
Setelah sang istri menceritakan semuanya kepada Gerald, Gerald pun menjadi kepikiran tentang Putri. Bukan karena tidak bisa menepati janjinya kepada wanita itu, tetapi ia merasa jika Putri telah menganggapnya sebagai seorang pembohong, padahal ia sama sekali tidak pernah menganggap ucapannya di masa lalu adalah hal yang serius. Untuk itu setelah dewasa pun Gerald berpacaran dengan kekasihnya, Bella, sebelum ia mengenal Naya.
Hingga akhirnya Gerald pun mengajak Naya malam ini untuk makan malam dan jalan-jalan dengan mengajak Putri beserta kekasihnya, George.
"Kamu nggak salah? Tumben kamu ajak aku jalan-jalan dan meminta aku untuk ajak mereka. Biasanya kan aku yang selalu memintanya," kata Naya.
"Itu kan karena kamu mau menjodohkan mereka dan sekarang tanpa kamu jodohkan pun mereka sudah dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Mereka juga sudah menjalin hubungan, jadi nggak apa-apa dong kalau sekali-sekali kita double date," kata Gerald.
"Double date? Benar juga ya kata kamu, ide bagus dan aku setuju. Tapi, ini bukan karena kamu mau bertemu dengan Putri setelah kamu tahu Putri itu Puput teman kecil kamu kan?" Tanya Naya melirik suaminya itu.
"Nggak Sayang. Tapi jujur ya sebenarnya aku juga kepikiran sih, ada sedikit rasa bersalah karena aku Putri jadi tidak pernah membuka hatinya untuk pria lain. Dia menunggu aku padahal ucapan aku waktu itu benar-benar tidak serius, bahkan aku benar-benar melupakannya. Aku sama sekali tidak pernah mencari dimana keberadaan Putri. Kamu tahu sendiri kan bahkan sewaktu kita di Jogja kemarin, aku sama sekali tidak ada mencari keberadaannya," ucap Gerald.
"Iya, tapi itu karena kamu masih pura-pura hilang ingatan. Memangnya kamu lupa? Ingat dong," kata Naya.
"Iya sih kamu benar waktu itu aku masih pura-pura hilang ingatan. Tapi sudah dong jangan nyindir terus," hardik Gerald.
"Aku nggak nyindir tuh. Tapi memangnya benar ya kalau selama ini kamu sama sekali nggak pernah ingat sama Puput itu dan nggak pernah mencari dia?" Tanya Naya yang belum mempercayainya. Masih ada yang janggal di dalam pikiran Naya, bagaimana bisa Gerald melupakan segalanya tentang masa kecil itu, sedangkan Putri masih ingat sampai sekarang.
"Enggak, beneran. Aku benar-benar sudah lupa. Aku memang ingat sewaktu kecil aku pernah mempunya teman kecil, akrab, ya sering main sama aku gitu lah. Tapi aku nggak ingat sama janji itu. Ya karena menurut aku itu sama sekali nggak penting," kata Gerald.
__ADS_1
"Oh … gitu. Tapi kalau seandainya Putri tahu, pasti dia akan merasa sangat sedih Sayang. Jadi aku harap kamu nggak akan pernah berbicara seperti itu ya di depan Putri. Ya kalau hanya sekedar minta maaf karena kamu sudah melupakan dia, nggak masalah juga sih. Tapi jangan sampai kamu mengatakan kalau kamu hanya menganggap pembicaraan di masa lalu hanyalah pembicaraan anak kecil yang tidak penting, kamu sama sekali nggak serius dan melupakan janji itu. Lebih baik nggak usah berkata seperti itu deh," kata Naya
"Tapi kalau seandainya Putri nanti bertanya soal itu bagaimana?" Tanya Gerald.
"Kalau mendesak, mau nggak mau kamu harus jawab seperti itu," kata Naya.
"Kamu nih gimana sih Sayang," gerutu Gerald.
"Ya babisnya aku juga bingung Sayang. Ya sudahlah kalau kamu memang maunya kita double date, aku hubungi Putri dulu ya. Mudah-mudahan saja dia mau. Lagipula kalau menurut aku sih lebih baik kita terbuka satu sama lain. Lagipula kan saat ini kamu sudah hidup bersamaku dan kita sudah punya Kania. Nggak mungkin juga kan kalau kamu akan bersama Putri," kata Naya.
"Bisa saja kalau kamu mau dimadu," kata Gerald.
"Ya nggaklah Sayang, mana mungkin sih aku bisa menduakan cintaku ke kamu. Cintaku ini sudah sepenuhnya milik kamu," ucap Gerald sembari mencolek hidung sang istri yang membuat istrinya itu pun tersenyum tersipu malu.
"Sudah ah, aku mau menghubungi Putri dulu," kata Naya. Sedangkan Gerald tersenyum melihat istrinya itu.
***
Setelah menghubungi Putri dan sahabatnya itu pun menyetujuinya. Kini mereka berempat sudah dalam perjalanan menuju ke salah satu restoran untuk menikmati makan malam bersama. Bisa dibilang jika mereka double date. Sambil menikmati makan malam itu pun mereka juga berbincang-bincang agar suasana tidak hening.
__ADS_1
"Put, jadi aku sudah menceritakan semuanya ke Gerald," ucap Naya yang membuat Putri pun menjadi merasa tidak enak hati.
"Iya Put, tapi kamu santai saja. Kamu nggak perlu ngerasa canggung seperti itu, aku memang sudah tahu semuanya dari Naya. Aku minta maaf ya, sama sekali bukan maksud aku buat melupakan kamu. Tapi memang waktu itu kan kita masih anak-anak, aku juga waktu itu hanya menganggap kamu sahabat kecil aku. Dan karena kejadiannya itu sudah lama, kita juga tidak pernah bertemu lagi, jadi aku sama sekali tidak mengingat kamu lagi. Aku hanya ingat kalau aku punya teman kecil namanya Puput, tapi aku tidak tahu kalau itu kamu," ucap Gerald yang terdengar berbelit-belit, karena sebenarnya ia juga bingung harus mengatakan apa. Takut salah bicara dan malah akan membuat Putri merasa kecewa, seperti yang Naya katakan.
"Nggak apa-apa Kak santai aja. Hm … justru aku yang mau minta maaf karena aku sudah menganggapnya berlebihan. Tapi aku bersyukur bisa bertemu dengan Kakak lagi, teman kecil aku. Dan aku juga bahagia kok melihat Kakak yang sudah menikah dan punya anak, apalagi istri Kakak itu kan sahabat aku. Kak Gerald dan Naya itu pasangan yang serasi, kalian berdua cocok," ucap Putri.
"Terimakasih ya Putri. Kamu dan George juga pasangan yang cocok. Aku doakan semoga kalian berdua bisa segera menuju ke pelaminan," ucap Gerald.
"Aamiin … ," ucap Naya dan George secara bersamaan.
"Aamiin. Iya Kak, aku juga berharapnya seperti itu," ucap Putri.
George tersenyum, ia merasa bahagia karena ternyata Putri terlihat lebih tegar dan mau berusaha untuk mencintainya, bahkan mengatakan ingin menjalin hubungan yang serius dengannya sampai ke pelaminan nanti. George berjanji pada dirinya sendiri akan terus berusaha untuk membuat Putri sepenuhnya mencintainya dan melupakan Gerald.
Meskipun mereka semua tahu bagaimana perasaan Putri terhadap Gerald, tetapi mereka memilih untuk sama sekali tidak membahasnya. mereka tidak mau jika suasana malam ini akan terasa lebih canggung. Yang terpenting saat ini mereka sudah saling tahu, jadi tidak ada lagi rahasia yang disembunyikan di antara mereka.
Setelah makan malam, kini Naya, Gerald, Putri dan George melanjutkan acara double date mereka dengan berjalan-jalan di luar untuk menikmati angin malam bersama. Seperti biasa Gerald dan Naya selalu menunjukkan kemesraan mereka di depan umum, karena mereka berdua itu adalah pasangan suami istri. Meskipun terkadang Naya terlihat risih dengan perlakuan Gerald yang berlebihan. Terlebih lagi Naya merasa tidak enak dengan Putri karena sudah tahu jika Gerald adalah cinta pertama sahabatnya itu. Tetapi Gerald seakan tak peduli, karena baginya menunjukkan kemesraan bersama istri sendiri itu sama sekali tidak menjadi masalah.
Sedangkan George yang melihat raut wajah Putri yang terlihat cemburu, berusaha untuk memberikan perhatiannya kepada Putri agar kekasihnya itu tidak memikirkan tentang masa lalunya. George sangat berharap jika Putri akan benar-benar mencintainya dan melabuhkan cintanya itu seutuhnya untuknya dan melupakan Gerald yang tidak akan mungkin pernah bersamanya.
__ADS_1
...Bersambung …...