
Dinda menatap tak percaya pada Kyra. Dinda seolah tidak percaya jika akan semudah itu meminta bantuan pada Kyra. Sebelum memutuskan untuk menemui Kyra, Dinda sudah berpikir dan siap mengambil resiko jika pada akhirnya Kyra justru menentangnya, sebab Dinda pikir sangat jarang bahkan mungkin mustahil menemukan wanita yang tidak tertarik pada Reyhan Kalingga, tetapi ternyata Kyra benar-benar berbeda.
Penilaian pertama Dinda pada Kyra hanya sebagai gadis muda yang cantik. Namun, sekarang penilaian itu bertambah menjadi gadis cantik berhati baik. Ya, Dinda akui jika Kyra merupakan gadis cantik yang baik. Jika Kyra bukan wanita yang baik, Kyra tidak akan bisa memahami perasaannya. Dinda bersyukur karena wanita yang akan menjadi rivalnya adalah wanita yang mau membantunya seperti Kyra.
"Kamu serius?" tanya Dinda mencoba memastikan.
Raut wajah bahagia yang terlihat di wajah Dinda membuat perasaan aneh yang sempat hinggap di hati Kyra setelah mengatakan akan menjauhi Reyhan menghilang. Kyra merasa sedikit lega jika pada akhirnya dia bisa membantu Dinda, sekaligus mengusir Reyhan dari hidupnya. Hidup Kyra sudah cukup berat, Kyra tidak ingin menambah masalah dalam hidupnya, karena berurursan dengan Reyhan dan orang-orang dari kehidupan Reyhan.
"Terima kasih banyak, Kyra. Kamu wanita yang baik. Maaf aku tidak bisa membalasmu, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu," ucap Dinda sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang.
Tenang, Ky. Keputusanmu sudah benar. Lihat cinta yang wanita itu miliki padanya. Kamu hanya orang baru dihidupnya begitu pun dia di hidupmu. Lupakan dan lanjutkan hidupmu. Batin Kyra mengela nafas panjang.
Masih di tempat yang sama. Silva dan Andini dengan cepat menghampiri Kyra setelah Dinda pergi dari sana. Kedua sahabat Kyra yang sedari tadi menguping pembicaraan di balik tembok ingin sekali bertanya pada Kyra untuk memastikan pendengaran mereka, tetapi melihat Kyra yang terdiam lesu, keduanya sadar jika Kyra sedang tidak baik-baik saja.
"Ky, makan yuk! Aku lapar," ucap Andini berusaha mencairkan suasana.
Kyra yang sejak tadi melamun setelah berbicara dengan Dinda, mengangkat wajahnya menatap kedua sahabatnya.
__ADS_1
"Baiklah, ayo!" ajaknya lebih dulu berdiri sembari tersenyum pada keduanya.
"Kamu yang terbaik, Ky." Puji Silva dengan maksud yang hanya dia yang mengetahui maksud ucapannya.
Terbaik yang Silva katakan adalah karena Kyra selalu dapat bersikap tenang menghadapi semua masalah yang menimpanya, Kyra selalu dapat mengatasinya sendiri tanpa melibatkan orang lain dan selalu dapat menutupi kesedihannya di depan orang lain. Itu lah sosok Kyra yang Silva kagumi selain paras dan tubuhnya yang cantik.
***
Reyhan masih saja menatap ponsel nya. Berjam-jam sudah berlalu, disaat semua orang mungkin saja sudah terlelap. Reyhan masih saja terjaga menunggu kabar dari Kyra. Reyhan terus mencoba menghubungi Kyra tetapi tetap saja nomor Kyra tidak bisa dihubungi dan itu membuat Reyhan semakin merasa tidak tenang.
Jika di hari-hari sebelumnya Reyhan selalu menantikan kabar dari Maria, sekarang semua telah berubah. Reyhan menantikan kabar dari Kyra, sosok gadis yang Reyhan anggap dapat membuatnya melupakan Maria.
Sama seperti Reyhan. Wanita yang saat ini tengah mengacaukan pikiran Reyhan juga tak dapat tidur. Kyra terdiam di balkon kamarnya menatap langit malam.
Apa yang terjadi padanya hari ini benar-benar menjadi masalah baru untuk Kyra. Awalnya Kyra merasa amat terganggu dengan kehadiran Reyhan dalam hidupnya, tetapi perlahan, di balik rasa terusik, Kyra juga merasa nyaman setiap kali mendapat perhatian Reyhan dan setiap kelembutan sikap pria itu padanya. Namun, semua rasa nyaman yang baru saja hadir itu sekarang menghilang saat mengetahui fakta jika Reyhan seorang Duda.
Tak hanya fakta tentang status Reyhan yang membuat Kyra berpikir untuk menjauh. Semua penjelasan dari Dinda juga membuat Kyra merasa semakin yakin untuk menjauh dari Reyhan.
__ADS_1
Masalah yang ada di hidup Kyra sudah cukup sulit, Kyra tidak ingin menambah masalah dengan membiarkan Reyhan masuk ke dalam kehidupannya.
"Papi, Mami. Andai saja kalian ada di sini bersamaku, pastinya hidupku tidak akan begitu menyedihkan seperti ini," gumam Kyra menyeka air matanya yang nyaris keluar.
***
Esok harinya. Tidur Kyra terusik saat sinar matahari menerobos masuk lewat pintu balkon kamarnya yang terbuka. Kyra menatap kedua temannya yang tidur bersamanya. Kedua teman nya itu masih terlelap dengan begitu nyenyaknya sekalipun kamar Kyra sudah diterangi oleh sinar matahari.
Kyra turun dari ranjang dengan sangat hati-hati agar tidak membangunkan Silva dan Andini. Setelah mencuci wajah dan menggosok giginya, Kyra mengganti pakaiannya dengan pakaian olahraga.
"Selamat pagi, Non Kyra!" ucap pelayan saat melihat Kyra menuruni anak tangga.
"Selamat pagi, Bi." balas Kyra.
Kyra melewati pelayan setelah membalas sapaan mereka. Semua pelayan yang ada di sana menatap kagum pada tubuh Kyra. Melihat Kyra menggunakan pakaian ketat olahraga membuat lekuk tubuh gadis cantik itu semakin terlihat.
"Tuan dan Nyonya memiliki putri yang cantik, pintar dan begitu baik. Kenapa mereka tidak dapat mensyukuri apa yang sudah mereka miliki? Kenapa mereka tega menyakiti, non Kyra?" gumam salah satu pelayan menatap iba pada Kyra.
__ADS_1