
Kyra bukan gadis yang akan memutuskan sesuatu dengan terburu-buru. Apa yang diinginkan Reyhan membuatnya berpikir tentang apa yang dikatakan Dinda. Tentu saja tentang kebenaran ucapan mengenai masalalu Reyhan. Pikiran Kyra hanya terpaku pada perkataan Dinda. Rasa ingin tahunya tiba-tiba mencuat, berharap saat Kyra mengajukan pertanyaan, Reyhan tidak menolak untuk menjawab dan menjelaskan.
Masih berada di rumah Kyra, Reyhan dengan berani duduk di samping gadis itu dan menempel layaknya seorang kekasih. Tang tanggung-tanggung, Reyhan bahkan menggoda Kyra dengan membelai dan memainkan rambutnya. Pria itu sungguh terlihat seperti seorang pemuda yang mengalami puberitas. Hanya saja, ini adalah fase kedua untuk Reyhan.
“Om, berulang kali aku katakan. Tolong jaga sikap!” Kyra menunjukkan rasa tidak nyamannya saat Reyhan menyentuhnya.
“Kenapa, hum? Aku suka melakukannya, terlebih yang kulakukan ini adalah tindakan tentang perasaan.” Pria itu semakin menggoda Kyra dengan memainkan mata.
“Tolong berhenti?! Di sini ada banyak asisten rumah, ada juga satpam di depan, mau aku panggil mereka untuk mengusir, Om?” ancam Kyra dengan mengacungkan satu jari telunjuknya.
Reyhan lagi-lagi menghentikan kegiatannya, lalu kembali memastikan tentang jawaban apa yang akan diberikan Kyra. Pria dewasa itu tidak ingin membuang waktu terlalu lama untuk mendapatkan sesuatu. Apalagi dengan trauma masalalu yang masih tersimpan di memorinya.
“Baiklah, aku akan berhenti bermain-main. Jadi, berikan jawabanmu sekarang juga,"
Kyra terdiam dengan wajah bingung. Perlahan, dia mencoba merangkai kalimat di kepalanya agar tidak salah dalam mengajukan sebuah pertanyaan dan jawaban.
Kyra memang masih sangat muda, tetapi dia tidak ingin berakhir tragis dalam hubungan pertamanya ini. Ya, Kyra baru saja selesai dengan sekolahnya, dan akan memulai kehidupan yang sesungguhnya.
“Begini. Jujur saja aku tidak pernah dekat dengan pria manapun. Kalau pun menjalin hubungan ini, maka hubungan ini sangat baru untukku bahkan … Om orang pertama yang berhubungan serius denganku. Tidak ada salahnya jika aku ingin sedikit tahu tentang siapa Om, bukan?” Kyra seakan menunjukkan pada Reyhan, bahwa dirinya masih terlalu dini untuk menjalin hubungan itu.
Reyhan tersenyum senang mendengar jawaban pintar gadisnya, memang dia tidak salah dalam memilih. “Baiklah, apa yang ingin kamu tahu tentangku?”
tanyanya.
“Hubungan ini baru pertama untukku, sedangkan Om sudah berpengalaman dari usia, bahkan Om seorang duda. Itu artinya Om pernah mengalami kegagalan dalam hubungan. Bisakah Om menceritakan sedikit tentang masa lalu Om dan alasan kenapa hubungan itu berakhir?”
Kali ini Reyhan mengubah posisinya, duduknya menjadi tegap dan membuat mereka saling berhadapan. Sorot mata Reyhan terlihat sendu, pria itu harus mengulas balik kisah percintaanya bersama Maria dan Dinda.
__ADS_1
“Om tidak harus melakukannya jika kisah itu menyakitkan. Aku tidak akan memaksa,” ucap Kyra seperti tengah menguji Reyhan.
Reyhan kembali menunjukkan senyumnya, pria itu terlihat mengatur napas sebelum mengulas kembali kisah lamanya.
“Namanya Maria, dia adalah kekasihku dulu. Kami menjalin hubungan selama lima tahun. Sayangnya …” Ucapan Reyhan terhenti sejenak, “… aku tidak bisa melanjutkan hubungan kami ke jenjang pernikahan karena perbedaan keyakinan. Orang tuaku tidak pernah menentang hubungan kami, hanya saja … aku melihat tidak ada kejelasan untuk hubungan kami. Hingga akhirnya orang tuaku menjodohkan aku dengan Dinda—wanita yang bercerai denganku.”
Kyra cukup menyayangkan apa yang terjadi pada Reyhan, tetapi apa yang sudah terjadi pasti akan meninggalkan penyesalan. Gadis itu masih terdiam melihat Reyhan yang kini menunjukkan wajah menyesalnya. Apa yang menjadi keputusan Reyhan saat itu membuatnya menjalani kehidupan yang kacau.
“Hubunganku bersama Maria akhirnya berakhir. Itu semua karena kebodohanku yang tidak bisa bersabar dan berjuang untuknya. Apalagi perjodohan dengan Dinda berlangsung singkat tanpa menunggu lama. Bahkan, aku tidak mengenalnya,” lanjut Reyhan.
Suasana hening untuk beberapa saat, Reyhan menatap ke arah lain. Tatapannya begitu kosong, seakan menerawang jauh ke masalalu.
Kyra merasa kasihan, tetapi dia masih ingin mendengarnya lagi. Alasan kenapa Reyhan mengambil keputusan perjodohan itu dengan pasti. Berikutnya, Reyhan disadarkan dengan sentuhan tangan Kyra pada tangannya. Untuk pertama kalinya Kyra berinisiatif menyentuhnya.
“Maaf.”
“Malam itu adalah hari jadi kami yang kelima tahun. Aku mengajaknya makan malam romantis. Tepat di akhir makan malam, aku mengatakan perjodohanku dengan Dinda. Awalnya, Maria hanya terdiam, aku bisa melihat kekecewaannya padaku. Bahkan, aku bisa merasakan kehancuran hatinya saat itu. Mungkin karena terlalu kecewa, Maria membatalkan niatnya untuk memberitahuku kabar baik yang sebelumnya dia bilang ingin dia katakan, yaitu Maria mengenai dirinya yang berpindah keyakinan demi aku. Betapa terkejutnya aku saat melihat langsung hal itu di hari pernikahanku dengan Dinda, dia datang dengan balutan pakaian syar'i terlihat sangat cantik. Namun sayangnya hubungan kami berakhir, Maria datang dengan wajah menahan sakit, tapi tetap memberikan ucapan selamat dan doa padaku. Hari pernikahanku menjadi hari penyesalan terbesar dalam hidupku."
Kyra mengerjapkan mata beberapa kali. Ternyata kisah cinta memang rumit untuk sebagian orang. Kyra memang belum merasakan hal seperti itu, sakit hati atau bahkan ditinggalkan. Yang Kyra tahu adalah rasa sakit saat melihat orang tuanya berpisah dan hidup dengan pasangan masing-masing.
Gadis itu masih mencerna semuanya, mencoba memilah satu persatu kisah yang disuguhkan Reyhan padanya.
Mendengar kisah Reyhan pada masalalu, membuat Kyra seakan takut untuk menjalin sebuah hubungan. Namun, Kyra adalah gadis yang pandai dan bisa menilai sesuatu dengan mengamati suatu keadaan.
Reyhan tersenyum, apalagi saat tahu Kyra melamun memikirkan apa yang dikatakannya. Pria itu mencubit pipi Kyra hingga membuatnya mengaduh.
“Kenapa kamu diam saja?”
__ADS_1
“Apaan sih." Kyra menurunkan tangan Reyhan dari wajahnya.
“Habisnya wajahmu membuatku gemas, rasa-rasanya aku tidak tahan untuk memakanmu, Sayang.”
Kyra yang mendengar itu sontak bergerak menjauh.
“Idih, kanibal?" ucapnya meski pun Kyra tahu betul memakan yang Reyhan maksud.
“Hei, hei. Tidak bisa! Aku bahkan baru sedikit menjelaskan tentang kisah masalaluku. Kamu harus mendengarkannya sampai akhir," Reyhan mendekat, kembali mengikis jarak antara mereka.
Kyra mendengkus kesal, terus saja mengambil jarak dari Reyhan.
“Lanjut, Om!” ucap Kyra membuat Reyhan terkekeh.
Reyhan kembali mengambil posisi duduk yang nyaman. Lalu mengingat sampai mana dia berkisah.
“Om, kenapa? Lupa ya dari mana tadi ceritanya?” Kyra menggoda Reyhan dan berhasil membuat pria itu malu.
“Tidak, aku ingat. Hanya saja, kecantikanmu membuatku melupakannya.”
Reyhan kembali tersenyum kecil melihat wajah Kyra yang memerah karena malu.
Tidak lama kemudian, Reyhan seakan memberikan isyarat akan kembali menceritakan apa yang belum tuntas untuknya. Kyra pun kembali fokus mendengarkan setiap kalimat yang dikatakan Reyhan.
“Pernikahan itu akhirnya terjadi,” ucap Reyhan sembari menghela napas. “Aku menyebut pernikahan itu sebagai pernikahan penyesalan. Pada dasarnya aku tidak bisa melupakan Maria. Apalagi setelah tahu dia berpindah keyakinan demi diriku. Saat itu sungguh tak bisa kuibaratkan dengan apa pun. Selain hati yang hancur, rasa penyesalan seakan menghantuiku. Bahkan, rasa cinta yang tidak bisa hilang, membuat pernikahan dengan Dinda mengalami keretakan. Aku tidak bisa bertahan dengannya berlama-lama. Dengan isi kepala tentang Maria, sedangkan wanita di depanku adalah Dinda. Kami memutuskan untuk mengakhiri pernikahan kami setelah bertahan selama dua bulan.”
Kyra cukup terkejut tetapi tidak diungkapkan. Gadis itu masih terdiam menatap Reyhan yang tertunduk menyesal. Dalam penjelasan Reyhan, Kyra memerlukan waktu untuk memahami semuanya. Dia masih terlalu muda untuk bisa mengerti arti dari hubungan.
__ADS_1
Apa semudah itu memulai dan mengakhiri? Batinnya.