Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Kekonyolan Reyhan


__ADS_3

Reyhan sangat peka, dia merasakan ada kejanggalan yang terjadi. Kyra terlihat jelas kebingungan menjawab pertanyaan Inggrid dan Sandra dan itu semua membuat Reyhan berpikir keras untuk membuat Kyra tenang.


Laras yang sedari tadi menguping di dekat pintu rumah memutuskan untuk mendekati putrinya karena dia sedikit kenal dengan Reyhan Kalingga. Meski Reyhan mungkin tak terlalu mengenalnya.


"Kyra ini sering ada di kantor Pak Dirga, membuat saya cukup kenal dengannya. Bahkan, kita bisa dibilang akrab. Betul, bukan?" tanya Reyhan yang telah menemukan jawaban yang tepat menurutnya, sembari melirik dengan ekor mata ke arah Kyra yang tampak syok karena bisa-bisanya Reyhan mengarang cerita di saat begini, tapi ada bagusnya karena Kyra bisa menjawab pertanyaan dari Inggrid.


"Yap, betul!" tambah Laras, meski dirinya tidak tahu, tapi dia turut menimbrung saja seakan membantu putrinya. Membuat Kyra sedikit lega karena rupanya Mami percaya pada Reyhan sehingga tak akan ada gosip yang aneh kenapa Reyhan bisa kenal dengan Kyra.


"Ah, ya! Mami harus pulang, tidak apa-apa, kan, Kyra?" tanyanya ketika tersadar jika sang suami meneleponnya untuk segera pulang.


Kyra segera mencairkan suasana yang menyebalkan ini dengan senyuman pada maminya. "Tak apa, Mami hati-hati. Titip salamku untuk papa dan kakak," balas Kyra kemudian menerima kecupan maminya di kening. "Sampai jumpa, Reyhan," imbuhnya kepada pria duda itu. Lalu beralih menatap Inggird dan Sandra, berpamitan pada kedua wanita yang jelas senang melihat kepergiannya.


"Hati-hati di jalan," jawab Reyhan disertai senyuman yang berhasil menaklukkan banyak wanita itu.

__ADS_1


"Permisi," pamit Laras lagi kepada Inggrid dan Sandra yang sedari tadi diam karena mereka masih kesal pada Kyra.


Usai kepergian Laras, Kyra kembali bingung. Apa yang harus dilakukannya sekarang? Tak mungkin dia membangunkan Papi dikarenakan ada tamu.


"Papi sedang sakit, dan dia tak bisa menemuimu," ujar Kyra tanpa berlama-lama, dia tak sabar ingin segera mengusir pria duda ini dari sini, sebab semakin sering bertemu akan tidak baik untuk hidupnya.


"Kyra! Dia sudah jauh-jauh ke sini, ajaklah masuk!" Seperti biasa, Inggrid ikut campur. Namun, diabaikan oleh Kyra.


"Ah, tak perlu," balas Reyhan yang segera diamini oleh Kyra.


Kyra meraih badan Rayhan yang berat itu, dan memaksanya untuk segera masuk ke dalam mobil. Bukannya marah, Reyhan justru merasa senang atas sentuhan Kyra di tubuhnya. Reyhan seolah pasrah kemana pun Kyra akan membawanya. Reyhan juga senang karena Kyra begitu lucu, dia tak henti-hentinya menahan senyuman yang semakin merekah di bibir.


Inggrid dan Sandra bingung, merasa ada yang aneh pada Kyra dan Reyhan. Bisa-bisanya gadis seperti Kyra mengusir pria duda tampan yang terkenal itu.

__ADS_1


"Ah, kenapa kita berpanas-panasan di sini, Ma? Lebih baik masuk! Aku tak mau kulitku gosong," rengek Sandra yang langsung diamini oleh Inggrid. Keduanya pun memutuskan untuk masuk ke dalam rumah. Namun, tetap mengintip lewat jendela.


Melihat dua perempuan menyebalkan itu tidak ada, Kyra langsung naik pitam, dia melimpahkan kekesalannya pada Rayhan.


"Jangan nekad mengangguku! Bisa-bisanya kamu tahu aku ada di sini!"


"Haha." Raleyhan tertawa kecil, membuat Kyra makin ilfeel. "Aku ke sini untuk bertemu Pak Dirga!" balasnya sembari menahan tawa karena bisa-bisanya ide konyol ini berhasil.


"Sudah aku bilang, Papiku sedang tidur! Dia tak bisa diganggu! Nanti aku bilang ke Papi jika kamu ke sini, sekarang lebih baik kamu pulang! Aku banyak pekerjaan!" balas Kyra lalu hendak pergi meninggalkan Reyhan.


Namun, tangannya digenggam oleh Reyhan hingga Kyra tak melanjutkan langkahnya. Dia menatap kesal Reyhan sembari mengibaskan lengan kanannya itu.


"Kamu tidak punya telinga?" tanya Kyra sarkas.

__ADS_1


Reyhan malah tersenyum melihat gadis di depannya marah. Dia terlalu senang karena akhirnya bisa bertemu dengan Kyra serta mengobrol sedekat ini. Meski bukan obrolan mengenai cinta, tapi membuatnya senang bukan kepalang. Dia berharap niatnya untuk move on dari Maria semakin terwujud berkat adanya Kyra.


"Aku sebetulnya ...." Reyhan sengaja memperlambat ucapannya, dia berpikir apakah jujur saja atau tidak jika dia sebetulnya ke sini bukan untuk bertemu Dirga, melainkan Kyra, karena dia merindukan Kyra.


__ADS_2