
Kyra masih saja memasang wajah cemberut, Kyra menyetujui ucapan Reyhan yang mengatakan jika mereka berpacaran agar bisa terlepas dari pria itu, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Bukannya melepaskan Kyra, Reyhan justru semakin menahan Kyra, bersikap layaknya seorang pria posesif pada kekasihnya. Seperti yang terjadi sekarang di mana Kyra berada di dalam mobil Reyhan dengan Reyhan yang terus saja tersenyum sembari mengemudikan mobilnya dan tangan yang sesekali menarik tangan Kyra untuk dikecupnya.
"Bisa tolong lepaskan tanganku?" ucap Kyra dengan penuh penekanan menanggapi sikap Reyhan yang begitu berlebihan menurutnya.
Sampai kapan dia akan terus mencium tanganku? Kenapa dia jadi semakin aneh dan mesum seperti ini? Batin Kyra saat Reyhan mengabaikan ucapannya.
Gadis yang tidak pernah berpacaran atau pun dekat dengan pria sepertinya sangat wajar jika merasa aneh dengan sikap Reyhan. Reyhan begitu manja, begitu posesif dan terlihat seperti pria bucin, padahal mereka belum lama mengenal.
"Sayang, apa kamu lapar? Apa kamu sudah makan? Katakan padaku jika kamu ingin makan sesuatu," ucap Reyhan dengan begitu lembut pada Kyra yang terdiam menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Sudah lama sekali aku tidak mendengar pertanyaan seperti ini yang terdengar begitu tulus. Aku merindukan kalian pi, mi. Apa kalian merindukanku? Aku sangat merindukan kalian. Batin Kyra.
"Hei..... Sayang, kenapa melamun? Aku tahu aku tampan," ucap Reyhan lagi menarik gemas dagu Kyra, menyadarkan Kyra dari lamunannya.
Kyra yang mendengar itu hanya berdecak kesal lalu kembali menatap ke arah samping jendela mobil.
"Aku tanya. Kamu sudah makan, belum?" tanya Reyhan mengulang pertanyaannya.
"Sudah. Aku ingin pul...." Kyra tak menyelesaikan kalimatnya saat Reyhan sudah lebih dulu tertawa sembari mengusap lembut rambutnya setelah mendengar suara nyanyian dari perut Kyra.
__ADS_1
"Ingat. Aku kekasihmu. Jangan pernah malu ataupun sungkan padaku," ungkap Reyhan pada Kyra yang wajahnya sudah merona karena malu dan karena perlakuan lembut Reyhan.
Tanpa menunggu jawaban dari Kyra, Reyhan membawa Kyra menuju salah satu restoran yang berada tak jauh dari sana. Kyra masih saja diam menahan rasa malunya, tetapi tetap memperhatikan gerak-gerik Reyhan yang sudah lebih dulu keluar dari dalam mobil, lalu membukakan pintu mobil untuk Kyra.
Kyra yang tidak pernah membiarkan satu orang pria pun mendekatinya selama ini, jelas merasakan perasaan yang sulit dijelaskan olehnya saat mendapat semua perlakuan tak biasa dari pria yang mendapat julukan baru darinya sebagai pria pemaksa tersebut.
"Jalan sendiri atau mau aku gendong?" tanya Reyhan membuat Kyra dengan cepat keluar dari mobil dan berjalan lebih dulu masuk ke dalam restoran.
Reyhan tersenyum menatap punggung gadis yang sudah melangkah jauh darinya itu, tetapi sesaat kemudian senyum Reyhan menghilang saat melihat beberapa orang pria terus saja menatap pada Kyra. Reyhan mempercepat langkahnya, lalu mengejutkan Kyra dengan tangannya yang sudah merangkul pinggang Kyra.
"Jaga mata kalian jika masih ingin melihat dunia!" tukas Reyhan dengan penuh penekanan menatap tajam pada beberapa pria yang sebelumnya terus menatap Kyra. Mendengar ucapan Reyhan dan ketika menyadari siapa sosok Reyhan, beberapa orang yang menatap Kyra langsung mengalihkan pandangannya mereka.
"Kenapa tersenyum?" tanya Reyhan saat mereka sudah duduk di salah satu tempat yang kosong di sana.
Sial. Apa aku setua itu? Dia selalu saja mengatakan aku seperti orang yang sangat tua. Batin Reyhan.
Kyra yang baru saja akan menjauh dari Reyhan, mengerti apa yang sudah terjadi. Kyra lagi-lagi merasakan sesuatu ada yang janggal di hatinya. Di tatap oleh banyak pria bukan hal biasa untuk Kyra, karena itu Kyra tidak pernah menanggapi hal itu, tetapi saat ada seseorang yang melindunginya dari tatapan pria mesum padanya membuat Kyra merasa diperlakukan istimewa.
Gadis yang merasa jarang mendapatkan perhatian seperti itu dari kedua orang tuanya itu seakan merasakan kenyamanan dan perlindungan dari orang asing yang saat ini telah mengklaim dirinya sebagai kekasihnya.
__ADS_1
Kenapa dia cemberut? Apa ucapanku terlalu kasar? Batin Kyra saat melihat Reyhan hanya terdiam menatap dingin padanya.
"Boleh aku pesan banyak?" tanya Kyra asal mencoba mencairkan kembali suasana.
"Tidak boleh? Aku akan bayar sendiri, jangan khawatir," sambung Kyra merasa canggung saat Reyhan masih saja terdiam menatapnya.
Sesaat kemudian, seorang pelayan datang menghampiri mereka. Kyra yang baru saja akan memesan makanan, terdiam saat Reyhan sudah lebih dulu memesan makanan.
"Hidangkan semua makanan terbaik yang ada di sini tanpa campuran keju dan mayones!" titah Reyhan pada pelayan yang dengan cepat menganggukkan ucapannya, setelah itu berlalu pergi dari sana.
"Kenapa tanpa keju dan mayones?" Kyra yang merasa heran dengan pesanan Reyhan, tak ragu untuk bertanya.
"Karena kekasihku tidak suka keduanya," jawab Reyhan kembali membuat wajah Kyra yang mendengar menjadi merona.
Kyra lagi-lagi menjadi salah tingkah, dan dengan cepat bangkit dari duduknya. "Aku ke toilet sebentar," ucapnya berlalu pergi tanpa menunggu tanggapan dari Reyhan yang tersenyum menatap kepergiannya.
Dia benar-benar menggemaskan. Gumam Reyhan.
__ADS_1
**Mau banyakin part unyu-unyu gini, boleh nggak ya? Nulis part beginian menghibur diri sendiri. Andai aja Reyhan sukanya sama author🤣🤣🤣**