
Suasana tampak meriah saat acara dimulai. Sudah banyak dari anak-anak kecil yang mendekati Razka di area bermain. Sementara itu, Niko dan teman-temannya ada di sisi yang tak jauh dari area bermain anak-anak. Tampak di sana Jenny dan Naura sedang berbincang, Niko juga Sean pun sama.
Dari kejauhan, Jenny menyadari kedatangan Reyhan. Dia pun memberitahu Niko tentang kedatangan sahabatnya. Tetapi, ada yang berbeda dari Reyhan, tangannya sedang menggandeng seseorang yang terlihat begitu mempesona.
Meski Jenny seorang model yang cantik, tetapi dia mengakui kekagumannya pada lekuk tubuh wanita yang digandeng Reyhan sangat indah, hingga membuatnya berpikir, “Pantas saja Reyhan kepincut sama Kyra, cantik dan bodynya goals banget.”
Mendengar ucapan Jenny, tatapan mata yang lain ikut fokus pada sosok yang berjalan di samping sahabat mereka. Dari sana, Reyhan mengangkat tangannya seperti menyapa. Niko membalasnya dan berjalan mendekati Reyhan. Seperti biasa, Niko dengan tingkahnya mencoba untuk membuat suasana tidak canggung untuk Kyra.
Di samping Kyra, Reyhan menyempatkan diri untuk berbisik, “Tenang saja, Sayang. Kamu harus rileks, mereka tidak akan memakanmu.”
Kyra tersenyum, lalu sedikit terkejut saat Niko mengulurkan tangannya, menjadi yang pertama menyapa Kyra. “Namaku Niko, Tuan Rumah pesta kecil ini. Dan pria paling tampan diantara mereka."
Bukan Kyra yang menyambut tangan itu, justru Jenny menarik telinga suaminya karena terlalu terburu-buru dan banyak bicara.
“Maafkan kelancangan suamiku. Hai, aku Jenny—istri Niko dan teman Reyhan.”
“Aku Kyra, Kak.” Panggilan itu membuat Jenny tersenyum.
“Cantik sekali, pantas Reyhan memujamu sampai seperti ini. Hai, aku Naura, ini Sean—suamiku—dan yang di sana Kenzo—anak kami.”
“Kyra, Kak. Senang berkenalan dengan kalian. Maaf jika kehadiranku yang mungkin membuat suasana—“
“Sstt! Tidak apa-apa. Kami senang, akhirnya Reyhan mengajak kekasihnya untuk diperkenalkan pada kami. Kamu cantik sekali, aku gemas melihat kamu, Ky.” Naura tak bisa menyangkal tentang kelucuan wajah Kyra yang masih remaja itu.
“Uhm, di mana yang berulang tahun?” tanya Kyra sembari mengedarkan pandangan.
Tidak lama setelah itu, sosok Razka berlari mendekat dan menyapa Reyhan juga Kyra. Setelah mendapatkan hadiah dari Reyhan, Kyra pun ikut memberikan hadiah yang ada di tangannya.
“Hai, Razka. Kakak ada hadiah nih buat kamu,” ucap Kyra sembari menyodorkan satu kotak hadiah pada Razka.
“Whoa … hadiahnya besar sekali! Terima kasih, Kakak Cantik,” ucap Razka yang ikut mengagumi Kyra, Razka bahkan menarik tangan Kyra membuat Kyra sedikit menunduk lalu mendaratkan satu kecupan di pipi Kyra, membuat semua orang tersenyum, kecuali Reyhan. "Razka, apa yang kamu lakukan?" tanyanya terlihat keberatan.
__ADS_1
Kyra tampak malu, tetapi melihat wajah kesal Reyahn, Kyra berpikir untuk menggodanya. Kyra menyentuh pipi Razka dengan gemas, dan membalas satu kecupan di wajah Razka.
"Sayang," cicit Reyhan menarik Kyra kembali menempel padanya.
"Hmm hmm... Cin... Bucin...." Sindir Niko membuat semua orang tertawa, dan kedua insan yang menjadi bahan tertawaan justru terlihat salah tingkah.
****
Di tempat lainnya, terlihat pasangan yang selalu mengumbar kemesraan dengan pria yang juga dikenal sangat bucin tengah bersantai.
"Sayang, kita jadi ke acaranya Razka?" tanya Faizan pada Maria yang masih bersantai didalam kamar, menonton drakor yang belakangan menjadi hobi barunya.
"Iya, tentu saja. Acaranya jam dua!" jawab Maria santai dengan matanya yang fokus menatap TV.
"Sekarang sudah setengah dua," imbuh Faizan mengejutkan Maria yang seketika langsung bangkit berdiri dari duduknya.
"Apa? Kenapa tidak bilang. Kita pasti terlambat," ucap Maria panik.
"Ayo buruan sebelum semakin telat!" ucap Maria mengabaikan ucapan Faizan padanya.
Sejak kehamilan Maria, Faizan menjadi lebih perhatian dan pastinya semakin berlebihan menjaga Maria. Ia benar-benar memastikan jika Maria dan kandungannya selalu aman.
"Sayang, jika kamu seperti itu, maka aku akan mengurungmu di kamar. Itu lebih bagus untuk kita," ucap Faizan mengancam.
"Maaf, lupa!" cengir Maria tertawa menatap suaminya.
Jika benar-benar batal ke sana, bisa-bisa aku seharian berada di ranjang. Batin Maria sembari melangkah masuk ke dalam walk in closet.
"Sayang, sepertinya kita benar-benar terlambat!" seru Maria berteriak dari dalam walk in closet.
"Santai saja, jangan terburu-buru, ingat anak kita!" jawab Faizan masuk kedalam sana dan membantu Maria menaikan resleting bagian belakang gamis yang digunakannya.
__ADS_1
Faizan mengecup sayang pundak Maria. "Aku sangat mencintai kalian," ucap Faizan mengusap lembut perut Maria dari arah belakang.
"Jangan berpikir macam-macam. Kita sudah terlambat," ucap Maria menepis pelan tangan Faizan yang tertawa dibuatnya.
Maria terlihat begitu cantik dengan gamis syar'i berwarna biru pastel yang dikenakannya, Faizan yang melihat warna pakaian yang digunakan Maria, lekas berganti kemeja yang berwarna sama dengan warna pakaian istrinya. Hal yang hampir selalu Faizan perhatikan adalah penampilan mereka, ia sengaja membeli setiap pakaian yang memiliki warna yang sama dengan semua pakaian yang dimiliki istrinya, dengan alasan karena dia ingin selalu terlihat kompak bersama Maria.
Meskipun tak jarang Faizan mendapat ledekan dari adik dan orang terdekatnya, namun Faizan sama sekali tidak memperdulikan ejekan semua orang yang terpenting hatinya merasa senang saat terlihat kompak dengan Maria. Memperlihatkan pada semua orang jika mereka adalah pasangan. Kebucinnan Faizan pada Maria benar-benar terlihat sangat jelas membuat setiap wanita yang melihat pasti akan merasa iri dengan keberuntungan Maria memiliki suami seperti Faizan Rajesh. Idola semua wanita.
"Sayang, kamu tidak malu selalu menggunakan warna pakaian yang sama denganku?" tanya Maria sebab ia sendiri juga terkadang merasa malu saat Naura dan Jenny meledeknya.
"Kita selalu keluar dengan warna pakaian yang sama. Semua orang memperhatikan kita," sambung Maria.
"Kenapa aku harus malu? Apa ada yang salah jika kita menggunakan warna pakaian yang sama? Jika bisa kembar, aku ingin selalu memakai pakaian yang sama persis sepertimu!" jawab Faizan santai merapikan kancing kemejanya.
Baiklah berdebat denganmu juga percuma. batin Maria.
"Istriku benar-benar sangat cantik!" ucap Faizan memeluk Maria yang sedang berdiri didepan cermin dari belakang.
"Suamiku juga sangat tampan!" jawab Maria, dengan lembut melepaskan pelukan suaminya.
"Pastinya nanti anak kita akan menjadi perpaduan yang sempurna," ucap Faizan lagi menunduk mencium sekilas perut Maria.
"Ya sudah, ayo! Keburu acaranya selesai," ajak Maria menggandeng tangan Faizan keluar dari sana.
Maria tiba di tempat acara ulang tahun Razka diselenggarakan, tepat saat Razka baru saja akan meniup lilin di kue ulang tahunnya.
Raut wajah bahagia semua orang terlihat disana, hampir semua orang yang ia kenal dan dekat dengannya berada disana. Termasuk pria yang dulu pernah menjadi bagian terbaik dari hidupnya juga berada disana dengan senyum diwajah tampannya, bersandingan dengan seorang gadis cantik yang Maria sama sekali tidak mengenal siapa gadis tersebut.
Sedikit pun tidak ada lagi perasaan gugup, gelisah, sedih ataupun cemburu saat Maria melihat Reyhan bersama wanita lain. Melihat Reyhan yang tersenyum seperti itu membuat Maria merasa lebih tenang dan legah. Maria sangat mengerti arti senyuman Reyhan, tidak ada senyum keterpaksaan darinya, yang terlihat benar-benar senyum tulus yang terbit di wajah tampannya.
Syukurlah, sepertinya sekarang semua sudah seperti yang aku inginkan. Aku bahagia melihatmu yang sudah kembali tersenyum seperti itu, Rey. Batin Maria legah.
__ADS_1