
Reyhan tiba di kediaman Geraldi hanya untuk menjemput pujaan hatinya. Setelah hari ketika Reyhan mendatangi Laras, sejak hari itu Kyra bermalam di sana. Krya enggan pulang ke rumahnya sebab Kyra tahu jika dia hanya akan berdebat dengan Dirga.
Meski berada di kediaman ayah tirinya juga tidak membuat Kyra begitu nyaman lantaran ada Bayu di sana, tetapi Kyra berusaha untuk tetap tenang, terlebih lagi Laras dan ayah tiri Kyra merestui hubungan Kyra dan Reyhan. Krya bersyukur karena mempunyai ayah tiri yang baik yang dapat berpikir lebih bijaksana, berbeda dengan ayahnya–Dirga yang begitu egois.
"Om, Tante. Kalau begitu kami pergi dulu!" pamit Reyhan setelah Kyra bersiap.
"Baiklah. Hati-hati. Sampaikan salam kami pada ibumu." Laras dan suaminya tersenyum melepas Kyra pergi bersama Reyhan.
Selama perjalanan menuju tempat tujuan, Kyra terlihat begitu gelisah dan itu membuat Reyhan tersenyum. "Apa yang membuat, Om tersenyum?" tanya Kyra kesal.
"Jangan gugup. Tidak perlu takut. Mamaku pasti akan menyukaimu," ucap Reyhan mengusap lembut tangan Kyra.
Reyhan jelas tahu apa yang tengah Kyra pikirkan. "Om, yakin?" tanya Kyra pelan.
Reyhan menganggukkan kepalanya. "Aku sudah pernah menceritakan tentangmu."
"Lalu? Apa tanggapan mama, Om?"
"Ya ampun, Rey. Usianya lebih cocok menjadi keponakanmu daripada pasanganmu. Kamu tidak malu terlihat seperti pria tua mesum yang mengejar gadis kecil?" Reyhan mengatakan dengan cara menyerupai Mamanya dan itu semua membuat Kyra tertawa kencang mendengarnya.
"Ya, itu benar. Om seperti pria tua mesum. Itu juga yang aku katakan dulu," sahut Kyra disela tawanya.
Reyhan yang merasa gemas dan sedikit kesal karena Kyra menertawakannya, menghentikan mobil di tepi jalan lalu menarik tengkuk Kyra, menghentikan tawa Kyra dengan menciumnya.
__ADS_1
"Om!" pekik Kyra mendorong pelan dada Reyhan agar menjauh dan melepaskan ciumannya.
"Kita berada di luar. Bagaimana jika ada yang melihat?" sambung Kyra bertanya sembari melihat ke sekitarnya.
Reyhan tak mengatakan apapun, hanya mengusap lembut rambut Kyra sebelum akhirnya kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju ke rumah orang tua Reyhan.
Setengah jam kemudian mereka tiba di tempat tujuan. Kyra kembali merasa gugup, tetapi Reyhan dengan cepat menenangkannya. "Ayo turun! Percayalah semuanya akan baik-baik saja. Mama pasti menyukaimu."
Kyra berusaha untuk tenang, menerima uluran tangan Reyhan dan perlahan melangkah menuju pintu rumah Reyhan. Keduanya tiba di depan pintu bersamaan dengan Lusi–ibu Reyhan, yang akan keluar menyambut mereka.
"Selamat datang, cantik." Dengan senyum ramah Lusi menyambut kehadiran Kyra, membuat semua rasa gugup dan takut yang sempat hadir menghilang.
Kyra balas tersenyum, lalu mencium punggung tangan Lusi. "Terima kasih, Tante. Saya Kyra."
"Ma, apa kita akan tetap berdiri di luar seperti ini?" tanya Reyhan yang merasa diabaikan.
Lusi yang mendengar itu masih saja mengabaikan Reyhan, membuat Kyra tersenyum saat Lusi justru merangkul Kyra, membawa Kyra masuk ke dalam rumah.
Perasaan Reyhan menjadi hangat melihat kedua wanita yang dicintainya terlihat akrab. Reyhan merasa jika setelah ini hidupnya akan benar-benar menjadi sempurna. Reyhan tersenyum menyusul kedua wanita yang dicintainya itu.
****
Dua hari diabaikan oleh Kyra membuat Dirga tak bisa tenang. Dirga memutuskan kembali tinggal bersama Kyra agar dapat memperbaiki hubungannya dengan Kyra, menebus kesalahannya di masa lalu, tetapi yang ada justru semakin berantakan. Sore harinya, Dirga yang tak lagi merasa bisa diam bergegas menemui Kyra ke rumah mantan istrinya–Laras.
__ADS_1
"Silahkan masuk, Tuan!" ucap pelayan sopan pada Dirga.
Dirga masuk dan duduk di ruang tamu, beberapa saat kemudian, Laras datang menghampirinya bersama dengan Geraldy. "Tuan Dirga, selamat datang di rumah kami." Dengan hangat Geraldi menyambut mantan suami istrinya itu.
"Terima kasih. Jangan salah paham. Aku datang untuk menemui Kyra. Dimana dia?" tanya Dirga.
Geral menatap Laras. "Dia pergi bersama Reyhan menemui ibu Reyhan tadi pagi," jawab Laras membuat Dirga kesal mendengarnya.
"Ada apa denganmu? Bagaimana bisa kamu melepaskan putri kita pergi bersama pria duda itu?" ucap Dirga kesal.
"Aku yang seharusnya bertanya, ada apa denganmu, Dirga? Reyhan adalah pria yang tulus mencintai Kyra. Berhenti bersikap egois jika tidak ingin Kyra semakin menjaga jarak darimu," ujar Laras membuat Dirga terdiam.
Geral yang mendengar dan merasa jika perdebatan akan terjadi antara Laras dan Dirga, dengan cepat mengambil alih pembicaraan. "Tuan Dirga. Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Begitu juga kalian selaku orang tua kandung Kyra. Alasan Anda menganggap Kyra tidak baik karena usia Reyhan jauh berbeda darinya tidak dapat dijadikan alasan yang kuat, karena dalam suatu hubungan usia bukanlah masalah. Dalam suatu hubungan yang diperlukan rasa saling percaya, menghormati, menyayangi dan bertanggung jawab. Semua itu ada pada Reyhan. Dia menghormati Kyra, dua menyayangi Kyra, bersikap baik pada Kyra bertanggung jawab dan terlebih lagi dia dapat memberikan Kyra kebahagiaan yang sebelumnya tidak dapat kalian berikan.
Kyra hidup dalam kesepian, Kyra membutuhkan teman untuk mewarnai hidupnya yang sunyi. Dan semua itu Kyra dapatkan dari Reyhan. Reyhan bisa bersikap menjadi pasangan, saudara dan ayah sekaligus untuk Kyra. Dia pria dewasa dan aku percaya dia akan menjaga Kyra dengan sangat baik. Cobalah untuk mengenal Reyhan dan berikan dia kesempatan untuk membuktikan jika dirinya terbaik untuk Kyra."
Dirga masih terdiam, ucapan Laras dan Geral tak dapat dibantah karena semuanya benar. Namun tak dipungkiri juga rasa takut jika Reyhan menyakiti Kyra masih menyelimuti Reyhan. "Percayalah dengan pilihan Kyra. Berikan mereka kesempatan. Reyhan tidak meminta untuk menikahi Kyra sekarang. Dia siap menunggu sampai Kyra siap, bukankah selama itu kita bisa menilai sosok Reyhan lebih jauh?" sahut Laras lagi.
"Benarkah itu yang dia katakan? Dia tidak akan menikahi Kyra di usia muda seperti sekarang?" tanya Dirga memastikan.
"Menikah atau tidaknya mereka, semua keputusan itu ada pada Kyra. Reyhan berjanji tidak akan memaksa Kyra. Percaya pada Kyra, dia tidak akan melangkah dengan gegabah," jawab Laras berusaha meyakinkan Dirga.
"Baiklah, aku akan mencoba menerimanya. Aku akan merestui hubungan mereka," jawab Dirga setelah memikirkan semuanya.
__ADS_1