnya, membuat semua orang tertawa.


__ADS_2