
Kunjungan sang ibu membuat Reyhan sadar ada yang terlewatkan olehnya. Reyhan menatap layar ponselnya dengan mata membulat saat membaca berita viral pagi ini. Di sana sudah ada Sean dan Niko yang datang karena tak kunjung mendapatkan kabar dari Reyhan.
“Jadi, siapa yang berani menyebar semua ini?” tanya Reyhan dengan emosi yang membuatnya memanas.
“Entahlah, aku sudah menyuruh orang untuk mencari tahu masalah ini, Rey. Tapi, yang aku khawatirkan bukan masalah ini … bagaimana jika Kyra melihatnya?” Niko seakan menyadarkan Reyhan tentang hubungannya yang retak dengan gadis itu.
Wajah Reyhan menunjukkan, bahwa saat ini mereka tidak baik-baik saja. Sean dan Niko yang melihat itu hanya bisa menepuk bahu Reyhan dan berkata, “Sabar, Rey. Pasti ada jalan keluar untuk masalahmu ini.”
“Entahlah, aku hampir menyerah.”
“Hei, kamu sudah sejauh ini memperjuangkan cinta. Apa hanya ini saja yang bisa kamu lakukan? Ayolah! Kyra pasti menunggumu untuk kembali berusaha mendapatkannya. Jelaskan pada Kyra mengenai semua ini meski akan ada perdebatan di antara kalian. Aku yakin, Kyra sedang menunggu untuk mendapatkan kabar darimu,” jelas Sean memberi pengertian pada Reyhan.
“Benar kata Sean, Rey. Apa kamu mau berakhir sama dengan hubungan sebelumnya? Kamu mau melihat kejadian yang sama seperti sebelumnya?” Niko membuat Reyhan menatapnya dengan tajam.
Tentu saja Reyhan tidak ingin hubungannya kembali kandas seperti sebelumnya. Reyhan memang memulai semua itu dengan niat menjadikan Kyra sebagai pelampiasan, tetapi kini dia merasa terkena karma. Rasa suka itu muncul selama bersama Kyra, dan mungkin benar jika Reyhan mulai mencintai Kyra. Setiap melihat senyum di wajah gadis itu, Reyhan seakan menemukan kembali kehidupannya.
“Rey, kamu tidak ingin mencoba untuk menghubungi Kyra?”
Reyhan menatap ponselnya, ini sudah hari ketiga dan tidak ada kabar sama sekali dari Kyra. Reyhan menekan nomor Kyra dan menghubunginya. Tetapi, bukan Kyra yang menerima panggilan itu justru Dirga yang kini berkata pedas padanya.
“Tuan Dirga, bisakah aku berbicara pada Kyra? Aku akan menjelaskan tentang berita miring itu. Itu tidak benar, aku mohon jangan percaya pada berita yang sedang beredar.”
Permohonan Reyhan seakan membuat masalah baru di antara mereka.
“Masih berani kamu menghubungi anakku setelah kejadian itu? Kamu memang pria tidak tahu diri, Tuan Reyhan! Sadarlah! Kyra masih sangat muda untukmu dan sebaiknya jangan pernah lagi menghubunginya. Aku tidak akan membiarkan kalian bersama.”
Panggilan terputus, Reyhan tampak lemas meletakkan ponsel di atas meja. Di depannya, Sean dan Niko ikut merasakan kesedihan sahabatnya itu.
__ADS_1
“Rey, jangan bertindak bodoh dulu. Kita harus berpikir dengan tenang dan tidak gegabah dalam mengambil tindakan. Sebaiknya kita mencari tahu dulu siapa dalang dari semua ini.” Sean membuat pikiran Reyhan sedikit terbuka.
Emosi yang didapatkan Reyhan dari berita miring itu, membuatnya berpikir untuk menghubungi Dinda. Tetapi, Niko justru membuat Reyhan agar tidak melakukan hal bodoh dengan menghubungi mantan istrinya.
“Sebaiknya jangan hubungi Dinda. Aku yakin, dia ikut bekerjasama untuk menyebarkan berita ini.”
Reyhan mengangguk mengerti. Pertemuan mereka pun berakhir begitu saja dan Reyhan masih dirundung perasaan bersalah dan hancur saat ini.
Untuk memastikan keadaan Kyra, Reyhan menghubungi seseorang yang mengawasi area rumah kekasihnya. Orang tersebut berada di antara orang-orang yang ada di bawah Dirga secara langsung.
“Bagaimana keadaan Kyra?” tanya Reyhan ingin tahu.
“Nona Kyra tidak keluar dari rumah. Tetapi, dua hari ini temannya datang untuk menghiburnya, ponsel dan fasilitas lainnya ada di tangan Tuan Dirga. Sepertinya nona Kyra sudah tahu mengenai berita itu, Tuan. Sepertinya … dia sangat sakit hati saat mengetahuinya pagi ini. Kami sempat melihat dia menangis dan dihibur temannya, di balkon kamarnya.
“Aku mengerti, tetap awasi dia. Beritahu aku jika terjadi sesuatu di sana.”
Reyhan kembali meletakkan ponselnya di atas meja. Dia beranjak dari sana menuju dapur untuk mengambil sekaleng bir. Kembali diselimuti perasaan rindu, Reyhan sungguh ingin bertemu dengan Kyra saat ini, menjelaskan semua yang menjadi buah bibir orang-orang di luar sana.
“Sayang, aku harap kamu bisa bertahan dan menunggu sampai aku bisa membuktikan semuanya,” ucap Reyhan sebelum meminum bir yang kini ada di tangannya.
Pria itu harus kembali pada dunianya, bekerja dan memikirkan bisnis yang sedang berjalan. Selain masalah hatinya, Reyhan tidak mungkin melupakan pekerjaan yang membuatnya bisa seperti saat ini. Dia pun mulai menghubungi asisten pribadinya untuk menanyakan laporan kerja selama Reyhan tidak datang ke kantor.
“Bagaimana dengan pekerjaan beberapa hari ini?”
“Semua berjalan seperti biasa, Tuan. Hanya saja, untuk masalah kerja sama dengan perusahaan milik Tuan Dirga masih belum ada jawaban pasti.”
“Tidak masalah, kerjasama itu bahkan tidak memberikan keuntungan banyak. Jika memang dia ingin bekerjasama dengan perusahaan kita, dia akan menghubungiku.”
__ADS_1
“Baik, Tuan. Jadi, kita tidak perlu menghubunginya untuk masalah kontrak kerjasama?”
“Lakukan seperti biasa saja. jangan terlalu menekan mereka."
“Saya mengerti.”
***
Di sisi lain, Jenny dan Niko sedang berbincang masalah Reyhan. Jenny juga melihat berita itu dan ingin tahu apa yang terjadi pada sahabatnya. Jenny lebih khawatir pada Kyra, pasalnya gadis itu masih muda dan tidak bisa menerima berita-berita seperti ini dalam kehidupannya. Tidak seperti Jenny, menjadi model dan tersorot adalah makanan sehari-hari sebelumnya.
Jenny yang kini duduk di ruang santai dengan Niko, merasa sedih mendengar berita miring yang selalu menimpa Reyhan. Selain itu, Kyra masih baru dalam dunia itu, pasti akan merasa tertekan dan menyerah jika tidak ada seorang pun yang mendukungnya.
“Sayang, Rey gimana? Kyra gimana? Duh, baru juga bahagia, ada saja masalah. Aku nggak habis pikir saja sama masalah yang datang, kenapa di saat mereka sedang menikmati kebersamaan? Kenapa sih harus seperti ini? Duh, usia memang membuat orang berpikir sebelah mata.” Jenny melampiaskan apa yang kini menjadi pikirannya pada sang suami. Seakan dia juga merasakan apa yang dirasakan Reyhan dan Kyra.
“Tadi aku ketemu Rey. Tapi … sepertinya dia juga tidak akan tinggal diam. Sean dan aku akan menyelidiki masalah ini, siapa yang berani menyebar berita hoax tentang Reyhan dan Dinda.”
“Maria hubungi aku, dia ingin tahu apa yang terjadi pada Kyra. Seperti aku, Maria dan Naura khawatir sama Kyra.”
“Hem, apa kita perlu bantu mereka? Kasihan si duda kalau tetap duda, apalagi baru saja bahagia dengan pilihannya,” ujar Niko dengan wajah serius tetapi ucapannya membuat Jenny geli.
Terlintas dalam pikiran Jenny untuk beberapa rencana yang mungkin bisa membuat Kyra kembali bertemu Reyhan. Tetapi, Jenny ingin memastikan rencananya berjalan jika memiliki dukungan dari teman-teman lainnya. Sebagai suami, Niko tentu mendukunga rencana baik istrinya. Mereka pun berencana untuk bertemu dan membicarakan semua dengan mengatur sebaik mungkin.
Arfana takut sama Faizan, tapi melupakan keberadaan Sean dan Niko. 😏😏
__ADS_1
Lah, aku yang nulis aku yang gemes sendiri pengen kasih pelajaran ke Ana🤣🤣🤣