Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan
Mulai Mencintai


__ADS_3

Semakin hari, Putri semakin bisa untuk menerima hubungan Gerald dan Naya dengan lapang dada. Ia sudah mulai terlihat biasa saja melihat kemesraan pasangan suami istri itu di depan matanya. Meskipun akhir-akhir ini mereka lebih sering jalan bersama, Putri tidak lagi memasang raut wajah cemburu seperti biasa. George merasa bersyukur karena Putri sudah mulai melupakan cinta lamanya itu terhadap Gerald dan bahkan akhir-akhir ini Putri sering memberikan perhatian-perhatian kecil terhadapnya sebagai mana pasangan kekasih.


"Sayang, kamu makannya kok belepotan seperti ini sih. Coba deh kalau makan itu pelan-pelan, nggak usah terburu-buru," ucap Putri sembari menyapu makanan yang ada di sudut bibir George dengan jarinya.


George terkejut seakan tak percaya mendengar Putri memanggilnya dengan sebutan sayang dan juga memberikan perhatian kepadanya di depan Naya dan Gerald. Dan Goerge bisa melihat jika Putri melakukan dan mengucapkan hal itu dengan sangat tulus, bukan semata-mata karena ingin menunjukkan di depan Gerald. Putri sendiri merasa terkejut dengan ucapan dan perlakuannya itu, apa mungkin saat ini ia mulai menyadari jika ia memang sudah mulai mencintai George. George adalah pria yang sangat baik dan Putri bisa melihat bagaimana perjuangan George untuk mendapatkan cintanya, sehingga Putri pun tidak mau menyakiti hati George atau menyia-nyiakan cinta yang telah diberikan George untuknya.


"Terimakasih ya Sayang. Iya soalnya makanan ini enak banget, jadi aku sampai buru-buru gitu makannya," ucap George.


Naya dan Gerald tersenyum dan ikut merasa bahagia melihat keduanya.


"Syukurlah, aku lihat sekarang ini kamu mulai bisa menerima kondisi sebenarnya. Kamu sudah benar-benar ikhlas menerima hubunganku dan Gerald, aku juga bisa melihat jika saat ini kamu sudah mulai mencintai George. Aku harap kamu bisa sepenuhnya melupakan Gerald. Sesungguhnya aku tidak mungkin bisa mengikhlaskan kamu bersama Gerald walaupun kamu sahabat aku. Maaf bukan aku egois Put, tapi perjuangan aku untuk bisa bahagia bersama Gerald sampai saat ini cukup sulit, banyak rintangan yang sudah aku hadapi. Dan aku hanya bisa berdoa, berharap kamu juga akan mendapatkan kebahagiaan itu juga bersama pria yang mencintai dan kamu cintai. Aku yakin George adalah pria itu," batin Naya.


***


Kini George dan Putri sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Putri, setelah tadi mereka pergi bersama. George yang menjemput Putri, dan kini George pun akan mengantarkan Putri kembali ke rumahnya.


Hingga tidak berapa lama kemudian, mereka pun telah tiba di depan rumah Putri.


"Put, terimakasih ya karena akhir-akhir ini kamu selalu memberikan perhatian kepadaku. Aku senang, meskipun aku yakin kamu masih berusaha untuk melupakan Gerald. Aku nggak mempermasalahkan hal itu, karena aku yakin lambat laun pasti kamu akan mencintai aku. Aku juga bisa melihat perhatian-perhatian yang kamu berikan kepadaku itu tulus, bukan semata-mata hanya ingin menunjukkan depan Gerald kalau kamu sudah move on," ucap George sebelum Putri turun dari mobil.

__ADS_1


"Sama-sama George. Aku juga mau mengucapkan terimakasih sama kamu, karena kamu yang sudah tulus mencintaiku, begitu sabar menghadapi aku, tahu bagaimana kondisi aku. Dan hal itu telah membuat aku menjadi sadar bahwa cinta yang tidak bisa aku gapai itu memang sudah seharusnya aku lupakan sejak dulu. Terimakasih ya George karena kamu telah mengajariku cinta yang sesungguhnya. Kamu benar bahwa perhatian yang aku berikan untuk kamu itu tulus, karena aku yakin jika saat ini aku sudah mulai mencintai kamu," ucap Putri menatap serius.


George menatap mata sang kekasih, mencoba mencari kebohongan di sana tetapi sama sekali tidak menemukannya. Lalu ia pun tersenyum bahagia dan memegang kedua tangan Putri.


"Apa aku tidak salah dengar, kamu mengungkapkan cinta itu untukku?" Tanya George.


Putri menggelengkan kepalanya. "Tidak sama sekali George, apa yang aku ucapkan itu tulus dan aku yakin semakin lama cinta ini jika aku pupuk pasti akan semakin besar untuk kamu. Aku juga sudah yakin bahwa saat ini aku sudah melupakan cintaku untuk Gerald, aku sudah ikhlas lahir batin Gerald bersama dengan Naya. Lagipula tidak pantas juga kan aku terus menerus berharap dan mencintai suami orang, terlebih lagi dia suami sahabatku sendiri. Aku yakin kok perlahan aku pasti akan melupakan Gerald sepenuhnya dan memberikan cintaku seutuhnya untukmu. Asalkan kamu mau bersabar," ucap Putri.


George merasa terharu mendengar ucapan wanita yang dicintainya itu, ia pun menganggukkan kepalanya dan langsung saja meraih tubuh Putri ke dalam dekapannya. Putri tidak menolak, malah ia membalas pelukan dari pria yang mencintainya itu.


"Iya Sayang, berapa lama pun aku pasti akan bersabar untuk menunggunya. Buktinya selama ini saja aku sudah bisa bersabar, apalagi setelah aku tahu kamu sudah mulai mencintaiku. Aku janji, aku akan selalu membahagiakanmu. Aku akan selalu membuatmu merasa nyaman dan bahagia bersamaku, berada di sampingku. Terimakasih ya Put karena kamu sudah mencintaiku, aku benar-benar bahagia," ucap Gerald.


"Sama-Sama Put," jawab George lalu mencium kening Putri.


Untuk yang pertama kalinya George menumpahkan rasa sayangnya itu dengan mencium keningnya. Karena saat ini Putri sudah mempunyai rasa cinta untuknya, meskipun belum sepenuhnya. Putri sendiri merasa begitu bahagia diperlakukan romantis oleh George, ia merasa seperti sedang jatuh cinta untuk yang kedua kalinya.


***


Sementara itu Gerald dan Naya yang sudah berada di rumah pun tak henti-hentinya membahas soal Putri dan George.

__ADS_1


"Sayang, kamu lihat kan bagaimana perlakuan Putri akhir-akhir ini terhadap George, aku yakin kalau Putri sudah mulai mencintai George," ucap Naya.


"Iya Sayang, aku juga bisa melihatnya. Dan aku ikut bahagia melihat sahabat kecilku sudah menemukan pasangan yang tepat untuknya. Karena sampai kapanpun, aku tidak mungkin bisa menjadi pasangannya. Karena aku sudah memiliki kamu, aku sangat mencintai kamu Naya. Aku tidak akan pernah berpaling dari kamu," ucap Gerald sembari memegang kedua tangan istrinya, lalu mencium punggung telapak tangannya dengan mesra.


Naya tersenyum, lalu ia pun mencium sekilas bibir Gerald yang membuat suaminya itu merasa terkejut akan perlakuan istrinya itu.


"Kenapa ya akhir-akhir ini aku lihat kamu begitu agresif? Tapi aku suka," ucap Gerald.


Saat Gerald hendak membalas ciuman tersebut, segera saja Naya berlari layaknya anak kecil dan dikejar oleh Gerald. Kini keduanya pun kejar-kejaran di dalam kamar tersebut. Untungnya Kania saat ini masih bersama pengasuhnya, jika tidak pasti Kania akan pusing melihat kelakuan kedua orang tuanya itu.


"Kamu curang ya Sayang," ucap Gerald yang terus mengejar Naya.


"Terserah aku dong. Ayo kejar aku kalau kamu bisa," ucap Naya seakan menantang.


"Awas ya kamu, aku pasti bisa mendapatkan kamu dan kalau aku sudah mendapatkanmu, aku tidak akan pernah melepaskannya," kata Gerald.


"Ya sudah coba aja," kata Naya.


Kini mereka pun kembali kejar-kejaran hingga akhirnya Gerald berhasil memeluk tubuh sang istri dan mereka berdua pun terjatuh di atas sofa dengan posisi yang sangat intim. Saat itu Gerald langsung saja melu*** bibir sang istri yang selalu membuatnya candu. Naya mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami, serta membalas melu*** bibir Gerald yang membuat ciuman itu semakin dalam dan berakhir dengan pergulatan panas di atas ranjang, seperti yang biasa mereka lakukan.

__ADS_1


...Bersambung …...


__ADS_2