Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Masih Mencari Kyra


__ADS_3

Setelah kemarin gagal menemukan Kyra. Rayhan kembali mencari Kyra ke rumahnya, tapi tetap saja Kyra tak ada di rumah! Tak mau kejadian kemarin kembali terulang, Reyhan memutuskan untuk anggunly dan tidak barbarly.


Setelah satpam yang sejak kemarin menatapnya kesal sembari mengatakan jika Kyra tak ada di rumah saat ini, Rayhan akhirnya kembali lagi ke dalam mobil sembari memakai kaca mata hitam. Tampak cool, berbeda dengan kemarin yang seperti pria tengil. Teriak-teriak secara brutal berharap gadisnya keluar.


"Sepertinya dia benar-benar gila. Dia harus bener-bener diperiksa!" celetuk satpam sebelum Reyhan benar-benar pergi dengan mobilnya.


Rayhan tak menjawab, dia hanya meresponsnya dengan lirikan mata maut, tajam, dan ketus. Dia kira Pak Satpam akan takut, rupanya malah cengengesan menatapnya. Reyhan mendengus, kemudian langsung tancap gas, tak mau berlama-lama dekat dengan satpam menyebalkan ini. Pun dengan Pak Satpam, dia tak mau didatangi pria aneh yang selalu mengganggunya bermain game Pou di gawai miliknya.


Rayhan mengambil gawainya, kemudian menelepon seseorang. Dia berbincang sebentar dengan orang itu, tampak serius dan cukup misterius.


"Laksanakan perintah saya!" tukas Rayhan setelah dia menelepon seseorang dan merencanakan sesuatu supaya bisa bertemu Kyra.


Apa yang dia rencanakan? Apakah ide gila itu muncul lagi di benaknya?


"Aku harus pergi ke sana!" pungkas Rayhan ketika tiba-tiba teringat dengan kedai bakso milik Wardah. Kyra sering berada di sana, membantu mantan pengasuh yang sudah dia anggap sebagai ibunya sendiri. Pria tiga puluh tiga tahun ini sangat berharap gadis bernama Kyra bisa ada di sana sehingga dia tak perlu capek-capek mencarinya ke sana-kemari lagi.


Rayhan langsung memarkirkan mobil setelah sampai di kedai yang dituju. Bersamaan dengan dirinya keluar dari mobil, tatapan perempuan yang ada di sana langsung mengarah padanya. Rayhan tak peduli, dia sudah terbiasa ditatap begitu.


"Dia Reyhan si duda tampan itu, bukan?"

__ADS_1


"Iya, ternyata memang setampan itu!"


"Aku rela kalau harus jadi istri seorang duda!"


"Oh, Tuhan! Dia wangi sekali!" pekik salah satu perempuan ketika Reyhan berjalan melewatinya.


Bisikan, pujian, harapan, dan cuitan mulai terdengar, Reyhan tetap tak peduli. Lagi-lagi, dia sudah terbiasa seperti itu! Yang dia pedulikan sekarang ialah mencari tahu keberadaan gadis bernama Kyra.


"Permisi," sapanya ketika dia melihat Wardah sedang berada di dalam sana.


"Ya?"


"Bu, ingat saya?" ucap Reyhan ramah.


"Bukan teman. Saya kekasihnya," jawab Reyhan dengan santainya mengejutkan Wardah.


Meski pun awalnya Wardah sempat berpikir Reyhan adalah kekasih Kyra dan berharap itu benar. Namun, setelah mengetahui dari pelanggan siapa itu Reyhan. Wardah merasa ragu untuk menyetujui Kyra bersama Reyhan.


"Ada apa?" tanya Wardah tak ingin membahas tentang apa yang Reyhan ungkapkan.

__ADS_1


"Apa Kyra, ada?" tanya Reyhan.


"Tempat ini bukan tempat makan mewah yang punya beberapa ruangan, lihat sendiri tempat ini terbuka dan Kyra tidak ada di sino," jawab Wardah sedikit tajam berbicara pada Reyhan.


"Saya juga menunggu kabar dari Kyra. Tidak biasanya Kyra seperti ini," sambung Warda terdengar pelan.


Senyuman Reyhan seketika pudar setelah Wardah mengatakan jika Kyra tak ada di sini. Wardah pun sedang menunggu kabar dari Kyra, dari kemarin dia tidak bisa dihubungi. Tumben sekali Kyra begini, biasanya dia akan segera memberi kabar kepada Wardah di mana pun dia berada.


Setelah mendengar penuturan Wardah, Rayhan memutuskan untuk kembali. Dia dongkol dan kesal, baru pagi hari, tapi perasaannya sudah kalut. Kyra, di mana kau?


"Permisi." Tiba-tiba salah satu perempuan berpapasan dengannya. "Eh, jangan dorong aku!" pekiknya kemudian memeluk tubuh Rayhan, dia kegenitan sendiri, padahal temannya tak mendorong dia.


"Maaf," lanjutnya kemudian mengibaskan rambut, berharap Rayhan tergoda. Namun, nyatanya tidak! Rayhan justru jijik melihat perempuan ganjen begitu.


"Dasar genit. Tidak tahu malu." Rayhan langsung melanjutkan perjalanannya. Si perempuan ganjen mendengus kesal, tapi dia senang karena bisa memeluk pria tampan itu, dirinya bertekad tak akan mencuci pakaiannya sampai dia bisa move on dari wangi tubuh Rayhan. Ah, dia benar-benar tergila-gila! Hingga merendahkan diri seperti itu! Harusnya sebagai perempuan menjaga kesuciannya, jangan mau peluk-peluk sembarangan laki-laki yang bukan suaminya. Ah, sudahlah!


Rayhan masuk ke dalam mobil, kemudian langsung tancap gas menuju kantor. Berharap dua sahabatnya bisa diajak kerjasama untuk membuat kejengkelannya pagi ini berkurang. Meski tidak terlalu yakin, karena kemarin saja Sean justru menambah kebutekan hidupnya.


__ADS_1



Kalian ngerasa nggak sikap Reyhan saat dulu bersama Maria dan sekarang bersama Kyra, berbeda? Beneran ya, deketin anak abegeh, Reyhan jadi labil juga kayak anak abegeh, apalagi sikapnya yang jadi suka nggak jelas. Hahaha...


__ADS_2