
Dari mana Anda tahu rumahku?" tanya Kyra satu jam kemudian saat mereka sudah tiba di depan rumah Kyra.
"Aku tahu semua tentangmu. Sayang, berhentilah berbicara begitu kaku padaku, kita sekarang berpacaran!" Reyhan yang merasa risih dengan cara bicara Kyra, melayangkan protes. Karena menurutnya cara bicara Kyra terlihat kaku, tidak seperti pasangan.
"Siapa bilang kita berpacaran?" tanya Kyra terlihat enggan, membuat Rayhan sontak menatap tajam padanya.
"Jangan menguji kesabaranku," ucap Reyhan mengunci kembali pintu mobil, sebelum Kyra keluar dari mobil dan itu membuat Kyra seketika panik saat Kyra berpikir Reyhan akan kembali menciumnya.
"Buka!" pintanya menatap kesal pada Reyhan.
"Katakan dulu siapa aku dan siapa kamu!" titah Reyhan.
"Anda om-om mesum dan saya gadis yang baru saja lulus SMA," jawab Kyra membuat Reyhan yang turut merasa kesal mendekati Kyra dengan wajah yang lebih dulu bergerak maju.
"Kita berpacaran." Kyra yang semakin yakin Reyhan akan menciumnya dengan cepat mengatakan kalimat yang ingin Reyhan dengar.
"Itu baru benar," ucap Reyhan tersenyum membuat Kyra sedikit lega, tetapi sesaat kemudian mata Kyra terbelalak saat Reyhan mendaratkan satu kecupan singkat di bibirnya.
"Tolong jaga sikapmu!" bentak Kyra merasa marah saat Reyhan selalu saja dengan mudah menciumnya.
"Apa yang salah dengan sikapku?" tanya Reyhan datar.
"Kamu bilang jika kita berpacaran kamu akan mengikuti caraku, jadi berhentilah menciumku sesukamu. Aku bukan wanita dewasa seperti yang kamu pikirkan, aku juga bukan wanita murahan!"
__ADS_1
Reyhan yang mendengar itu jelas mengerti apa yang Kyra pikirkan, Reyhan menyesali sikapnya yang telah membuat Kyra menjadi salah paham. "Maaf," cicitnya.
"Aku tidak pernah menganggapmu wanita murahan, aku hanya merasa itu salah satu bukti jika kita punya hubungan spesial. Maaf jika caraku salah, teruslah seperti ini jika aku melakukan kesalahan. Tegur aku, tapi jangan menjauhiku," ucap Reyhan lebih jelas lagi.
Aku butuh kamu untuk bisa melupakan dia. Karena itu tolong jangan menjauh dariku. Aku tidak ingin kembali diselimuti perasaan sakit karena tidak bisa memiliki dia. Batin Reyhan dengan wajah tertunduk sedih.
Kyra terdiam mendengar ucapan Reyhan, terlebih saat melihat perubahan sikap Reyhan yang saat ini terlihat bersedih. Kyra yang melihat itu jadi bertanya-tanya ada apa sebenarnya dengan Reyhan? Jika saja hubungan mereka benar-benar nyata atas dasar suka sama suka, Kyra jelas akan bertanya dan mencari tahu jawaban atas pertanyaannya. Namun mengingat jika hubungan yang terjadi antara mereka adalah keinginan sebelah pihak, Kyra hanya bisa diam menyimpan semua pertanyaan yang ada di benaknya, sebab Kyra berpikir jika dia tidak berhak untuk ikut campur dalam urusan Reyhan.
"Aku akan masuk. Sekarang kamu pulang lah," ucap Kyra yang tidak tahu harus menanggapi seperti apa.
"Aku akan pulang, tapi aku ingin kamu berjanji satu hal."
Kyra menatap Reyhan dengan tatapan penuh selidik, terlebih saat pria itu meminta sesuatu, sebab Kyra selalu saja berpikiran buruk jika itu berhubungan dengan Reyhan si pemaksa.
Reyhan tersenyum, tanganya lagi-lagi terangkat mengusap lembut kepala Kyra. Sikap Kyra yang selalu berhati-hati saat berdekatan dengannya dan selalu bersikap jutek, sama sekali tidak membuat Reyhan tersinggung. Pria itu justru merasa senang melihat Kyra yang tidak terlihat berpura-pura menyukainya. Semua hal yang gadis itu lakukan benar-benar terlihat tulus.
Kyra bukanlah Maria, tetapi kehadiran Kyra mampu membuat Reyhan merasa tenang dan senang. Kehadiran Kyra juga mampu membuat Reyhan tak lagi diselimuti kesedihan, meskipun Reyhan akui cintanya masih untuk Maria.
"Aku hanya ingin kamu berjanji untuk tidak menjaga jarak dariku. Ingat. Aku kekasihmu. Jika aku salah, maka tegur aku. Jangan lari dari masalah, kita hadapi semuanya bersama. Sekarang ada aku yang akan selalu ada untukmu," ucap Reyhan yang selalu mampu membuat Kyra merasa istimewa.
"Baiklah. Aku janji. Sekarang buka kuncinya, aku lelah dan ingin istirahat," ucap Kyra berusaha secepat mungkin menjauh dari Reyhan saat Kyra mulai merasa keadaan jantungnya tidak aman jika semakin lama mendengar ucapan manis Reyhan.
Reyhan menuruti apa yang Kyra minta. Kyra dengan cepat membuka pintu mobil dan bersiap keluar, tetapi Reyhan menahan tangannya.
__ADS_1
"Apa lagi?" tanyanya kesal.
"Boleh aku menciummu?"
"Ap…."
"Hanya di sini." Reyhan bergerak cepat menarik sedikit tengkuk Kyra lalu mendaratkan satu kecupan di dahi Kyra yang terdiam membeku dibuatnya.
"Tidak akan melakukan lebih tanpa izinmu, aku janji," ucap Reyhan tersenyum dengan begitu tulus, membuat Kyra secara tidak sadar menganggukkan kepalanya.
"Pulanglah!" Kyra bergegas keluar dari mobil Reyhan, dan berlari masuk ke dalam rumah.
~Bersambung
***
**Hai kakak semuanya. Senang rasanya bisa balik ke rumah pertama, semoga kali ini keputusan yang tepat dan tidak mengecewakan. Oh iya kak, setiap tanggal 26 aku akan memberikan pulsa senilai 25 ribu untuk 10 orang pembaca teraktif di setiap bukuku. Aktif dalam artian membantu dengan apresiasi kaliam dalam bentuk like, komen, vote, hadiah dan dukungan lainnya. Yang jelas semakin banyak dukungan maka semakin semangat juga aku untuk nulis.
Meskipun aku nggak bisa balas satu2 komen kalian, tapi semua itu aku baca, tiap jam aku juga cek komen like dan dukungan dari kalian karena notif nya selalu masuk.
Yok Kak, like n komen nggak sulit kok, makasih juga kalau ada vote n hadiah.
Hadiah pulsa mulai bulan depan tanggal 26 berlaku, ya Kakak. Follow Igeeeh aku jangan lupa ya kak. Terima kasih😘🙏**
__ADS_1