Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Saatnya Menemui Calon Menantu


__ADS_3

Mendapat restu dari Dirga seakan hal yang begitu sulit untuk Reyhan dan Kyra. Sekeras apapun Reyhan berusaha, tetap saja Dirga begitu egois menghadapinya. Tidak sedikitpun Dirga memberi celah untuk Reyhan membuktikan kesungguhannya sekali pun Dirga sadar jika Reyhan tidak sepenuhnya buruk.


"Sampai kapan, Pi?" Kyra menatap kesal pada Dirga yang baru saja mengusir Reyhan. Entah sudah berapa kali Dirga mengusir Reyhan yang selalu datang hanya untuk memperbaiki hubungan anatara mereka.


"Dia selalu datang dengan niat yang baik. Berusah untuk dekat dengan Papi, berusaha untuk membuktikan pada Papi jika dia serius dan bersungguh-sungguh padaku," sambung Kyra. Tatapan kecewa jelas terlihat di wajah Kyra.


"Semua pria akan bersikap seperti itu jika ingin mendapatkan sesuatu, mereka akan terlihat bersungguh-sungguh, tetapi setelah mendapatkannya, maka mereka akan menyia-nyiakannya. Papi hanya tidak ingin semua itu terjadi padamu, Ky. Tolong mengertilah maksud Papi," ucap Dirga berusaha memberikan pengertian pada Kyra, tapi Kyra justru tertawa sinis mendengarnya.


"Ya, aku setuju dengan apa yang Papi katakan, sebab aku melihat nyata jika ucapan papi benar. Papi menyia-nyiakan Mami yang begitu tulus mengabdikan dirinya menjadi nyonya Dwayne. Papi melakukan semua itu hingga akhirnya mami lelah dan membalas apa yang Papi lakukan hingga pada akhirnya kalian berpisah, semua yang terjadi adalah atas kesalahan Papi. Aku kehilangan masa kecilku karena, Papi." Kyra lagi-lagi meluapkan semua kekesalannyan, setelah itu memilih pergi ke kamarnya.


Di dalam kamar, Kyra kembali berpikir cara apa yang akan dia lakukan untuk membantu Reyhan. Kyra kasihan pada Reyhan yang terus saja mendapat penolakan dari papinya, Kyra juga takut jika pada akhirnya Reyhan lelah dan menyerah, meninggalkan Kyra yang sudah jatuh hati padanya.


"Tidak, aku tidak akan sanggup untuk patah hati," gumam Kyra.

__ADS_1


***


Reyhan masih berada di dalam mobilnya, memarkirkan mobilnya tak jauh dari gerbang rumah Kyra. Diusir oleh Dirga seakan sudah menjadi makanan sehari-hari Reyhan, seperti hari ini dimana Reyhan kembali diusir oleh Dirga.


"Apa lagi yang harus aku lakukan, Tuhan?" Reyhab benar-benar frustasi.


Reyhan memejamkan matanya sejenak, berusaha untuk tenang agar bisa berpikir lebih tenang tentang apa yang akan dia lakukan selanjutnya.


Reyhan menginjak pedal gas dan bergegas menuju tempat dimana Laras berada.


Setengah jam perjalanan cukup untuk Reyhan tiba di depan butik ternama milik Larasati. Reyhan meyakinkan dirinya jika dia harus bisa mendapat dukungan dari Laras.


"Tuhan, bantu aku!"

__ADS_1


"Selamat siang, ada yang bisa dibantu?" tanya seorang wanita pada Reyhan yang baru saja masuk ke dalam butik.


"Apa nyonya Larasati ada?" tanya Reyhan langsung.


"Kebetulan ibu ada di sini. Namun, apakah Anda sudah membuat janji, Tuan?" tanya pegawai itu lagi pada Reyhan yang terdiam mendengarnya.


"Tolong sampaikan padanya jika saya–Reyhan Kalingga, datang untum menemuinya," ucap Reyhan yang diangguki setuju oleh pegawai di butik tersebut.


Larasati yang berada di ruangannya sudah mengira jika akan ada saatnya dia harus menghadapi Reyhan, pria yang tengah mengejar putrinya. Mungkin terlihat acuh, tapi Laras selalu bertanya perkembangan putrinya dari Dirga. Awalnya Laras sependapat dengan Dirga, tetapi semakin lama sikap Dirga dan semua cerita Dirga membuat Laras menyimpulkan jika Reyhan tidak sepenuhnya buruk.


Perjuangan Reyhan menghadapi sosok Dirga yang jelas Laras ketahui sangat keras kepala, egois dan kejam membuat Laras juga berpikir jika Reyhan terlihat bersungguh-sungguh pada putrinya–Kyra.


Larasati tersenyum. "Saatnya menemui calon menantu," ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2