
Para pengawal benar-benar bingung. Namun, karena merasa terpojokkan, mereka kembali menghalangi pintu itu, membuat Kyra tak bisa masuk. "Maaf, Nona." Salah satu pengawal memperlihatkan rasa bersalahnya, tetapi tetap saja menghalangi Kyra.
Semakin lama aku semakin membenci wanita ini. Ada apa sebenarnya dengan dia? Kenapa dia dan putrinya sangat membenciku? Mereka selalu saja mengangkat bendera perang padaku. Sepertinya aku sudah cukup baik pada mereka, jika mereka memang ingin bermusuhan denganku, maka baiklah. Aku dengan senang hati melawan kalian. Batin Kyra.
Kyra mendengus kesal. Kemudian menatap tajam para pengawal di depannya. "Kalian berani menghalangiku untuk menemui papiku? Kalian yakin?" tanya Kyra dengan penuh penekanan, kembali menambah keraguan serta rasa bingung dan takut pada para pengawal itu.
Melihat tak ada pergerakan atau pun respon dari beberapa pria bertubuh tegap itu, Kyra tertawa pelan menatap mereka.
"Oke, jika benar-benar ingin menghalangiku, lakukan saja. Namun, akan kupastikan kalian segera dipecat hari ini juga!" ancam Kyra kemudian hendak pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Ucapan Kyra yang terdengar begitu tegas dan menakutkan membuat mereka semakin gelagapan. Merasa sangat terancam, para pengawal memutuskan untuk menuruti kemauan Kyra. Mereka benar-benar takut, jika dipecat oleh Dirga, pekerjaan apa yang akan mereka geluti untuk menafkahi keluarga? Kota ini begitu keras, sangat susah mendapatkan pekerjaan dengan bayaran yang lumayan seperti yang mereka dapatkan sekarang.
Mereka yakin betul jika Dirga bakal menuruti perkataan Kyra untuk memecat mereka, karena berani menghalangi Kyra yang hendak menjenguk dirinya—yang terbaring lemah di rumah sakit ini. Meski memang Dirga tampak seperti cuek kepada anak kandungnya, tetap saja mereka yakin betul jika papinya Kyra itu begitu menyayanginya. Lama mereka bekerja bersama Dirga, hal itu membuat mereka tahu semuanya jika Dirga sangat menyayangi Kyra.
"Mulailah berpikir untuk rencana kalian selanjutnya," ucap Kyra melangkah pergi dari sana, tetapi belum lima langkah kakinya bergerak, pengawal menghentikannya.
"Non Kyra, Maafkan kami. Kami salah, sekarang silakan masuk!" ujar salah satu pengawal membuat langkah kaki Kyra yang hendak pergi seketika berhenti, Kyra tersenyum puas, menoleh ke arah ibu tirinya yang menganga karena benar-benar kaget melihat para pengawal lebih patuh pada anak tirinya ketimbang dia yang notabenenya ialah istri dari seorang Dirga Dwayne; pengusaha kaya raya dan sangat terkenal.
"Maaf, Nyonya. Kami masih butuh pekerjaan ini," ucap salah satu pengawal pada Inggrid. Lalu kembali menatap Kyra. "Silahkan masuk, Nona Kyra."
__ADS_1
Kyra menatap Inggrid, dia hanya diam, tetapi tatapan itu seolah mengatakan pada Inggrid jika Inggrid tidak akan bisa melawannya.
"Terima kasih!" balas Kyra tersenyum pada pengawal setelah membalikkan badan dan berjalan masuk ke dalam ruangan, meninggalkam Inggrid yang jelas tengah mengumpatnya di dalam hati.
Inggrid yang tak lain adalah ibu tiri Kyra itu menghentakkan kakinya di permukaan lantai hingga terdengar suara nyaring dari high heels-nya. Di dalam hati dia menggerutu, berteriak, dan memaki keadaan yang terasa menyebalkan ini.
Dia tidak suka pada Kyra, anak tirinya itu seolah selalu cari muka di depan papinya. Ditambah, Dirga selalu mengutamakan Kyra dibanding dirinya dan Sandra. Padahal kenyataannya itu semua sangat wajar mengingat jika Kyra adalah putri kandung Dirga, tetapi dibalik itu juga Dirga selalu berusaha memperlakujan Sandra dan Inggrid dengan baik. Hanya saja karena memang pada dasarnya Sandra dan Inggrid ini tamak, membuat mereka iri jika Kyra mendapatkan kasih sayang atau perhatian dari papi kandungnya sendiri.
Tatapan yang begitu tajam Inggrid perlihatkan pada para pengawal yang berdiri di sana bersamanya. Para pengawal itu jelas merasa takut dan serba salah, tetapi mereka mencoba untuk tetap tenang saat mereka yakin posisi Kyra lebih unggul dan akan lebih diutamakan oleh Dirga dibandingkan Inggrid.
__ADS_1
"Menyebalkan!" pekiknya kemudian kembali duduk di kursi panjang yang ada di sana.