
Kyra tidak pernah tahu jika liburannya di Bali akan membuat dua wanita yang memusuinya selama ini menjadi sangat cemburu. Karena mereka pikir Kyra sengaja melakukan liburan bersama dengan Dirga, tanpa mengajak mereka untuk ikut serta. Jika saja Sandra tidak melihat postingan yang diunggah teman Kyra di sosial media miliknya, maka Sandra tidak akan pernah tahu betapa liciknya Kyra untuk mengambil waktu Dirga dari mereka.
Sedangkan Kyra yang baru sampai di bandara, segera memesan taksi untuk mengantar kedua sahabatnya, dia dan Dirga berpisah di bandara, karena Dirga masih memiliki urusan, sehingga harus segera kembali ke perusahaannya. Sebab mereka memang mengambil penerbangan pagi untuk kepulangan mereka kali ini.
“Sayang, Papi harus ke kantor sekarang, Jadi Papi enggak bisa mengantar kamu ke rumah. Kamu hati-hati di jalan, ya!” pesan Dirga sebelum pergi menaiki mobil yang menjemputnya. Meninggalkan Kyra dan teman-temannya di bandara.
“Iya, Pi. Papi juga hati-hati di jalan. Kyra bakal antar teman Kyra dulu. Kalau Kyra sudah sampai ke rumah, Kyra akan langsung kasih kabar ke, Papi.” Kyra hanya menatap kepergian ayahnya dengan tatapan hampa.
“Yuk, aku sudah capek banget. Sekarang aku akan antar kalian dulu, mungkin aku akan mampir buat istirahat di rumah kamu, Silva.” Kyra tidak berniat untuk segera kembali ke rumahnya, karena tidak ada yang menunggunya di sana.
“Oke, kau boleh kok datang ke rumah aku kapan saja. Orang tua aku pasti senang kalau kamu main ke rumah. Jadi pintu rumah aku pasti akan selalu terbuka untukmu,” jawab Silva yang sama sekali tidak keberatan dengan kedatangan Kyra di rumahnya.
Setelahnya mereka sekali lagi taksi untuk mengantar mereka ke tujuan masing-masing. Selama di perjalanan, Kyra akan menghabiskan waktunya untuk mengobrol sama teman-temannya. Sehingga perjalanan mereka tidak terasa begitu panjang dan membosankan.
__ADS_1
“Terima kasih karena sudah mengantarkan aku kembali sampai ke rumah, Ky. Kalian hati-hati, ya. Kalau sudah sampai langsung kabari aku,” ucap Andini yang memang akan lebih dulu sampai berdasarkan rute perjalanan mereka.
“Sama-sama. Oke. Kamu istirahat saja dulu, sampaikan salam kami buat orang tua kamu, Din,” jawab Kyra dan Silva saat mereka akan berpisah dengan Andini.
Hingga akhirnya mereka sampai ke rumah Silva. Kyra segera menurunkan kopernya karena Kyra berniat beristirahat di rumah Silva. Kedatangannya tentu saja sudah sampai dengan hangat oleh kedua orang tua Silva. Kyra juga bisa beristirahat dengan lebih tenang di rumah temannya tersebut.
***
Sedangkan Sandra saat ini tampak menghampiri ibunya dengan marah. Karena mereka menyadari jika kepulangan Kyra, sama dengan jadwal kepulangan Dirga dalam perjalanan bisnisnya di Bali. Membuat Sandra semakin kesal karenanya.
Inggrid yang melihat foto liburan Kyra dan teman-temannya di Bali, juga tidak bisa menutupi raut kesal di wajahnya. Padahal dia sudah berusaha keras untuk menjauhkan Dirga dari Kyra, hanya agar Sandra mendapat perhatian lebih dari Dirga. Demikian, mereka bisa menikmati kekayaan Dirga dengan lebih leluasa.
“Mama juga enggak menyangka kalau kali ini kita bisa kecolongan. Tapi kamu tenang saja, Mama pasti akan memikirkan cara untuk membuat Kyra semakin jauh dari Papinya” ucap Inggrid untuk menenangkan Sandra. Sekaligus memikirkan langkah selanjutnya untuk membuat Kyra dan Dirga semakin jauh.
__ADS_1
Dirga yang kebetulan harus pulang untuk mengambil sebuah berkas penting yang tertinggal di ruang kerjanya, tanpa sengaja mendengar obrolan yang dilakukan oleh Sandra dan Inggrid. Dirga akhirnya urung untuk kembali ke kantor secepatnya, sebab Dirga ingin tahu apa isi pembicaraan Sandra dan Inggrid.
“Apakah Mama sudah tahu apa yang harus kita lakukan untuk merusak hubungan Papa dan Kyra? Karena aku semakin muak setiap kali Kyra menghinaku di depan teman-temanku, Ma. Jadi Mama harus pikirkan cara untuk membuat Kyra tak lagi muncul di sekitar kita secepatnya. Aku sangat membencinya,.” Sandra mengucapkan semuanya dengan penuh kebencian yang tampak di matanya. Sebab selama ini Sandra memang sudah terlalu muak mendengar ejekan Kyra kepadanya.
“Tentu saja Mama sudah punya rencana, Sayang. Karena semua ini adalah hasil dari perbuatan Kyra sendiri. Jadi, kita tidak perlu bersusah payah untuk memikirkannya lagi. Kita cukup memancing emosi Papa kamu, agar hubungannya dan Kyra semakin hancur.” Inggrid mengatakan semuanya dengan santai, seolah segala yang terjadi sudah berada di bawah kendalinya.
“Aku tahu kalau Mama pasti enggak akan diam saja, membiarkan Kyra semakin berlagak sombong di depan kita. Tapi, aku tidak mengerti, apa maksud Mama jika semua yang terjadi nanti adalah hasil perbuatan Kyra sendiri? Aku ingin mendengar semua rencana Mama, agar aku bisa mempersiapkan kata-kataku dengan baik di depan Papa,” tanya Sandra yang sedikit tidak mengerti maksud ucapan ibunya.
“Dasar kamu ini, apa kamu sudah lupa kalau Kyra memiliki skandal cinta dengan seorang duda? Kita bisa memanfaatkan semua ini, untuk membuat Papa kamu semakin marah pada Kyra. Dengan begitu, hubungan antara ayah dan anak ini akan hancur dengan sendirinya tanpa kita harus bersusah payah di dalamnya. Apa sekarang kamu sudah mengerti?” jawab Inggrid pada Sandra.
Inggrid memang sudah memikirkan semua ini matang-matang, Karena sekarang Inggrid sudah tidak sabar untuk melihat kehancuran Kyra, dan merasa kalau saat ini adalah waktu yang tepat untuk menjalankan rencananya, Inggrid segera mengatakan semua rencananya kepada Sandra, agar mereka bisa mengambil bagian mereka masing-masing dengan baik. Saat Kyra sudah tidak ada di rumah ini lagi, maka Inggrid akan merasa lebih tenang.
“Wah, rencana Mama memang paling hebat. Aku bahkan lupa soal kelemahan Kyra ini. Mama tenang saja, aku pasti bisa melakukan bagianku dengan baik. Karena Mama tahu, kan, kalau Papa tidak akan pernah menolak kehadiranku di sisinya. Aku benar-benar enggak sabar melihat Kyra menjauh dari kita terutama papa.” Rasanya hari ini waktu berjalan dengan sangat lambat, karena Sandra sudah sangat tidak sabar untuk melaksanakan rencana mereka.
__ADS_1
“Oh, jadi ini yang kalian lakukan di belakangku? Aku tidak menyangka jika selama ini putriku dimusuhi oleh orang rakus yang tidak tahu terima kasih seperti kalian! Sepertinya memang benar apa yang dikatakan oleh pepatah, jika kita harus mencari pasangan yang selevel dengan kita, sehingga hal seperti ini tidak akan terjadi.”
Saat Inggrid akan menjawab Sandra, saat itulah mereka sangat terkejut ketika mendengar suara Dirga sudah berada di belakang mereka. Membuat mata mereka seolah ingin keluar dari tempatnya ketika menyaksikan kehadiran Dirga yang tidak terduga.