Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Kekhawatiran Laras


__ADS_3

Di kediaman lain, Laras juga mengkhawatirkan putrinya karena dari kemarin tidak ada kabar. Laras sudah meneleponnya tapi tidak aktif, mengirim pesan tak ada jawaban. Dia sudah memanggil Wardah lewat panggilan telepon, jawaban Wardah membuatnya kembali khawatir karena mantan pengasuh anaknya itu pun tidak tahu di mana keberadaan Kyra, karena Kyra sudah beberapa hari tidak datang kesana pun tidak dapat dihubungi.


"Aku tidak bisa diam seperti ini, bagaimana jika terjadi apa-apa pada putriku?" gumam Laras.


Laras memukul pelan kepalanya ketika baru sadar. Kenapa tidak langsung pergi ke rumah Kyra saja? Siapa tahu gadisnya itu sakit sehingga tidak bermain gawai? Atau .... Ah, sudahlah! Sebelum muncul pikiran-pikiran aneh, Laras memutuskan untuk langsung pergi saja ke rumah Kyra.


Laras masuk ke dalam mobil, menyetir sendiri tanpa memberitahu pelayan yang jelas bertanya-tanya ke mana tujuan majikan mereka? Ingin bertanya juga sudah terlambat, sebab Laras sudah melaju pergi dengan mobilnya.


Jalanan yang macem membuat Laras tiba di sana lebih lama dari waktu yang harusnya ditempuh. Namun, baru saja Laras sampai di sana, kembali dirinya dirundung khawatir karena sang putri tak ada di rumahnya.


"Ke mana Kyra? Dengan siapa dia pergi? Kapan?" tanya Laras cemas bertanya pada pelayan yang sebelumnya mengatakan jika Kyra tidak ada di rumah.


"Non Kyra pergi kemarin," lanjut sang pelayan membuat kedua mata Laras berbinar dan dapat bernafas lega. Jika pelayan berkata seperti itu, bertarti pelayan tahu ke mana perginya Kyra.

__ADS_1


"Ke mana, Bi?"


"Kalau tidak salah kemarin mengantar teman-temannya pulang, terus Non Kyra mau ke rumah Tuan Dirga! Semalam Non Kyra juga menelepon dan mengatakan jika dia akan menginap di sana," jelas pelayan, membuat Laras akhirnya benar-benar bernapas lega, meski sedikit rasa iri hadir di hatinya saat Kyra mau menginap di rumah Dirga, tetapi tidak di rumahnya.


"Ya sudah, terima kasih, Bi. Saya pamit dulu!" Laras segera kembali ke dalam mobil, dan memutuskan untuk pergi ke kediaman Dirga, melihat secara langsung putrinya. Dia merasa belum puas jika belum melihat dengan kedua matanya secara langsung anak satu-satunya dari pernikahan pertamanya itu.


Sampai di rumah mewah itu, Laras dipersilahkan masuk karena satpam dan para pelayan tahu jika wanita ini merupakan mantan istri tuan mereka sekaligus maminya Kyra yang sekarang sedang berada di dalam rumah sejak semalam. Pun barusan satpam sudah menelepon Dirga, mengatakan jika ada Laras ke rumahnya, Dirga menyuruhnya untuk mempersilakan mantan istrinya itu masuk.


"Terima kasih," ucap Laras tersenyum ramah pada setiap pelayan yang menyambut baik kedatangannya.


"Ma, Bukankah itu ibunya si princess malang? Berani sekali dia datang kemari? Apa tujuannya kemari?" tanya Sandra berbisik pada ibunya.


"Apa jangan-jangan dia ke sini berniat rujuk dengan Papi?" sambung Sandra. "Dia pasti berusaha dekat lagi dengan Papi, Ma! Mama jangan diam saja."

__ADS_1


"Tidak akan pernah Mama biarkan itu terjadi!" balas Inggrid ketus, saat amarah juga sudah menyelimuti hatinya.


"Ma, kenapa mereka selalu membuat kita kesal, ya? Heran!" Kehadiran Sandra disisi Inggrid seakan menjadi minyak yang menambah api amarah dalam diri Inggrid.


"Iya, kita sudah bahagia hidup bersama Papi, kenapa mereka harus ke sini? Mama juga sangat tidak suka melihatnya!"


"Kita harus menghalangi Papi supaya tidak bertemu dia!" lanjut Sandra menggebu-gebu.


Entahlah, kedua perempuan ini benar-benar aneh. Selalu berpikir negatif dan iri dengan orang yang mereka rasa mempunyai kelebihan. Mereka iri kepada Kyra karena gadis itu cantik, lalu sekarang keduanya iri kepada Laras. Apa salah Laras? Dia ke sini untuk melihat Kyra, bukan melakukan hal yang tidak-tidak seperti yang mereka pikirkan.


"Ayo temui dia!" Inggrid melangkah lebih dulu menghampiri Laras.


__ADS_1



Aku up ulang, udah dr jam 3 subuh belum lolos. Semoga lolos kali ini


__ADS_2