Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Pindah Kamar


__ADS_3

Di sisi lain, Dirga baru saja pindah ke lantai atas. Awalnya dia hanya kesal, tetapi akhirnya bisa menerima dengan berbagai bonus yang diberikan pihak hotel.


"Baru kali ini aku mengalami hal-hal seperti ini," gumamnya merasa kesal, tetapi mencoba untuk tenang.


Dirha yang bahkan tidak sempat berpamitan pada Kyra memutuskan untuk menghubungi Andini, Dirga meminta Andini menyampaikan pada Kyra jika Dirga pindah ke lantai atas.


Di balik kekesalan serta rasa bingung Dirga, ada beberapa orang yang tertawa puas. Akhirnya, mereka bisa melancarkan aksi untuk bisa kembali mempertemukan Reyhan dengan Kyra. Kamar yang sebelumnya ditempati Dirga, kini menjadi kamar Reyhan. Tentunya pria itu ada di sana seorang diri tanpa pasangan.


Di sisi kanan adalah kamar Niko dan Jenny, lalu selanjutnya kamar Sean bersama Naura. Awalnya Reyhan malas untuk berada di hotel seperti itu. Namun, Niko meyakinkan Reyhan, bahwa dia tidak akan menyesal mengambil kamar itu.


Reyhan yang saat ini sendirian di kamarnya hanya bisa termenung, itu menjadi kebiasaan Reyhan saat dia tengah sendiri, memikirkan Kyra dan mencari cara untuk mendapat restu dari Dirga adalah hal yang Reyhan akan perjuangkan. Reyhan akui jika niat awalnya mendekati Kyra, salah. Untuk itu Reyhan akan memperbaiki semuanya, Reyhan tidak ingin kehilangan Kyra dan kembali merasakan hal yang sama seperti yang dulu Reyhan rasakan saat kehilangan Maria.


Reyhan sadar jika apa yang teman-temannta katakan benar, untuk tidak melakukan kesalahan yang sama kedua kalinya.


Tunggu aku, sayang. Aku akan memperjuangkan perasaanku dan cintaku, aku akan membuktikan jika aku layak untukmu. Batin Reyhan.

__ADS_1


***


Di kamar tempat Kyra berada. Gadis itu hanya menghabiskan waktunya dengan duduk di dekat jendela dengan menghadap ke pantai. Di sana Kyra bisa melihat pemandangan para pengunjung yang bahagia dengan kebersamaan. Kyra membayangkan dirinya dan Reyhan ada di sana. Sama seperti yang mereka lakukan saat berlibur ke pulau sebelumnya.


Tatapan mata Kyra terlihat kosong, wajahnya kembali sedih saat mengingat kenangan bahagia yang kini telah hancur.


Andini dan Silva mendekat lalu duduk di samping Kyra. Mereka mengusap bahu temannya mencoba membuat Kyra kembali seperti biasa.


“Ra, kamu mau ke pantai? Kan dekat tuh, kita ke sana saja tanpa bilang ke papimu,” ajak Silva.


“Lupa kalau kita di sini ditanggung sama Om Dirga," ucap Silva menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Kyra tersenyum beberapa saat lalu menatap dua temannya yang selalu bersemangat.


“Maaf ya? Seharusnya liburan ini untuk bersenang-senang. Bukan untuk mengenang yang sudah tidak ada lagi. Liburan kalian jadi tidak menyenangkan karenaku,” ucapnya.

__ADS_1


“Hah? Siapa yang nggak ada?” sahut Silva terkejut.


“Pikiranmu yang nggak ada,” timpal Andini kesal dengan sikap Silva.


Kyra kembali tersenyum tetapi tidak ada semangat yang bisa membuatnya ingin melanjutkan liburan itu, saat pikirannya tengah berkecamuk memikiran Reyhan dan semua hal yang terjadi padanya. Beberapa saat kemudian, ponsel Andini berdering, Dirga menyuruh anaknya untuk menghampirinya ke kamar. Tetapi, Dirga lupa memberitahu Kyra tentang kepindahannya lantai atas.


"Siapa?" tanya Kyra melihat tatapan Andini tertuju padanya setelah menjawab telepon seseorang.


"Om Dirga pindah ke lantai atas, dia minta kamu menemuinya di atas," ucap Andini membuat Kyra terdiam bingung mencoba mencerna ucapannya.


"Papi? Di lantai atas? Bagaimana bisa? Bukankah papi berada di sebelah?" gumam Kyra, tetapi tetap bangkit bergerak untuk memastikan semua itu, karena Kyra sangat sadar dan ingat betul jika sebelumnya papinya berada tepat di kamar yang ada di sebelahnya.


Kyra berdiri di depan pintu kamar, dan mengetuk beberapa kali. Hingga akhirnya pintu terbuka dan membuat Kyra membulatkan matanya.


"Kamu?" ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2