Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Ingin Bertemu Kyra


__ADS_3

Kyra sedang memberikan obat kepada Papi beberapa menit yang lalu. Baru saja papinya terlelap, tiba-tiba pelayan yang berbeda dari sebelumnya datang. Memberi tahu Kyra jika di depan ada tamu yang mencarinya.


"Non Kyra, di bawah ada yang datang mencari Non Kyra!" ucap pelayan iti memberitahu Kyra.


Mendengar hal itu, Kyra merasa aneh, kenapa tamunya datang ke sini? Padahal tiada satu orang pun yang mengetahui latar belakang keluarganya selain orang dekat.


"Siapa, Bi?" tanya Kyra.


"Saya tidak tahu, Nona. Saya lupa bertanya namanya," jawab pelayan.


"Baiklah. Bibi bisa kembali melanjutkan pekerjaaan Bibi, terima kasih," ucap Kyra.


"Ah, apa jangan-jangan dia pria tua menyebalkan itu? Bagaimana mungkin dia bisa kemari?" pekiknya kesal karena teringat dengan Reyhan yang akhir-akhir ini terasa menjadi parasit di dalam hidupnya.


Segera Kyra menyambar tasnya, dan langsung turun ke lantai bawah. Disusul oleh pelayan yang masih mengikuti di belakangnya.


Sampai di lantai satu, Kyra akhirnya bisa bernapas lega. Ternyata tamunya bukan Reyhan, melainkan maminya sendiri.

__ADS_1


"Itu, Bi?" tanya Kyra memastikan. "Itu Mamiku! Dia tadi sudah menjenguk Papi, dan kembali turun ke bawah karena ada yang menelepon!" jelas Kyra sembari cekikikan, karena berpikir mungkin saja pelayan yang ini belum melihat Laras.


Bibi mengangguk, kemudian kembali berkata: "Non, bukan itu, tapi tamunya ada di luar. Tadi, dia bilang ingin bertemu Tuan Dirga, tapi karena sudah tertidur, katanya lebih baik Non Kyra yang menjumpainya," pungkas pelayan sebelum akhirnya berpamitan untuk ke belakang, melanjutkan pekerjaannya.


"Mamiii, siapa yang menelepon?" panggil Kyra kemudian mendekati maminya, sekejap dia berusaha melupakan rasa penasarannya kepada siapa tamu yang ingin bertemu Papinya.


"Papanya Bayu. Ah, ya, Kyra! Kenapa kamu tidak menghubungi Mami? Mami sangat khawatir!" Laras bertanya tentang hal yang sebelumnya membuatnya cemas.


Gadis berusia tujuh belas tahun itu malah cengengesan, dia sebetulnya malas menceritakan kenapa bisa sampai lupa, dia pun segera memberikan nomor telepon barunya pada Mami.


Ketika Mami sibuk menyimpan nomor baru Kyra, anak gadisnya malah celingak-celinguk ke halaman rumah karena sekarang dirinya merasa penasaran akut dengan tamu itu.


Laras mengangguk. Dia membiarkan anak gadisnya berjalan keluar untuk menemui tamu itu. Laras mengekori di belakang, sekalian dia hendak pulang karena sebelum Kyra sampai di ruangan ini, suaminya menelepon supaya segera pulang karena ada urusan.


"Aih, ternyata benar dugaanku! Dia memang pria menyebalkan itu! Kenapa nekad ke sini? Apa benar dia tamu Papi?" tanya Kyra sembari berjalan dengan tegap menghampiri Reyhan yang tengah diam di halaman rumah. Di sampingnya ada dua perempuan yang sedari tadi mengusiknya.


"Kenapa mau betemu Kyra? Ada hubungan apa Anda dengannya?" Pertanyaan yang terdengar sangat konyol dan tidak menjaga privasi itu keluar dari lisan Inggrid.

__ADS_1


"Kenapa Anda bisa mengenali Kyra?" Sandra ikut-ikutan bertanya mengenai apa yang terjadi.


Kyra mendengus kesal. Ibu tiri dan saudari tirinya memang aneh, selalu ingin tahu apa pun yang berkaitan dengannya. Apakah mereka segabut itu sehingga mau mengusik hidup orang lain?


Sengaja Kyra menginjak lantai dengan cukup keras supaya suara sepatu-nya terdengar hingga ke ke telinga Reyhan dan dua perempuan mengebalkan itu.


Berhasil, ketiganya menoleh ketika mendengar suara kaki Kyra yang jelas terdengar.


Melihat Kyra, Reyhan langsung tersenyum bahagia karena akhirnya dia bisa menemui gadis cantik itu. Kerinduannya perlahan mulai terobati. Senyum yang begiti tulus terlihat darinya menatap Kyra dengan tatapam berbinar bahagia.


"Kyra!" panggil Inggrid sok manis karena di sana ada Reyhan. "Pria tampan ini mencarimu, Sayang!" ujarnya membuat Kyra ingin muntah sekarang juga. Ibu tirinya benar-benar serupa dengan ibu tiri yang berperan menjadi antagonis di film atau drama.


"Kenapa kamu bisa kenal dengan Reyhan?" tanya Inggrid, sangat penasaran membuatnya tak sabar untuk melontarkan pertanyaan itu.


"Kalian, teman kerja?" Sandra ikut-ikutan bertanya padanya.


Kyra muak sekali dengan kedua perempuan ini. Ingin rasanya membentak dan membuang jauh-jauh parasit yang menjengkelkan baginya.

__ADS_1


"Aku ...." Kyra tiba-tiba kehabisan ide, dia bingung mau menjawab apa karena kepalanya sekarang terasa buntu, sama seperti Reyhan yang sebelumnya bingung menjawab apa.


__ADS_2