
Pesawat akan mendarat, Kyra yang tertidur kini terbangun karena suara pilot yang memberitahukan, bahwa mereka akan segera mendarat di pulau yang memiliki landasan pesawat.
Kyra melihat pemandangan laut yang begitu indah, dengan warna hijau yang menggoda. Bisa dipastikan dia tidak akan melewatkan banyak hal di sana. Wajah Kyra berseri saat melihat pemandangan yang begitu indah dengan banyak cottage di tepi pantai.
“Indah sekali,” ucap Kyra.
Reyhan senang melihat kekasihnya merasa bahagia dengan liburan mereka.
Semua orang telah turun dari pesawat, ada 4 buggy car yang siap mengantarkan mereka menuju cottage masing-masing.
Kyra tampak senang saat kendaraan itu mulai mendekati cottage tempatnya dan Reyhan menginap. Tepat setelah buggy car itu berhenti, Kyra tidak sabar untuk melihat bagian dalam kamar mereka.
“Kamu suka?” tanya Reyhan sembari menurunkan tas koper milik Kyra dan miliknya.
“Suka sekali, ini benar-benar menyenangkan,” ungkap Kyra.
Keduanya masuk ke dalam, melihat apa yang ada di sana. Kyra dibuat takjub dengan pemandangan laut secara langsung dari bagian belakang cottage. Bahkan, mereka bisa langsung berenang di laut melalui balkon belakang cottage itu.
“Woa, kita bisa langsung terjun ke sana.”
Reyhan meletakkan koper mereka di sudut kamar. Lalu berjalan mendekati Kyra yang kini sedang menikmati keindahan di depannya.
Dari belakang, Reyhan memeluknya dengan mesra. Dia menenggelamkan wajahnya di antara leher dan bahu Kyra. Menghirup aroma vanilla yang begitu melekat di tubuh kekasihnya.
Deg...
Kyra terkejut, jantungnya berdetak lenih cepat dari biasanya karena tingkah Reyhan. Posisi mereka saat ini benar-benar menjadi posisi paling intim Kyra bersama seseorang. Kyra ingin menolak, tetapi tangannya seakan tidak dapat digerakan, membuat Reyhan tersenyum senang saat Kyra tak melarang dia memeluknya.
“Sayang, aku senang kamu bahagia. Aku harap, selama beberapa hari di sini, kita akan menikmatinya,” ujar Reyhan dengan berbisik di telinga Kyra, yang wajahnya sudah terlihat seperti kepiting rebus.
Entah mengapa, Kyra merasa sangat nyaman mendapat pelukan itu. Bahkan, dia tidak protes dengan sentuhan-sentuhan lembut yang dilakukan Reyhan.
Reyhan membalikkan tubuh Kyra hingga berhadapan dengannya. Kedua tangannya menakup wajah cantik itu, lalu semakin dekat dan kedua bibir mereka bertemu. Reyhan begitu mahir membuat Kyra dimabuk gairah. Pelukannya semakin erat, sedangkan kini lidah Reyhan mulai mengabsen deretan gigi rapi milik kekasihnya itu.
“Uhm.”
Kyra memejamkan mata, merasakan ******* lembut yang Reyhan lakukan padanya. Setelah beberapa detik berlalu, Reyhan melepaskan Kyra, mengakhirinya dengan satu kecupan lembut tepat di kening sang gadis.
Kyra terlihat malu, dia pun kembali menatap luasnya lautan di depan. Tidak lama setelah itu, seorang room boy datang dan memberitahu mereka untuk berkumpul di restoran.
__ADS_1
“Tuan, Nyonya, teman-teman Anda sudah menunggu di restoran. Makan siang akan dimulai sebentar lagi.”
“Baiklah, terima kasih.”
Kyra bersiap, wajahnya yang terlihat memerah mencoba untuk disembunyikan dengan menggunakan masker. Perasaan hangat Kyra rasakan, tapi juga perasaan malu dirasakannya, Kyra benar-benar malu dengan apa yang sudah mereka lakukan sebelumnya. Bisa-bisanya Kyra membiarkan Reyhan menyentuhnya bahkan bermain di lidah dan bibirnya dengan begitu nakal.
Ada apa denganku? Kenapa aku selalu saja tidak dapat menolaknya? Batin Kyra.
“Kenapa kamu pakai masker?” tanya Reyhan ingin tahu.
“Ah, aku lupa jika di sini tidak ada yang mengenaliku,” jawab Kyra dengan gugup.
"Tidak akan ada yang mengenalimu, sudah aku katakan semia aman," ucap Reyhan tersenyum menggandeng tangan Kyra.
Mereka berjalan bersama menuju restoran yang ada di bagian depan pintu masuk. Di sana, terlihat teman-teman Reyhan sudah menunggu, dan Sean mengangkat tangan untuk memanggil mereka.
“Duh, yang baru merasakan jatuh cinta, makin mesra aja nih,” goda Jenny yang akhirnya berhasil membuat wajah Kyra semakin merona.
“Sayang, jangan buat wajah pacar Reyhan jadi udang rebus gitu. Kamu nggak lihat dari jauh aja dia sudah hampir matang karena kepanasan dekat-dekat Reyhan?” goda Niko yang mendapat tatapan tajam dari Reyhan.
Mereka duduk bersama dan menikmati hidangan siang ini. Di tengah kegiatan itu, mereka berbincang mengenai rencana apa yang akan dilakukan setelah ini?
“Aku nggak bisa ikutan kalau kalian snorkeling, jadi aku nungguin di atas kapal saja ya?” sahut Maria yang tengah hamil dan tidak bisa mengikuti kegiatan ekstrem.
“Oh iya, bahaya juga kalau kamu ikutan, Ri. Uhm, aku juga enggak deh, mau temenin Maria saja.” Jenny turut menolak melakukan kegiatan itu.
Setelah kegiatan diputuskan, mereka mulai menyiapkan barang-barang yang akan dibawa, tetapi karena hari semakin sore, mereka tidak bisa melakukan snorkeling dan memilih untuk berkeliling di sekitar pulau saja.
Pulau itu memiliki sedikit penduduk, tetapi di sana menyediakan beragam kerajinan tangan yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Tidak hanya itu, tempat itu juga memiliki makanan khas yang lezat dan bisa mereka nikmati saat makan malam.
Hari berikutnya.
Kyra merasa ada firasat buruk yang akan terjadi setelah ini. Entah apa itu, perasaan itu membuatnya tidak bisa menikmati kegiatan di tepi pantai yang sedang dilakukan oleh semua teman-teman Reyhan. Kyra duduk di tepi pantai dengan tatapan lurus ke depan.
“Rey, Kyra kenapa? Sepertinya dia mikirin sesuatu? Apa dia punya masalah? Samperin sana! Apa kalian bertengkar?” tanya Jenny yang khawatir pada Kyra.
Tidak hanya Jenny, Naura dan Maria juga melihat ada ketakutan di mata Kyra.
Reyhan berjalan mendekat dan duduk di samping kekasihnya. “Sayang, ada apa? Apa aku ada salah?”
__ADS_1
Kyra menggeleng. “Tidak, aku hanya memiliki perasaan tidak enak saja. Aku ingin mengabaikannya, tetapi tidak bisa. Perasaanku benar-benar tidak enak.”
“Jangan berpikir yang macam-macam, semua akan baik-baik saja. Kita sedang liburan, bisakah kamu menghilangkan rasa itu dulu beberapa saat? Teman-temanku sedang menunggumu di sana, sepertinya daging yang dipanggang Sean dan Faizan sangat lezat.”
“Baiklah, kita ke sana agar mereka tidak khawatir dengan kita. Maaf sudah membuat liburan kalian menjadi buruk karenaku," ucap Kyra.
"Jangan berjata seperti itu, liburan ini tidak akan sempurna tanpamu," ucap Reyhan membuat Kyra tersenyum mendengarnya.
Keduanya kembali berkumpul dengan yang lain. Mereka menikmati malam terakhir di pulau itu dengan pesta barbeque.
Sudah banyak kenangan yang Reyhan buat bersama Kyra. Perasaan mereka juga terasa lebih menyatu dari sebelumnya. Tidak hanya itu, Kyra bahkan lebih nyaman bersama Reyhan sekarang.
Saat mereka menyudahi pesta itu, Kyra dan Reyhan kembali ke cottagenya. Dalam pemandangan malam, laut tampak begitu tenang dan mengerikan. Kyra berdiri di tepi balkon dan menatap lurus ke depan. Tanpa dia sadari, Reyhan sudah berdiri di belakangnya dan memeluk tubuh itu.
“Di sini dingin, Sayang. Sebaiknya kita masuk ke dalam.”
“Aku masih ingin di sini, apa itu tidak boleh?”
“Tentu saja boleh, aku akan menemanimu.”
Pelukan itu begitu nyaman dan menghangatkan tubuh Kyra yang terasa dingin karena udara malam.
“Hei, terima kasih sudah menemani liburanku. Apa kamu bahagia di sini?” tanya Reyhan ingin tahu perasaan Kyra.
“Aku juga senang bisa ada di antara kalian semua. Kalian begitu baik dan manis padaku. Tidak ada satu pun dari kalian yang tidak perhatian padaku.”
Reyhan menciumi leher Kyra, lalu membuat tubuh mereka berhadapan. Ciuman lembut itu sungguh menggairahkan, tetapi sayang Reyhan harus menahan dirinya untuk menjaga Kyra.
“Uhm.”
Kyra merasa ada yang aneh pada dirinya saat berciuman dengan Reyhan. Dadanya terasa berdenyut cepat, suhu tubuhnya dengan cepat naik. Hingga akhirnya tak bisa lagi menahan, Kyra sedikit mendorong tubuh Reyhan dan ciuman itu terlepas.
Kyra menghapus lipstiknya yang menempel pada bibir Reyhan, dengan tersenyum dia meminta maaf.
“Sudah malam, sebaiknya kita beristirahat," ucapnya.
Kyra terdiam sejenak menatap tempat tidur yang akan mereka tempati. Reyhan yang mengerti apa yang dipikirkan Kyra langsung berbicara. "Tidurlah di ranjang, aku akan tidur di sofa. Jangan berpikir yang macam-macam, aku tidak seburuk itu. Aku tidak akan melakukan hal-hal yang akan membuatmu marah, aku tidak akan melakukan apa pun tanpa izinmu," ucap Reyhan mengecup sayang dahi Kyra setelah itu membawa bantal dan selimut menuju sofa yang ada di sana.
Tatapan Kyra terlihat begitu dalam menatap Reyhan yang sudah merebahkan dirinya di ranjang. Meski awalnya Kyra berpikir jika Reyhan ada maksud mendekatinya, sekarang perasaan itu perlahan lenyap saat melihat sikap Reyhan yang berusaha untuk menghormatinya. Kyra tersenyum menatap Reyhan, lalu memutar tubuhnya dan perlahan naik ke atas ranjang. Terima kasih, Reyhan. Ucapnya dalam hati.
__ADS_1