Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Aku Bukan Mereka


__ADS_3

Setengah jam berlalu. Kyra selesai melakukan yoga. Kyra beristirahat di pinggir kolam renang, menatap pantulan dirinya di air yang tenang. Jika orang melihat Kyra, siapa pun tidak akan ada yang menyangka jika gadis cantik yang selalu terlihat tenang itu memiliki banyak beban. Kyra benar-benar pandai menyembunyikan itu dari semua orang.


Di atas sana. Kyra tersenyum saat berpikir jika kedua sahabatnya masih terlelap. Rasa iri pada keduanya hadir membayangkan hiduo mereka yang terlihat tanpa beban, sekali pun ada beban, mereka dapat berbagi pada keluarga. Tidak seperti Kyra yang bahkan tidak punya tempat untuk sekedar bercerita.


Tebakan Kyra tentang sahabatnya yang masih tidur salah. Dari kejauhan keduanya yang sudah bangun dan mencari Kyra sejak lima menit yang lalu tersenyum saat melihat Kyra berada di tepo kolam. Ide jahil siap mereka berdua jalankan agar Kyra tidak terus melamun.


"Dia selalu saja melamun setiap kali sendiri, terkadang aku iri tapi juga terkadang kasihan padanya," ucap Andini.


"Ayo hibur dia. Kita kejutkan dia!" Silva berkata sembari menggandeng tangan Andini lalu berlari menghampiri Kyra.


"Kyra…!" Suara teriakan dari kedua teman Kyra membuat Kyra seketika menoleh dan sesaat kemudian tubuh dan wajahnya terkena cipratan air saat kedua temannya melompat masuk ke dalam kolam renang.


"Ya ampun. Bisakah kalian tidak mengejutkanku?" ucap Kyra terlihat kesal.


"Maaf. Tidak bisa," jawab keduanya menarik Kyra masuk ke dalam air lalu tertawa bersama.


Kesedihan Kyra seketija berganti dengan rasa kesal, tetapi juga terhibur saat kedua temannya selalu berusaha menghiburnya. Sepuluh menit sudsh berlalu, Kyra mengajak kedua sahabatnya untuk keluar dari kolam renang dan bersiap untuk menemaninya pergi keluar.


"Ayolah! Kenapa harus terburu-buru?" ucap Andini yang masih betah berada di dalam kolam.


"Kalau begitu kamu tinggal saja dan habiskan waktumu menjadi putri duyung," jawab Kyra tertawa bersama Silva yang juga sudah keluar dari kolam. Keduanya masuk ke dalam rumah, diikuti oleh Andini yang terlihat enggan dibelakang mereka.


***


Kyra dan kedua sahabatnya saat ini tengah berada di sebuah GraPARI untuk memesan kartu perdana baru yang akan digunakannya.

__ADS_1


"Ky, kenapa dengan nomor lamamu?" tanya Silva bingung setelah mereka selesai mendapatkan kartu perdana dengan nomor baru untuk Kyra.


"Aku harus menghindar dari pria itu," jawab Kyra jujur.


"Harus dengan mengganti nomor mu? Kenapa tidak blokir saja dia?" tanya Silva.


"Dia bisa menghubungiku dengan nomor lain," jawab Kyra.


"Semua wanita pasti senang mendapat perhatian dari duda tampan itu, kenapa kamu justru menolak apa yang wanita lain inginkan, Ky?" tanya Andini.


"Aku bukan mereka. Berhenti membicarakannya," ucap Kyra tegas membuat Silva dan Andini tak lagi bicara.


"Oh ya, aku akan ke rumah Papi. Kalian mau ikut?" tanya Kyra saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Aku juga tidak bisa," sahut Andini.


"Baiklah, aku akan mengantar kalian pulang setelah itu aku akan ke rumah Papi. Perasaanku tidak enak sejak tadi pagi," ucap Kyra.


"Kamu sudah menelpon papimu?" tanya Andini.


"Belum. Aku akan langsung kesana saja setelah mengantarmu," jawab Kyra karena rumah Andini dan rumah papinya searah.


"Ya sudah kalau begitu. Semoga uncle baik-baik saja," ucap Andini lagi yang dibalas Kyra dan Silva dengan ucapan Aamiin.


Satu jam kemudian, Kyra tiba di kediaman yang menjadi tempat tinggal papi Kyra dengan keluarga barunya. Kyra yang masih berada di dalam mobil, menatap sendu pada bangunan yang ada di depannya.

__ADS_1


Bayangan di mana papinya berbahagia dengan keluarga barunya terlintas di benak Kyra dan itu membuat Kyra merasa sedih.


"Tidak, Ky. Jangan sampai mereka melihat kesedihanmu," ucap Kyra, lalu keluar dari mobil.


Beberapa pekerja yang ada di luar rumah menyapa Kyra dengan begitu sopan, mereka jelas mengenal jika gadis cantik yang datang adalah putri dari pria yang menggaji mereka semua.


"Selamat datang, Non Kyra," sapa pelayan yang ada di dalam rumah menyambut Kyra.


"Terima kasih, Bi. Apa Papi ada di rumah?" tanya Kyra mengedarkan penglihatan.


Dari dalam sana, seseorang yang mendengar suara Kyra bergegas keluar menghampiri Kyra. "Ada apa kamu datang ke rumahku?" tanya Sandra sinis pada Kyra.


Kyra menatap pada asal suara dan melihat Sandra berjalan menghampirinya berdampingan dengan seorang pria yang Kyra tebak adalah kekasih Sandra, tetapi tatapan pria itu terus tertuju padanya.


"Rumahmu?" beo Kyra tak kalah sinis pada Sandra.


"Ya, ini rumahku," jawab Sandra dengan bangga.


"Bukan rumahmu, ini rumah papiku," balas Kyra membuat Sandra terdiam.


Setelah berhasil membuat Sandra terdiam, Kyra kembali menatap pelayan yang tadi menyambutnya. "Bi, di mana Papi?" ulang Kyra bertanya.


"Tuan dibawa ke rumah sakit tadi pagi, Non Kyra"


"Apa?" ucap Kyra panik mendengarnya.

__ADS_1


__ADS_2