Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Tantangan Dari Laras


__ADS_3

Bibit unggul. Pantas saja Kyra begitu cantik, dia mempunyai ibu yang sangat cantik. Batin Reyhan yang untuk pertama kalinya berhadapan langsung dengan Larasati.


"Sudah tiga menit. Apa kau hanya akan diam?" tanya Laras menatap tajam pada Reyhan.


Laras dengan sengaja bersikap tegas, Laras juga ingin melihat seperti apa sosok pria yang menyukai gadis kecilnya itu.


"Maaf, mengganggu waktu, Tante. Perkenalkan sa–"


"Tidak perlu berbasa-basi. Aku sudah tahu banyak tentangmu. Katakan saja apa maumu datang kemari?" tanya Laras memotong kalimat yang akan Reyhan ucapkan.


"Saya mencintai Kyra. Saya ingin menjalin hubungan bersama Kyra," ucap Reyhan menghilangkan semua rasa gugup dan takut yang ada di hatinya.


"Kau lupa usiamu?" Ucapan Laras membuat Reyhan terdiam saat Reyhan mulai berpikir jika ibu Kyra sama seperti Dirga. Namun Reyhan salah sebab maksud ucapan Laras berbeda dari Dirga.

__ADS_1


"Saya pikit tidak ada yang salah dengan usia. Kenapa kalian selalu menyangkut pautkan dengan usia?" Reyhan mulai merasa kesal kala mengingat usia selalu saja dipermasalahkan.


"Jelas semua ada sangkutannya. Usiamu mungkin sudah tiga puluh tahun lebih dan kau masih berpikir untuk menjalin hubungan? Kau masih berpikir berpacaran disaat usiamu sudah matang," ucap Laras seketika membuat Reyhan mengerti.


"Bukan seperti itu, Tante. Semua keinginan Kyra akan saya penuhi. Jika boleh jujur saja saya ingin menikahi Kyra, mengingat usia. Namun saya tidak bisa egois, Kyra masih sangat muda dan masih mempunyai banyak keinginan yang belum terpenuhi, saya tidak akan merusak mimpi-mimpi Kyra. Untuk itu saya akan menunggu sampai Kyra siap menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serus, tapi untuk sekarang saya ingin mendapat restu dari kalian agar bisa selalu bersama Kyra sebagai pasangannya."


Laras merasa senang mendengar ucapan Reyhan. Pria yang ada dihadapannya terlihat tulus dan begitu mengerti posisi putrinya. Itu semua mendapat nilai lebih dari Laras untuk Reyhan.


Laras masih terdiam. Laras tidak mungkin dengan mudah mengatakan jika dia merestui hubungan Reyhan dan Kyra. Tanpa perlu Laras minta, dari ucapan Reyhan cukup meyakinkan jika Reyhan pria yang baik, yang dapat menjaga putrinya. Namun, Laras ingin melihat lebih sejauh mana Reyhan rela berkorban untuk putrinya.


"Kami bekerja hingga terkesan mengabaikan Kyra, semua itu demi masa depan Kyra yang cerah. Semua yang kami dapatkan menjadi atas nama Kyra. Semuanya tanpa terkecuali. Sebagai orang tua, kami tidak akan membiarkan Kyra menjalani kehidupan yang sulit terutama dari segi ekonomi. Jika kau serius pada Kyra. Apa kau bisa melakukan hal yang sama seperti kami, tanpa mengabaikan Kyra? Tidak akan pernah meninggalkannya atau pun menyakitinya. Prioritaskan Kyra dalam semua hal," ucap Laras menantang Reyhan seakan memberikan syarat yang sulit untuk Reyhan penuhi.


Reyhan yang sudah mengerti semua yang dimaksud oleh Laras, terlihat menghubungi seseorang dan itu membuat Laras menjadi bingung. "Siapa yang kau hubungi?" tanya Laras penasaran ditengah pembicaraan serius mereka.

__ADS_1


"Pengacaraku." Dengan singkat Reyhan menjawab.


"Untuk apa?"


"Aku tidak akan berjanji, tapi aku akan membuktikan. Aku akan minta pengacaraku datang kemari dan mengurus semua berkas keperluan untuk mengganti semua nama aset yang aku miliki menjadi milik Kyra," jawab Reyhan dengan begitu lantang, membuat Laras syok mendengarnya.


Disatu sisa Laras terkejut mendengar jawaban Reyhan yang menerima tantangannya tanla berpikir lama, tapi disatu sisi Laras juga merasa senang mendengar kesungguhan Reyhan pada putrinya.


Apa yang harus aku katakan? Dia bersungguh-sungguh, atau hanya tengah berusaha meyakinkanku dengan berpura-pura menerima tantanganku? Batin Laras.


"Baiklah. Buktikan!" Hanya itu yang pada akhirnya Laras katakan. Kepalang basah, biarlah Laras melihat langsung bukti yang Reyhan katakan.


Sejujurnya, tanpa Reyhan. Hidup Kyra sudah sangat cukup dari semua yang Laras dan Dirga miliki. Harta dan kekuasaan adalah hal yang akan membuat seseorang lupa diri, karena itu juga Laras menggunakan kesuksesan Reyhan sebagai tantangannya. Namun, siapa sangka jika Reyhan dengan mudah menerima tantangannya. Membuat Laras berpikir jika Digra benar-benar buta karena tak dapat melihat kesungguhan Reyhan.

__ADS_1


Satu langkah lagi. Jika dia benar-benar membuktikan ucapannya. Maka aku sendiri yang akan menemui Dirga. Batin Laras menatap Reyhan yang tengah berbicara dengan pengacaranya di telepon.


__ADS_2