
Kyra menunggu kelanjutan kalimat Rayhan dengan mata tajam. Bahunya naik-turun karena emosi.
"Aku bukan tamu Papimu. Aku saja tidak kenal dengannya," ujarnya berbisik membuat Kyra benar-benar kaget dan panik mendengarnya.
"Aku datang kemari, karena aku merindukanmu. Salah siapa berani mengabaikanku. Ke ujung dunia pun aku akan mengejarmu," sambung Reyhan mendekatkan tubuhnya pada Kyra, berbicara tepat di telinga Kyra dan dengan sengaja menyentuh sedikit telinga Kyra dengan bibirnya.
Dia benar-benar gila.
Kyra merasa jika Reyhan ini adalah pria yang gila karena membuat kegaduhan dan kekonyolannya di sini. Bagaimana bisa seseorang yang dikenal hebat seperti dirinya bisa mengatakan kebohongan seperti itu hanya karena ingin bertemu dengannya. Reyhan benar-benar sudah kelewatan. Tidak ada pria dewasa yang akan melakukan hal semacam ini, kecuali jika terpaksa. Ya, Reyhan terpaksa, karena dia ingin bertemu Kyra. Itulah yang akan Reyhan katakn jika Kyra mengatakannya gila.
"Kamu gila?" tanya Kyra sinis.
"Aku gila karena aku benar-benar ingin bertemu denganmu!" balas Reyhan apa adanya sembari terus tersenyum tanpa rasa bersalah pada Kyra. Entah pengaruh apa yang Kyra berikan padanya, yang jelas Reyhan selalu merasa tenang dan bahagia hanya dengan melihat Kyra sekali pun sikap Kyra begiru jutek padanya.
Kyra melipat tangan di dada. "Sudah kubilang! Aku tidak suka diperlakukan seperti ini! Harus bagaimana lagi aku menjelaskan padamu? Tolong berhenti!"
"Kyra, kenapa kamu begitu? Apa aku pernah berbuat salah?" tanya Reyhan bingung karena gadis yang dikejarnya ini selalu terkesan menjauhinya terus-menerus. "Kenapa kamu selalu menghindar? Aku hubungi tidak bisa, nomor teleponmu tidak aktif. Kamu ganti nomor? Kenapa?"
"Ih! Itu hakku! Kamu tidak usah bertanya kenapa! Harusnya kamu sadar jika aku tidak suka dikejar-kejar olehmu!"
Reyhan menyugar rambutnya karena bingung, dia belum terpancing emosi sehingga masih sabar menghadapi Kyra ini. Rasa senangnya masih menggebu sehingga membuat Reyhan dapat menjaga emosinya.
__ADS_1
"Kenapa? Pasti ada alasannya! Kenapa kamu tidak suka padaku? Di luar sana tak terhitung wanita yang menginginkanku, apa yang kurang dariku? Katakan apa yang tidak kamu suka, maka aku akan memperbaikinya," tanyanya sembari menatap lekat-lekat Kyra.
Kyra menarik napas dalam, rasanya dia tak mau mengutarakan ini, tapi mau bagaimana lagi, jika dia diam saja pasti pria di depannya akan terus mengganggunya.
Andai saja Reyhan bukan seorang duda, mungkin Kyra bisa saja membuka hatinya untuk pria ini. Ah, ditambah penuturan mantan istri Rayhan ketika menemuinya di rumah kala itu membuat Kyra semakin memutuskan jika dia harus menjauhi Reyhan dan berusaha semaksimal mungkin supaya Reyhan tidak mendekatinya lagi.
Kyra tidak bisa membayangkan betapa sedihnya jadi mantan istri Reyhan, yang masih belum bisa move on serta menunggu mantan suaminya itu kembali membuka hati untuknya.
Perlahan Kyra menggelengkan kepalanya karena malah terjebak dalam lamunan mengenai Reyhan dan mantan istrinya.
"Apa aku harus mengatakannya padamu alasan aku tidak suka?" tanya Kyra, membalas tatapan Reyhan dengan sepasang matanya yang tajam.
Reyhan benar-benar heran! Apa kurangnya dia sehingga Kyra tidak menyukainya? Bisa dibilang Reyhan ini merupakan tipe pria idaman, karena selain tampan, dia juga kaya raya serta tenar.
Namun, itu tak menjadi nilai plus bagi Kyra. Dia sudah kaya, jadi kekayaan Reyhan bukan menjadi poin penting baginya. Ketampanannya? Ya, dia akui memang tampan, tapi statusnya itu ... benar-benar membuat Kyra enggan.
Dia tak mau nanti dikira sebagai gadis jelalatan karena mau bersanding dengan pria yang usianya dua kali lipat darinya, pun berstatus duda. Aih, tak mungkin! Kyra tidak mau dicap begitu. Nama baik yang dia ciptakan akan hancur begitu saja.
"Hei!" Reyhan membuyarkan lamunan Kyra.
"Aku tidak suka karena kamu duda!" balas Kyra jujur. Dia terpaksa mengutarakan ini, siapa tahu dengan jujur begini Reyhan mau mengerti dan perlahan pergi.
__ADS_1
Rayhan menaikkan alisnya. "Hanya karena itu?" tanyanya.
Kyra mengangguk tegas. "Aku malu, tidak mungkin seorang gadis muda dekat dengan seorang duda tua," balasnya kasar membuat Reyhan tertegun, Reyhan merasa hatinya sakit sekarang. Senyuman yang sedari tadi mengembang langsung sirna. Namun, dia tetap bertahan, belum mau menyerah.
"Kyra, percayalah! Statusku itu tak akan berpengaruh dengan hubungan kita nanti!" Reyhan berusaha meyakinkan Kyra supaya mau untuk menerimanya sebagai kekasih. Reyhan tak tahu bagaimana lagi jika benar-benar tak bisa memiliki Kyra. Sampai detik ini dia tak bisa membuka hatinya untuk perempuan lain, kecuali Maria dan Kyra.
Maria tak mungkin dia miliki karena sudah menjadi makmum pria lain. Hanya Kyra yang bisa jadi penolongnya dari kesulitan move on ini. Tak mendapatkan salah satu dari keduanya bisa dipastikan hidup Reyhan akan benar-benar hancur.
"Reyhan! Aku mohon! Jangan kamu paksa aku!" balas Kyra.
"Kyra, aku akan menjadi pria yang terbaik untukmu. Aku tidak akan mengecewakanmu! Statusku sebagai duda tidak akan pernah membuatmu menderita, aku pastikan itu!"
Reyhan terus berusaha meyakinkan gadis mudanya. Namun, Kyra sama sekali tak terenyuh dengan ucapan yang keluar dari mulut manis Reyhan. Dia benar-benar pada pendiriannya, yakni tidak mau menjalin hubungan dengan duda.
"Apa kamu tuli? Aku ulangi sekali lagi! AKU TIDAK MAU MENJALIN HUBUNGAN DENGAN DUDA TUA SEPERTIMU! AKU GADIS YANG MASIH PERAWAN, TAK AKAN PERNAH BISA BERSANDING DENGANMU!" bentaknya pelan tapi sangat menusuk untuk Reyhan, begitu juga untuk hatinya sendiri.
Hai kak, bantu ramaikan 2 buku baru ku ya. Klik napen ku atau profilku dan lihat ada 2 buku baru, dijamin ceritanya nggak kalah menarik.
__ADS_1