Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Membela Reyhan


__ADS_3

Reyhan sudah jauh lebih percaya diri setelah semalam mengobrol dengan Kyra. Reyhan akan mulai perjuangannya hari ini. Tentu saja, sebelum memulai semuanya, Reyhan harus mencari tahu terlebih dahulu segala informasi tentang kedua orang tua Kyra. Ini sangat menentukan keberhasilan dalam misi yang dijalaninya saat ini. Sehingga Reyhan harus memikirkan semuanya dengan serius dan berhati-hati.


Reyhan tentu membutuhkan bantuan orang-orang kepercayaannya untuk mendapatkan segala informasi yang diinginkannya. Inilah salah satu kesenangan ketika memiliki uang yang banyak. Reyhan bisa mencari tahu berbagai hal dengan mudah, sebab Reyhan memiliki kekayaan yang melimpah. Sehingga tidak sulit baginya untuk mengarahkan orang-orang cerdas guna memudahkan segala urusannya.


Saat ini, salah satu orang yang diperintahkan Reyhan untuk mencari tahu kabar mengenai kedua orang tua Kyra, sudah datang menemuinya. Reyhan tentu saya tidak sabar untuk mendengar berita yang dibawa oleh orang tersebut.


“Apa kau sudah mendapatkan apa yang aku inginkan?” tanyanya pada orang yang saat ini duduk di hadapannya.


“Sudah, Tuan. Semua itu informasi yang, Tuan inginkan, ada dalam dokumen yang saya bawa ini. Silakan, Tuan baca dokumen ini terlebih dahulu.” Orang terdapat segera menyurutkan dokumen yang di bawahnya dalam sebuah map coklat.


Reyhan tanpa membuang waktu lebih lama, segera membuka dan membaca isi dari beberapa lembar kertas yang ada di tangannya tersebut. Reyhan tentu saja merasa sangat puas, sebab isi map tersebut menjelaskan secara rinci mengenai segala informasi yang Reyhan perlukan untuk menghadapi kedua orang tua Kyra.


“Bagus! Aku merasa sangat puas dengan hasil kerjamu. Aku akan memerintahkanmu satu pekerjaan lagi, aku harap kau juga bisa melakukan pekerjaan ini sebaik pekerjaanmu sebelumnya.” Reyhan segera mengungkapkan rasa puasnya kepada orang yang melaksanakan perintah darinya.


“Tuan Reyhan cukup mengatakan apa yang harus saya lakukan selanjutnya, saya pasti akan melakukan pekerjaan saya dengan baik, asalkan Anda bisa memberikan saya bayarannya sesuai dengan kemampuan saya ini.” Orang tersebut tentu tidak ragu untuk melakukan perintah dari Reyhan, sebab Reyhan bersedia membayar dengan mahal.


“Mengenai hal itu, kau tidak perlu mengkhawatirkan semuanya. Jika aku puas dengan hasil kerja yang kau berikan padaku, maka aku pasti akan memberikan bayaran yang sesuai dengan kemampuanmu. Kau juga fokus dengan tugas yang aku berikan, dan aku pastikan jika kau akan puas menerima bayaran yang kuberikan.” Reyhan tidak pernah bermasalah dengan keuangannya, tentu saja, Reyhan juga tidak perlu khawatir untuk mengeluarkan uang yang banyak demi mencapai tujuannya yang lebih besar.


“Kalau begitu, Tuan Reyhan cukup mengatakan kepada saya tugas apa yang harus dilakukan selanjutnya. Agar saya bisa segera melaksanakan tugas tersebut.”

__ADS_1


“Aku ingin kamu cari tahu segala rutinitas yang dilakukan oleh orang yang selidiki sebelumnya. Jika kau bisa memberikan aku hasil yang memuaskan, tentu aku akan memberikan bonus lebih untukmu.” Reyhan harus mulai mengetahui aktivitas yang sering dilakukan oleh kedua orang tua Kyra, agar semakin mudah baginya mendapatkan momen yang tepat untuk melancarkan setiap rencana yang sudah dipikirkannya.


“Baik, saya akan melaksanakan perintah dari, Tuan. Permisi, Tuan.”


Reyhan hanya menatap kepergian orang tersebut, dan kembali fokus membaca setiap informasi yang tadi di bawanya. Setelah memastikan beberapa hal, barulah Reyhan mulai mengerjakan pekerjaannya sendiri.


***


Dirga dan Kyra saat ini sedang menikmati makan malam bersama. Mereka berdua makan dengan tenang dan menikmati setiap hidangan yang disajikan. Sesuatu yang sudah cukup lama tidak Kyra lakukan lagi. Karena setelah orang tuanya bercerai dan memiliki pasangan yang baru, Kyra hidup seperti anak yang tidak memiliki orang tua.


“Bagaimana kuliahmu, Ky? Apakah kau mengalami masalah menentukan universitasmu?” tanya Dirga yang memang ingin membangun hubungan yang baik dengan Kyra, setelah sebelumnya ikatan di antara mereka sempat renggang setelah Dirga menikah dengan Inggrid. 


"Kenapa?" tanya Dirga bingung, pasalnya dia sudah menyiapkan semua yang terbaik untuk Kyra.


"Kyra masih ingin istirahat," jawab Kyra.


"Ky, jangan katakan semua kare–"


"Tolong jangan membuat suasana menjadi buruk, Pi." Kyra dengan cepat memotong kalimat Dirga yang jelas dimengerti olehnya.

__ADS_1


"Kyra akan kuliah tahun depan, Papi tenang saja," sambung Kyra.


“Baiklah, itu cukup melegakan bagi Papi. Namun kau tetap harus fokus pada pendidikanmu, Ky. Karena itu merupakan prioritasmu sekarang. Jadi, Papi harap kau bisa bersikap lebih bijaksana ke depannya.” Dirga berharap putrinya bisa menangkap maksud Dirga dari sindiran halus yang diberikannya.


“Apa maksud, Papi? Tanpa Papi memberi peringatan kepadaku, tentu aku akan menjalani pendidikan dengan baik. Tetapi aku sama sekali tidak mengerti, kenapa tiba-tiba Papi mengatakan semua ini kepadaku?” Kyra tentu memahami maksud terselubung yang dikatakan Dirga sebelumnya, tetapi Kyra berpura-pura tidak mengerti segalanya.


“Maksud Papi sudah sangat jelas, Ky. Papi tidak ingin pendidikanmu terganggu hanya karena hubunganmu bersama pria seperti Reyhan. Karena Papi tak mau, jika pria itu membawa pengaruh buruk padamu. Jadi, bersikaplah lebih bijaksana sekarang!” Dirga bukannya tidak tahu jika Kyra hanya berpura-pura tak memahami ucapannya. Oleh karena itu, Dirga tidak ragu untuk menjelaskan maksudnya secara gamblang kepada Kyra.


“Bagaimana bisa Papi memutuskan sesuatu yang baik dan tidak baik untukku, ketika Papi tidak pernah mencoba untuk mengenal Om Reyhan lebih dulu. Dia tidak seburuk yang Papi bayangkan selama ini. Dia adalah pria bertanggung jawab, dan selalu memprioritaskan kebahagiaan Kyra selama ini. Jadi, Kyra harap Papi bersedia untuk memberi kesempatan kepada Om Reyhan untuk menunjukkan ketulusannya kepada, Papi.”


“Apakah ini yang kamu sebut dengan pria baik? Sekarang kau sudah berani membantah ucapan Papi. Bukankah itu sudah membuktikan jika pria itu hanya membawa pengaruh buruk untukmu, Ky? Lagi pula kalian memiliki perbedaan umur yang sangat jauh. Papi mengatakan semua ini karena Papi menyayangimu, Papi tidak ingin kamu menyesal di kemudian hari, hanya karena cinta buta yang kau rasakan saat ini. Papi bisa mengenal karakter seseorang jauh lebih baik darimu, karena Papi telah banyak bertemu dengan orang seperti Reyhan. Jika dia seseorang yang baik, maka dia tidak mungkin gagal dalam pernikahannya. Itu sudah membuktikan karakternya.” Dirga meluapkan segala kekesalannya kepada Kyra setelah mendengar putrinya membela Reyhan.


“Apakah Papi sadar dengan ucapan Papi sendiri? Bukankah sebelum Papi menilai orang lain dari kegagalan yang dimilikinya, Papi seharusnya bercermin dari diri Papi sendiri? Apakah Papi sudah menjadi pria yang cukup baik untuk dicontoh oleh orang lain? Jangan selalu memandang orang lain sebelah mata sebelum Papi benar-benar mengenalnya.” Kyra juga mulai tersulut emosi ketika mendengar ucapan ayahnya yang menjadikan kegagalan rumah tangga Reyhan sebagai penilaian bahwa Reyhan bukan pria yang baik.


“Apa maksud ucapanmu ini, Kyra? Kenapa kau bisa berkata seperti itu kepada Papi? Sedangkan Papi hanya ingin menunjukkan sebuah fakta padamu. Kenapa kau begitu marah sehingga bersikap sangat kurang ajar pada ayahmu sendiri!” bentak Dirga pada Kyra yang sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.


“Karena pada kenyataannya Papi adalah seorang pria yang juga gagal dalam membina hubungan rumah tangga. Apa itu berarti Papi juga bukan pria yang baik?” ujar Kyra dengan lantang di hadapan Dirga.


Dirga tidak bisa menjawab pertanyaan dari putrinya tersebut, karena fakta yang dikatakan oleh Kyra sudah menampar kesadarannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2