
Seakan seperti ditodong senjata, Reyhan terdiam cukup lama. Dalam dirinya berkata, tidak mungkin dia membeberkan bahwa Kyra adalah pelampiasan Reyhan untuk melupakan Maria. Reyhan menarik perhatian Kyra hingga membuat gadis itu menjentikan jarinya di depan wajah Reyhan.
“Om, nggak lagi mikirin Maria, kan?” tanyanya yang jelas membuat Reyhan gelagapan.
“Tentu saja tidak, Sayang.”
Reyhan berusaha untuk tetap terlihat tenang.
“Jadi, kesimpulannya Om termasuk dalam golongan pria gagal move on. Benar sih, melupakan bukanlah hal yang mudah. Aku juga melihat itu dari pengalaman beberapa teman, mereka juga mengalami kesulitan saat berpisah dan seperti yang Om rasain sekarang. Tetapi, sekarang aku ingin jawaban yang jujur alasan Om menyukaiku? Apa karena Om pikir aku gadis kecil yang bisa dibohongi, atau karena ada sesuatu yang Om sembunyikan? Katakan padaku agar aku tahu alasan utamanya, dan bisa mempetimbangkan jawabanku." Kyra pun aktif membuat Reyhan semakin bingung untuk menjawab.
Namun, Reyhan bukanlah pria yang baru menjalin cinta dengan seseorang. Dia adalah duda keren yang tengah mencari seseorang untuk bisa membuatnya melampiaskan perasaan yang membelenggu. Kyra adalah gadis yang tepat untuk Reyhan, meskipun masih berusia tujuh belas tahun, tetapi Kyra memiliki pemikiran yang cerdas dari anak seumurannya.
“Karena kamu menarik. Dan pastinya masuk ke dalam kriteriaku," ucap Reyhan membuka suara.
“Hm, menarik dari segi apa? Badan, wajah, atau lainnya? Intinya fisik,” cibir Kyra.
“Jangan buat aku semakin gemas dengan pertanyaanmu,” ucap Reyhan.
“Makannya, jelaskan! Jangan buat aku mengulang pertanyaan yang sama. Berikan aku jawaban yang bagus sebagai bahan pertimbanganku.”
Lagi-lagi Kyra menguji kesabaran pria itu.
__ADS_1
Reyhan mencubit pipi Kyra sekilas, lalu kembali menjelaskan pada gadis itu mengenai perasaannya.
“Aku menyukaimu, jika tidak, untuk apa aku mengejarmu hingga seperti ini?” ucapnya.
“Siapa tahu saja Om itu cuma jadikan aku sebagai pelampiasan.”
Deg …
Seakan tertampar dengan kebenaran ucapan Kyra, Reyhan tersedak dan membuat Kyra mengambil gelas berisi air untuknya.
“Minum dulu, Om. Aku tidak mau ada berita seorang duda tiada karena tersedak dan tidak diberi air oleh sang tuan rumah. Kalau kurang, di belakang masih ada satu kolam, Om.” Kyra seperti seorang komikus yang melakukan open mic.
Tidak marah, justru Reyhan semakin tertawa keras mendengar ucapan gadis tersebut. Penilaian pertamanya tentang Jyra adalah gadis kecil cantik bermulut pedas. Namun, sekarang Kyra juga menjadi gadis yang begitu menggemaskan di matamya.
“Hah? Antara kita?" cibir Kyra.
"Ya," jawab Reyhan tersenyum mengedipkan sebelah matanya.
"Berhenti merayuku, Itu tidak akan berhasil karena aku bukan gadis yang haus akan rayuan.” Kyra mengalihkan pandangannya ke arah lain. Seakan tidak ingin melihat wajah Reyhan yang penuh kemesuman menatapnya.
“Kamu tahu? Kamu itu cantik, pandai, kamu bahkan tidak seperti anak remaja yang baru puber. Kamu memiliki sisi dewasa yang tidak kamu sadari. Aku bisa berkata seperti ini karena aku melihatnya secara langsung. Buatku, kamu itu sosok gadis yang sangat sempurna, Sayang. Dan aku bangga memilikimu," ucap Reyhan.
__ADS_1
"Aku hanya milik orang tuaku!" bantah Kyra.
"Sebentar lagi akan menjadi milikku," jawab Reyhan.
“Ayolah, mau sampai kapan kamu seperti ini? Berikan aku kepastian.”
“Sampai kapan juga terserah aku, Om. Memangnya kenapa? Om sibuk? Ya sudah sana! Lebih baik Om kembali ke perusahaan yang membutuhkan perhatian, daripada Om di sini nggak ada gunanya juga loh.”
Tidak ingin terpancing emosi, Reyhan kembali mencoba membuat Kyra agar bisa luluh.
“Cantik, hei … aku sungguh tidak keberatan jika kamu masih membuatku menunggu. Hanya saja, aku akan terus menunggu di sini hingga kamu menjawab. Aku bukan pria yang mudah menyerah dalam urusan perasaan, Apalagi wanita yang sedang kukejar ini adalah wanita sempurna di mataku.”
Merasa tersanjung, Reyhan pun bersorak riang dalam hatinya karena bisa membuat Kyra malu-malu. Gadis itu tidak biasanya merasa tunduk seperti saat ini, entah mengapa pikirannya langsung melayang dan terbang tinggi ke angkasa. Bahkan, Kyra merasa jantungnya berdetak dua kali lebih cepat saat ini. Entah kenapa, rasa-rasanya ada sesuatu yang begitu menggembirakan hingga membuatnya ingin memeluk pria tersebut. Gadis itu benar-benar menahan dirinya agar tidak melompat untuk memeluk Reyhan. Ucapan pria itu sebenarnya hampir sama dengan pemuda yang sedang dilanda asmara, hanya saja pesona Reyhan jauh lebih tinggi dari pemuda seusia Kyra.
“Baiklah. Sekarang … sudah waktunya kamu memberikan jawaban padaku.” ucap Reyhan.
“Baiklah, Om. Aku menerima syarat yang Om berikan.”
“Terima kasih, Tuhan. Terima kasih. Kamu memang wanita terbaik yang pernah aku temui,” ujar Reyhan yang langsung memeluk Kyra dengan erat.
Sikap Reyhan membuat Kyra terkejut dan tidak sadar apa yang dikatakan beberapa detik lalu. Kyra merutuki kebodohannya saat menjawab permintaan Reyhan. Kyra berusaha memberitahu Reyhan mengenai kesalahannya dalam menjawab permintaan hubungan itu. Tetapi, dirinya tidak bisa menarik jawaban itu karena Reyhan pun kembali berkata, “Akhirnya … kita resmi berpacaran saat ini.”
__ADS_1
Kyra mengerjapkan mata beberapa kali, mencoba mencerna keadaan saat ini. Hubungan itu, bagaimana dia akan menjelaskan pada orang tuanya?