Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Apa Dia Kekasihmu


__ADS_3

Kyra mengedarkan pandanganya saat perasaanya mengatakan ada yang tengah memperhatikannya, dan dugaannya benar. Di pinggir jalan tak jauh dari kedai tempat ia berada saat ini, ada sebuah mobil yang jelas sudah ia rekam di dalam otaknya jika mobil tersebut adalah mobil pria tua mesum yang telah mengambil ciuman pertamanya.


Kenapa pria itu selalu saja ada di sekitarku? Ini bukan lagi sebuah kebetulan, jika tebakanku benar itu adalah dia, itu artinya dia sengaja menguntitku. Batin Kyra.


"Ada apa, Ky?" tanya bu Wardah pada Kyra yang terlihat melamun menatap jalanan.


"Tidak apa-apa Bu, sepertinya itu kenalanku. Aku ke sana sebentar, ya?" ucap Kyra tersenyum, lalu melangkah keluar dari kedai setelah mendapat persetujuan dari Wardah.


Kyra mempercepat langkahnya menuju mobil Reyhan untuk memastikan tebakannya.


Reyhan yang berada di dalam mobil menjadi gelagapan saat melihat Kyra melangkah menuju ke arahnya. Keberadaan Kyra benar-benar membuatnya kembali merasakan yang namanya jantung berdebar-debar hanya dengan melihatnya.


Sial. Kenapa aku menjadi salah tingkah seperti ini?  Gadis ini benar-benar sudah mengusik hidupku. Jantungku bahkan seakan berlari saat melihatnya. Batin Reyhan berusaha menenangkan dirinya saat kaca mobil sudah di ketuk oleh Kyra yang mau tidak mau di buka olehnya. Sebagai pria Reyhan tidak mungkin lari dari Kyra, ia akan menghadapinya dengan cool, meskipun keadaan yang sesungguhnya Reyhan  begitu gugup.


"Ck... aku tidak mungkin salah. Kenapa Anda mengikutiku?" tanya Kyra menundukkan tubuhnya mendekatkan wajahnya pada kaca mobil yang terbuka lebar.


Wangi napas Kyra dapat Reyhan rasakan mengembus wajahnya saat Kyra berbicara dengan posisi yang membuat mereka dekat seperti itu. Kyra yang baru tersadar dengan posisinya saat melihat tatapan Reyhan yang menuju bibirnya sontak saja mengangkat tubuhnya yang tak sengaja justru membuat kepalanya terbentur bagian atas mobil.


"Aww...!" pekiknya mengaduh kesakitan sembari mengusap kepalanya yang terbentur.


"Bagian mana yang sakit? Kenapa kamu begitu ceroboh?" ucap Reyhan  yang dengan cepat sudah keluar dari mobil, mengantikan tangan Kyra mengusap lembut kepala gadis yang terbentur tersebur. Tangan Reyhan yang begitu lembut mengusap kepalanya, serta tubuh mereka yang nyaris menempel itu, membuat Kyra merasakan sesuatu gelenyar aneh di tubuhnya yang ia sendiri belum tau dan mengerti apa itu. Kyra menepis tangan Reyhan dari kepalanya lalu menjaga jarak dari Reyhan.


"Jangan berani menyentuhku!" sentaknya.


"Maaf," cicit Reyhan.

__ADS_1


"Mau ke rumah sakit? Aku akan bertanggung jawab," tawar Reyhan mendapat tatapan tajam dari Kyra yang sudah kembali pada mode galaknya.


"Anda benar. Pergilah ke rumah sakit, tapi bukan aku yang harus di periksa. Anda yang perlu di periksa, periksalah kejiwaan Anda!" ucapan yang pedas kembali keluar dari bibir mungil yang terlihat begitu menggoda di mata Reyhan saat bibir itu bergerak untuk berbicara.


"Aku bersedia memeriksakan kejiwaanku, tapi kamu juga harus ikut menemaniku. Karena apa? Karena dokter pasti akan menanyakan penyebabnya dan aku akan menjawab kamulah yang membuat kondisi kejiwaan ku terganggu," jawab Reyhan tersenyum menyeringai menatap Kyra yang semakin membelalakkan matanya mendengar ucapan Reyhan.


"Gila, Anda benar-benar gila," cibir Kyra begitu kesal pada Reyhan.


"Berhentilah menguntitku! Apa Anda pengangguran sehingga punya banyak waktu menguntit gadis kecil sepertiku? Wah... jika benar Anda pengangguran, pantas saja Anda menjadi pria tua mesum karena Anda pasti sulit mencari pasangan sebab tidak akan ada wanita yang mau dengan pria pengangguran seperti Anda. Kasihan sekali Anda!" dengus Kyra mengatakan sesuatu yang justru membuat Reyhan tertawa mendengarnya. 


"Apa yang Anda tertawakan?" Kyra semakin di buat kesal oleh Reyhan yang menertawakannya.


"Apa menurutmu aku kurang tampan, sehingga sulit mencari pasangan?" tanya Reyhan membuat Kyra terdiam.


Kyra akui jika Reyhan berwajah rupawan, pria itu terlihat tampan dan berpenampilan rapi, tampilan yang Krya sukai. Jika sikapnya tidak mengesalkan seperti itu tentu Kyra akan memujinya, tapi mengingat sikapnya yang mesum membuat Kyra kesal dan tidak mungkin berkata jujur. Kyra harus berbohong sekalipun jika ada orang yang mendengarnya akan mengatakan dia buta karena mengatakan Reyhan biasa saja.


Bukannya kesal, dengan lancangnya tangan Reyhan terulur, lalu mencubit gemas dagu Kyra membuat semburat kemerahan dengan sendirinya menyerang wajah cantik Kyra dan itu semakin membuat Reyhan ingin menggodanya.


"Baiklah, aku biasa saja, aku juga pengangguran. Namun, Sekalipun aku pengangguran, aku akan menjadi pengangguran yang sukses, aku bisa memberikan kehidupan yang sangat layak untuk pasanganku. Apa kamu mau mencoba menjadi pasanganku?" ucap Reyhan tersenyum, sembari mengedipkan sebelah matanya pada Kyra yang wajahnya semakin terlihat merah entah karena malu atau justru karena marah padanya.


"Dasar pria tua mesum, jika kamu memang punya kemampuan memberikan kehidupan yang layak untuk pasanganmu, maka lakukanlah sayembara agar kamu segera menemukan pasangan. Pria mesum sepertimu akan mengacaukan dunia jika di biarkan sendiri tanpa pasangan," ucapan yang keluar dari bibir Kyra lagi-lagi membuat senyum di wajah Reyhan selalu terbit mendengarnya.


"Baiklah, aku akan mengikuti saranmu.  Aku akan mengadakan sayembara untuk mencari pasangan, dan aku harap kamu juga berpatisipasi di dalamnya, karena aku tentu saja akan menjadikanmu sebagai pemenangnya," jawab Reyhan kembali mengedipkan sebelah matanya pada Kyra yang semakin di buat kesal olehnya.


"Berbicara pada orang gila sepertimu hanya akan membuatku ikut menjadi gila, pergilah! Menjauh dariku!" ucap Kyra kesal memutar tubuhnya melangkah pergi dari sana meninggalkan Reyhan yang tertawa, merasa begitu terhibur berhadapan dengan gadis yang dia juluki sebagai gadis kecil tersebut.

__ADS_1


"Kyra!" panggil Reyhan saat Krya sudah nyaris masuk ke dalam kedai.


"Kemari atau aku yang kesana!" pinta Reyhan terdengar seperti perintah.


Kyra yang tidak ingin Reyhan membuat keributan di kedai Wardah memilih untuk kembali menghampiri Reyhan.


"Ada apa?" tanyanya dengan jarak yang cukup jauh.


"Kamu melupakan sesuatu," ucap Reyhan membuat Kyra bingung mendengarnya.


"Apa maksudmu?" tanyanya.


Reyhan tersenyum, ia semakin ingin menjahili Kyra. Reyhan menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya membuat wajah kesal Kyra semakin terlihat.


"Aku benar-benar membenci pria sepertimu. Menjauhlah dariku!" ucapnya berbalik pergi dan benar-benar kembali ke kedai Wardah tanpa menoleh ke belakang dimana Reyhan tersenyum dengan sangat senang menatapnya.


Tanpa Kyra sadari jika interaksi antara ia dan Reyhan diperhatikan oleh Wardah dan beberapa pelanggan disana.


"Siapa Ky?" tanya Wardah pada Kyra.


"Apa dia kekasihmu? Terlihat sangat dewasa," ucap Wardah lagi membuat Kyra membelalakan matanya mendengar ucapan Wardah.


"Bukan, Bu. Dia pria tua mesum yang menguntitku beberapa hari ini," jawab Kyra membuat Wardah dan beberapa pelanggannya berusaha menahan tawa mereka mendengar ucapan Kyra.


"Mesum? seperti apa?" tanya Wardah membuat wajah Kyra merona saat ia merasa telah salah berkata.

__ADS_1


"Bu, aku ke toilet sebentar," ucapnya bergegas pergi menghindar dari pertanyaan Wardah.


__ADS_2