Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Ulang Tahun Razka


__ADS_3

"Maaf, saya belum bisa memberitahu siapa dia. Ada saatnya nanti bukan hanya Tuan Dirga, tapi semua orang akan tahu siapa dia," jawab Reyhan tersenyum mengatakannya.


Reyhan jelas tahu jika Dirga sangat penasaran dan mencurigainya, tetapi seperti yang Kyra minta untuk merahasiakan hubungan mereka, maka Reyhan akan menurutinya.


Setelah pertemuan itu, Dirga seakan mengawasi Kyra dengan ketat. Bahkan, dia selalu tahu ke manapun anaknya pergi dan dengan siapa Kyra berhubungan. Beruntung Reyhan benar-benar tidak datang ke rumah Kyra, pria itu menahan diri sekeras mungkin agar tidak melanggarnya.


Setelah selama beberapa hari di rumah Kyra, Dirga merasa bahwa tidak ada yang mencurigakan dari gerak-gerik putrinya. Dia pun memutuskan untuk segera pergi dari rumah itu dan memberikan kebebasan lagi pada Kyra untuk bisa melakukan segala sesuatu sesukanya.


Kini Dirga mengemasi barangnya dan bersiap untuk keluar dari rumah itu. Ditemani oleh Kyra di depan rumah, Gadis itu seakan berat ingin melepaskan ayahnya untuk kembali ke rumah sendiri.


"Papi, harus menjaga kesehatan saat di rumah. Jangan terlalu banyak bekerja, Bukankah sudah ada asisten pribadi tapi yang melakukannya? Seharusnya tapi lebih menjaga kesehatan dengan berolahraga dan mengajak aku untuk melakukannya juga. Aku akan dengan senang hati menemani Papi."


Dirga mengulas senyum,"Benarkah itu? Akan Papi buatkan jadwal agar kita bisa melakukannya bersama."


Satu Pelukan Terakhir sebelum Dirga benar-benar pergi dari rumah itu. Tepat setelah mobil milik Dirga melaju menyusuri jalanan, tiba-tiba saja air mata Kyra mengalir.


Beberapa hari ini dia sangat bahagia dengan kehadiran ayahnya. Meski hanya beberapa hari, dia merasa sangat bahagia karena bisa memiliki waktu bersama dengan sang ayah.


Di sisi lain, seseorang tengah bergembira mendapatkan kabar mengenai kepergian Dirga dari rumah kekasihnya. Hati Reyhan merasa lega karena setelah ini tidak ada yang mengawasi Kyra. Terlebih kabar tersebut didapatkan Reyhan dari orang suruhan yang keberadaannya tidak diketahui oleh siapa pun. Meski, ada banyak orang suruhan Dirga di sekitar Kyra.


Reyhan tidak menyiakan waktu, dia pun menghubungi Kyra setelah mendengar kabar bahagia itu. Jemarinya mulai menekan nomor sang kekasih, hingga panggilan pun terhubung.


“Halo, Sayang. Apa kamu merindukan aku?” tanya Reyhan dengan percaya diri.


“Om tahu jawabanku, aku bahkan lupa jika masih ada dirimu sebagai pengganggu, Om.” balas Kyra berdusta, sebab meski sedikit, tapi rasa rindu itu jelas ada di hatinya untuk Reyhan.


“Aih, bibirmu terlalu pedas, Sayang. Apa kamu mau aku memberikan sesuatu yang bisa membuat bibir itu jauh lebih baik?”


“Ada apa?”


“Ah, hampir saja lupa. Suaramu memang seperti hipnotis yang membuatku mudah lupa dengan tujuan utama. Siang ini aku akan menjemputmu. Tentu kamu masih ingat bukan dengan acara ulang tahun Razka—anak dari Niko, sahabatku.”


“Tidak, bisa. Di sana pasti akan banyak sekali orang yang datang dan melihat kita.”


“Hm, apa kamu lupa dengan sesuatu, Sayang?”

__ADS_1


Kyra tidak bisa mengelak maupun menolak. Mau tidak mau, hanya kata iya yang bisa diberikan.


“Baiklah, aku akan menjemputmu siang ini."


"Apa? Siang ini?" tanya Kyra sedikit terkejut.


"Ya, siang ini. Acaranya jam 2," jawab Reyhan.


"Om," cicit Kyra.


"Tidak ada penolakan. Bersiaplah! Dandan yang cantik untuk calon suamimu ini," ucap Reyhan tersenyum sendiri mengatakannya.


“Tidak akan.”


Reyhan tertawa mendengar suara Kyra yang terdengar enggan tetapi mengharapkan sesuatu. Sang duda pun segera bergerak untuk bersiap-siap. Dia tidak ingin terlambat melihat kecantikan Kyra saat selesai dengan dandanannya. Reyhan merasa, Kyra akan cantik seperti saat mereka pergi berkencan.


Reyhan tidak sabar mendengar pendapat sahabatnya tentang Kyra.


Di rumah Kyra.


Namun, setelah Kyra selesai dengan kegiatannya di kamar mandi. Tiba-tiba asisten rumahnya datang dengan membawa sekotak hadiah yang terbungkus cantik dengan pita. Kyra tampak senang meliha benda besar itu dan tidak sabar untuk membukanya.


“Gaun? Indah sekali,” ucap Kyra yang takjub dengan gaun di depannya.


Tak perlu menunggu, Kyra segera mengenakan gaun itu dan tanpa sadar ada sebuah kertas jatuh di antara gaunnya.


“Hm? Dari Reyhan? Dasar Pria Tua Mesum! Masih sempat mengirim gaun secantik ini untukku.” Kyra tersenyum senang, gaun itu sangat pas ditubuhnya dan membuat penampilannya semakin terlihat sempurna.


***


Niko Sanjaya, siapa yang tak kenal pria yang berasal dari Kalimantan ini, keluarganya salah satu keluarga kaya raya di sana. Namun, Niko justru berhasil melebarkan sayap dan menjadi orang kaya di Jakarta, berawal dari beberapa tempat hiburan yang terbilang paling diminati, hingga sekarang semua tempat hiburan miliknya berubah menjadi tempat nongkrong termewah yang bisa didatangi oleh semua orang, menghilangkan kesan nakal dan liar dari tempatnya.


Sementara itu, Jenny sang mantan model, tentu memiliki kenalan yang tidak diragukan.


Pesta yang mereka adakan untuk Razka bukanlah pesta kecil, sebuah pesta megah ditujukan untuk anak pertamanya dan menggunakan keamanan yang ketat. Bahkan, pesta itu tertutup dan hanya dihadiri oleh orang-orang tertentu.

__ADS_1


Suasana di kediaman Niko masih tampak sepi. Belum terlihat ada tamu yang datang, meski jam sudah menunjukkan hampir pukul dua siang.


“Belum ada yang datang, Sayang?” tanya Jenny sembari menggandeng Razka.


“Bunda, ke mana teman-temanku?” tanya anak laki-laki itu.


“Tunggu ya, sebentar lagi mereka datang kok.”


Jenny berusaha untuk membuat Razka tetap tenang. Lalu, tak lama kemudian tiba-tiba saja ada banyak mobil yang terdengar berhenti di depan rumah. Satu per satu dari tamu undangan pun hadir dan memberikan kejutan untuk anak itu. Tentu saja semua sudah direncanakan oleh Niko.


Razka tampak tersenyum bahagia melihat ada banyak sekali hadiah yang didapatkannya kali ini. Mereka pun akhirnya masuk ke dalam pekarangan rumah yang sudah di hias dengan begitu indah dan memulai acara.


“Rey belum datang?” tanya Jenny.


“Mungkin macet, tadi sudah bilang di jalan.”


Benar saja, tak lama setelah itu, sebuah mobil sport berhenti di depan lobi dan menampilkan sosok Kyra dan Reyhan. Saat keduanya menunjukkan undangan yang sudah dikirim Niko, mereka akhirnya bisa masuk.


Sebelumnya, saat mereka dalam perjalanan.


Kyra tampak diam dan gugup. Beberapa kali bibirnya bergerak seperti ingin berbicara tetapi tidak mengeluarkan suara. Aksi itu memancing keingintahuan Reyhan yang duduk di bangku kemudi.


“Sayang, ada apa? Kenapa kamu tampak gugup seperti itu?”


“Bagaimana aku tidak gugup?! Dalam acara itu kebanyakan pasti usianya tidak jauh dari kamu. Sedangkan aku paling muda di antara kalian. Aku tidak terbiasa bertemu dengan orang baru dan usianya jauh di atasku.”


“Tenang saja, mereka itu orang-orang yang mudah sekali membaur dengan keadaan. Aku yakin, kamu pasti bisa dengan mudah mengenal mereka. Aku juga yakin, kamu bisa berteman dengan mereka.”


“Kamu yakin, aku tidak!”


Kini, langkah mereka memasuki ruangan yang dihiasi dengan banyak balon dan banner lucu. Saat keduanya masuk ke dalam acara, semua mata tertuju pada pasangan itu. Bagaimana tidak, Reyhan tampak mesra menggandeng tangan Kyra dan melewati banyak tamu undangan.


Sementara itu, hampir semua tamu yang melihat kedatangan mereka mulai berbisik dan bergosip. Mereka melihat keromantisan keduanya, apalagi mereka juga membawa dua buah hadiah untuk Razka.


Meski pun tertutup, tapi banyak sekali orang yang datang. Bagaimana ini? Batin Kyra merasa panik.

__ADS_1


__ADS_2