
Kyra tidak pernah berpikir kalau ayahnya akan menginjakkan kakinya kembali ke rumah ya sudah dia tinggalkan. Kyra sudah terlalu lama tinggal sendirian, sehingga dia tidak bisa mengerti kenapa ayahnya datang ke kediamannya sekarang. Dirga juga tidak terlihat seperti biasanya, karena Dirga tampak sedih sekarang. Membuat Kyra bertanya-tanya, apa yang terjadi pada Dirga? Kenapa ayahnya terlihat begitu tidak bahagia?
“Papi? Kyra tidak tahu kalau Papi akan datang sore ini. Kenapa Papi ada di sini?” tanya Kyra penuh keheranan kepada Dirga.
Dirga yang mendengar pertanyaan dari putrinya, merasa hatinya semakin miris, sebenarnya, sudah berapa lama aku menelantarkan putriku sendiri? Hingga dia bahkan hanya merasa bingung melihat kedatanganku? Aku sungguh ayah yang berdosa, ratap Dirga di dalam hati.
“Iya, karena Papi sedang merindukan putri Papi ini, kenapa kamu pulang terlambat, Ky? Kamu dari mana?” tanya Dirga yang masih berpura-pura tidak tahu, sebab Dirga sudah mendengar semua cerita yang disampaikan oleh pengasuh Kyra kepadanya.
“Kyra dari rumah Silva, karena tadi Kyra kelelahan, jadi, Kyra istirahat sebentar di sana.” Kyra hanya menjawab seadanya, karena dia tidak pernah berpikir kalau ayahnya akan menanyakan semua ini kepadanya.
“Apa kamu marah pada Papi, Ky? Karena Papi meninggalkanmu tinggal sendirian di rumah ini?” ucap Dirga begitu hati-hati, sebab takut menyakiti perasaan Kyra.
“Papi kenapa? Tidak biasanya Papi akan bertanya seperti ini. Apa Kyra melakukan kesalahan pada, Papi?” jawab Kyra yang tidak menunjukkan ekspresi apa-apa. Sikap yang tetap terlihat tenang dan wajahnya tampak datar.
Saat itulah Dirga baru menyadari, bahwa dirinya sudah sangat lama tidak melihat senyuman di wajah putrinya itu. Rasa bersalah semakin besar di hatinya pada Kyra. Sebab, semua perubahan yang terjadi pada diri putrinya hari ini, merupakan campur tangan dari keegoisan dirinya dan juga mantan istrinya.
“Papi tidak apa-apa. Papi hanya ingin bicara dengan kamu dari hati ke hati. Papi ingin tahu apa yang Kyra rasakan ketika Papi tidak ada di sisi kamu. Apakah Kyra bersedia membagi cerita dan beban hatimu pada Papi, Sayang? Papi tidak akan menyelamu sama sekali.”
__ADS_1
“Papi ingin Kyra menjawab jujur? Kyra tidak yakin, apakah Papi akan senang mendengarnya.”
“Tentu saja tapi ingin, Kyra menjawab dengan jujur. Papi pasti akan mendengarkan semua keluhan Kyra hari ini.” Dirga sudah bertekad untuk menguak isi hati putrinya.
“Kyra terluka, Pi. Karena, Papi ataupun Mamu lebih banyak menghabiskan waktu Papi bersama keluarga baru kalian. Kyra kesepian di sini. Kira merasa kalau Papi dengan Mami sudah tidak mengharapkan Kyra lagi. Kalian bahkan tidak memantau perkembangan Kyra selama ini. Tapi sekarang Kyra sudah terbiasa, Kyra sudah tidak marah pada Papi dan Mami, karena Kyra tahu jika kalian terus bersama, hanya ada penderitaan yang akan menyelimuti keluarga kita. Kyra tidak lagi memimpikan keluarga kecil kita dulu. Setidaknya, Kyra masih memiliki sedikit kenangan indah di rumah ini. Karena itu, Kyra tidak pernah berpikir untuk pergi meninggalkan rumah ini, karena hanya ini satu-satunya pengingat bagi Kyra, jika Kyra sempat memiliki keluarga.”
Kyra mengatakan semuanya dengan air mata yang sudah tumpah membasahi pipinya. Kyra hanya ingin meluapkan sedikit rasa sesak yang selama ini selalu ada di hatinya. Sebab setegar apa pun dirinya, dia hanyalah seorang remaja yang masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya.
“Maafkan Papi, Sayang. Sekarang kita akan tinggal berdua di rumah ini. Papi akan menemani Kyra mulai sekarang. Papi bersalah padamu karena sudah bersikap begitu egois. Kamu mau memaafkan Papi dan memberi kesempatan pada Papi kan, Sayang?” tanya Dirga seraya memeluk tubuh Kyra dengan erat.
“Papi yakin? Lalu bagaimana dengan tante Inggrid dan Sandra? Bukankah mereka adalah keluarga, Papi sekarang?” tanya Kyra pada Dirga. Meskipun hatinya teriris saat mengatakan itu.
Mendengar semua itu dari ayahnya, hari Kyra merasa sangat bahagia. Semua kesedihan yang selama ini dirasakannya, sudah hilang, bersama keputusan tegas yang diambil Dirga untuk Inggrid dan Sandra. Sekarang Kyra bisa memiliki Dirga untuk dirinya sendiri. Kyra sangat bersyukur karena ayahnya akhirnya bisa sadar dari tipuan Inggrid dan Sandra.
“Tentu Kyra mau, Pi. Kyra sayang, Papi.” Kyra mengeratkan pelukannya pada Dirga. Dekapan yang sudah lama tidak Kyra rasakan lagi.
“Papi juga menyayangimu, Sayang. Kita akan memulai lembaran hidup kita yang baru. Hanya ada kamu dan Papi di sana.” Dirga akan membahagiakan bidadari kecilnya mulai sekarang. Anak kandungnya yang menjadi tanda cinta Dirga dan mantan istrinya.
__ADS_1
Kyra hanya menganggukkan kepalanya, karena kita tidak tahu harus mengatakan apa untuk mengekspresikan kebahagiaannya saat ini. Akhirnya, satu beban di hatinya hilang.
***
Beberapa minggu telah berlalu, sekarang semua orang sudah tahu jika ayahnya sudah bercerai dengan istri barunya. Kyra atau pun Dirga yang sebelumnya selalu menyembunyikan status Kyra sebagai putria Dirga Dwayne dan Larasati, sekarang terungkap, semua irang sudah mengetahui hal itu, untuk itu juga keamanan Kyra semakin diperketat. Berita perceraian itu tentu saja menggemparkan bagi orang-orang yang mengenalnya, termasuk juga para sahabatnya. Namun, Kyra sekarang tampak lebih ceria, karena Dirga lebih banyak menghabiskan waktu bersama Kyra.
Kyra juga masih sering berhubungan dengan Reyhan, tanpa sepengetahuan Dirga. Sebab saat ini Reyhan sedang memperjuangkan hubungan mereka di hadapan orang tuanya. Dia yang sangat bahagia, tidak pernah menyangka jika pada akhirnya akan bertemu dengan seseorang yang selama ini ingin dihindarinya.
Tetapi karena orang tersebut sudah ada di depan matanya, maka Kyra berniat untuk mengakhiri semuanya hari ini. Kyra tidak ingin mendapatkan hambatan dari orang itu ketika Kyra sudah memilih Reyhan sebagai pasangannya. Oleh karena itu, di sinilah mereka berada sekarang. Di salah satu kafe yang sering Kyra kunjungi bersama teman-temannya. Kyra bahkan sengaja meminta teman-temannya untuk duduk sedikit jauh dari mejanya sekarang. Sebab Kyra tidak ingin teman-temannya mendengar dan mengganggu pembicaraan mereka nanti.
“Apa kabar, Kyra. Sudah lama sekali kita tidak bertemu atau berkomunikasi. Membuat aku sangat merindukan adik kecilku ini,” ucap Bayu yang saat ini duduk di depan Kyra dan terus memperhatikan kecantikan yang dimiliki oleh adik tirinya tersebut.
Iya, pria itu adalah Bayu. Sebenarnya pertemuan mereka bukanlah sebuah kebetulan. Ketika Bayu menyadari Kyra menghindarinya, Bayu meminta beberapa orang untuk mengawasi Kyra. Agar Bayu bisa bertemu dengan kira seolah-olah hal itu hanyalah sebuah kebetulan semata.
“Kabarku baik-baik saja, Kak. Kak Bayu bisa melihatnya sendiri, kan? Karena aku sudah menikmati waktu bersama teman-temanku, Kak Bayu pasti tahu jika keadaanku sangat baik hanya dengan melihatnya.” Kyra hanya menjawab pertanyaan Bayu dengan cuek.
“Baguslah. Aku merasa tenang mendengarnya.”
__ADS_1
“Apa yang ingin Kak Bayu katakan kepadaku? Sampaikan saja sekarang, karena aku masih ingin menghabiskan waktu bersama teman-temanku.” Kyra tidak memberikan Bayu kesempatan untuk menunda pembicaraan mereka. Karena Kyra tahu jika Bayu hanya ingin menghabiskan waktu lebih lama bersamanya.