Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Bali


__ADS_3

Baru saja Reyhan ingin menyusun rencana untuk bisa bertemu lagi dengan Kyra, tetapi pagi ini dia mendapatkan kabar dari orang suruhannya yang mengawasi Kyra. Orang tersebut mengatakan pada Reyhan bahwasanya Dirga membawa pergi Kyra dari ibukota. Sialnya, orang tersebut tidak tahu kemana Dirga membawa Kyra pergi.


"Pastikan ke mana Dirga membawa kekasihku pergi. Jangan sampai kamu tidak mendapatkan informasi itu." Reyhan tampak kesal karena Dirga sungguh ingin menjauhkan Kyra darinya.


"Baik,Tuan. Saya akan berusaha mendapatkan informasi mengenai kepergian mereka."


Setelah itu, Reyhan terlihat memijat keningnya dengan pikiran yang tidak bisa fokus. Keberadaan Kyra sungguh membuatnya frustasi, Sepertinya dia mulai menyadari tentang perasaan yang sesungguhnya.


Tidak lama setelah itu terlihat Dinda masuk ke ruang kerja Reyhan tanpa izinnya. Dinda menghampiri Reyhan untuk membahas masalah foto viral mereka saat keluar dari Kelab malam. Bukannya mendapat sambutan yang baik oleh Reyhan, Dinda justru mendapatkan amarah dari pria itu. Benar saja, Dinda memang datang di saat yang tidak tepat, di mana Reyhan dalam keadaan frustasi dan stres memikirkan kekasihnya.


"Rey, aku bisa membantumu untuk keluar dari masalah Berita viral yang sedang beredar di dunia maya. Itupun Jika kamu tidak keberatan, Bahkan aku akan melakukan dengan senang hati, hanya saja ...." Dinda menahan kalimatnya dan pria di hadapannya itu merasa jengah.


"Sebaiknya kamu pergi, Dinda. Aku sedang dalam kondisi yang tidak ingin membuatmu semakin terlihat buruk. Bukankah kamu tahu bagaimana jika aku sedang marah, sejujurnya aku bisa saja melakukan semuanya tanpa bantuanmu. Jadi, Jangan membuang waktumu hanya untuk membuatku berpikir kamu masih seperti Dinda yang pertama kali aku kenal."


Dinda yang mendengar itu hanya bisa terdiam, rasa gugup mulai menyelimutinya saat Dinda merasa sikap Reyhan yang tempo hari baik padanya sekarang menjadi tidak bersahabat lagi.


Apa dia mengetahui semua itu? Batinnya.


Lagi-lagi rencana Dinda gagal untuk mendapatkan Reyhan. Dinda terlihat mengepalkan tangannya lalu menghentakkan kakinya sekali dan pergi dari sana tanpa berkata apa pun pada sang pemilik ruangan.


Reyhan ingin kembali fokus untuk mencari keberadaan kira saat ini. Jika memang Dirga berniat untuk memisahkan mereka Reyhan tentu tidak memiliki pandangan, ke mana pria itu membawa kekasihnya.


***


Di sisi lain.


Dirga baru saja selesai mengemas barang yang akan dibawa untuk berlibur ke Bali bersama putrinya. Dirga senang akhirnya Kyra mau pergi berlibur bersamanya hari ini. Rencananya mereka akan berada di Bali selama satu minggu penuh. Selain berlibur, Dirga juga berniat untuk membuat putrinya melupakan Reyhan. Dirga ingin liburan kali ini, seluruh perhatiannya tertuju pada Kyra.


Tidak ingin Kyra merasa kesepian, Dirga memberikan kejutan lainnya dengan mengajak Andini dan Silva. Mereka turut serta untuk membantu Kyra melupakan masalahnya dengan reyhan.


Namun, Dirga tidak langsung memberitahu Kyra jika teman-temannya ikut. Dirga mengirimkan orang untuk menjemput keduanya dan langsung bertemu di bandara.


“Sayang, apa semua sudah siap?” tanya Dirga memastikan tidak ada yang tertinggal.


“Sudah, Pi.”

__ADS_1


Wajah Kyra masih sembab karena menangis beberapa hari ini.


Saat keduanya berada di mobil, Dirga masih menatap putrinya sebelum mereka berangkat.


“Sayang, bisakah Papi mendapatkan senyuman?”


Kyra tersenyum meski hanya sekilas.


Sampai di bandara, Kyra terkejut saat Andini dan Silva berlari menghampirinya. Mereka saling berpelukan dan bahagia karena bisa berlibur bersama.


“Papi yang ajak mereka?” tanya Kyra dengan senyum yang beberapa hari ini sirna.


“Ya, kamu senang? Mereka akan menemanimu selama di Bali.”


"Tentu saja aku sangat senang, terima kasih, Pi."


Tidak lama setelah itu, pesawat mereka siap untuk lepas landas. Dirga duduk dengan tenang saat tahu anaknya tidak lagi mencemaskan masalah di Jakarta.


Sampai di Bali, ketiganya sempat berteriak bersama dan menyebut nama pulau itu. Dirga menyiapkan semua dengan baik, bahkan tidak ada yang kurang dari liburan mereka.


“Ra, kenapa? Kok cemberut?” tanya Andini yang sadar dengan ekspresi Kyra.


“Nggak papa,” jawabnya tanpa menatap Andini.


Sampai di hotel, Kyra seperti melihat sosok yang dikenalnya. Namun, pikirannya menepis hal itu. Kyra berpikir itu hanya halusinasinya saja karena teringat dengan Reyhan dan teman-temannya.


“Ra, ada apa sih? Kok diem saja?” Kali ini Silva yang menyadarkan Kyra.


“Maaf, jadi … kita ke kamar yuk!” Kyra melanjutkan langkahnya menuju lift.


“Sayang, kamar kalian ada di samping kamar Papi, jika kalian membutuhkan sesuatu bisa langsung ke kamar Papi, ya?”


“Siap, Pi. Makasih ya? Kyra capek, jadi … bisa kita jalan-jalannya agak nanti?”


“Semua terserah padamu, Sayang. Jika kalian sudah siap untuk berkeliling, Papi akan langsung menghubungi pihak hotel untuk membantu kalian."

__ADS_1


“Wah, makasih, Om.”


“Sama-sama. Kali ini jaga Kyra di kamar ya? Kalau lapar langsung pesan makanan saja, nanti tagihannya langsung ke Om.”


Kedua teman Kyra menaikkan ibu jari bersamaan. Lalu, Dirga pun kembali ke kamarnya meninggalkan ketiga gadis yang kini berada di kamar dan menikmati suasana di sana.


Di hotel yang sama, tepatnya di lobi. Jenny dan Naura tersenyum senang melihat Kyra sadar kehadiran mereka. Ya, Sean dan rombongannya juga ada di hotel dan tempat yang sama dengan Kyra.


“Rencana kita berjalan bagus,” ujar Naura pada Jenny.


Reyhan menatap curiga pada teman-temannya, di saat pikirannya sedang bingung mencari keberadaan Kyra, Reyhan dipaksa untuk ikut ke Bali. Alih-alih mengikuti keinginan Sean yang sudah lama tidak pergi ke Bali, Reyhan setuju karena mendapat ancaman perkara saham yang akan ditarik jika menolak.


“Menjadi yang paling kaya itu menyenangkan. Jadi, kita akan bersenang-senang di sini, Rey. Termasuk dirimu,” ujar Sean menepuk bahu temannya.


“Benar sekali! Kita akan bersenang-senang di sini,” sahut Niko yang juga tahu rencana dari temannya.


“Kalian ini mencurigakan, memangnya ada apa dengan hotel ini? Bukankah kita biasa menyewa resort atau pergi ke villa milikmu?” Reyhan seakan curiga pada teman-temannya.


Semua tertawa dan menepuk-nepuk bahu Reyhan. Dalam hati Sean pun berkata, “Jika bukan karena Dirga dan anaknya di sini, aku tidak akan datang ke hotel ini.”


Sementara itu, Naura yang tahu isi hati suaminya hanya bisa tersenyum.


Mereka berasa dilantai yang sama dengan kamar Kyra dan Dirga, tetapi bukan Sean namanya jika tidak bisa mengakali dengan kekuasaannya.


Seorang pelayan hotel mengetuk pintu kamar Dirga dan membuatnya terganggu.


“Ada apa?” tanya Dirga yang merasa tidak memesan apa pun.


“Maafkan saya, Tuan Dirga. Manager hotel ingin berbicara dengan Anda.”


Dari belakang pelayan itu terlihat sosok wanita yang tampak cantik dan anggun. Dia menundukkan kepala sekilas untuk memberi hormat pada Dirga.


“Ada apa ini?” tanya Dirga tidak bisa bersabar lagi.


“Maafkan atas gangguan ini, Tuan. Sebenarnya kamar ini tidak layak untuk disewakan, pelayan kami melakukan kesalahan dengan memberikan kamar ini untuk Anda. Sebagai gantinya, kami akan memberikan kamar terbaik yang ada di atas untuk Anda. Dan kami akan memberikan potongan juga cashback. Harap Tuan Dirga bisa memaklumi ini.”

__ADS_1


“Apa? Pindah kamar?”


__ADS_2