Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan
Apa Maumu


__ADS_3

Naya menitikkan air matanya menahan perih di dada, entah apa kesalahan yang telah ia perbuat hingga Gerald tega melakukan hal kejam seperti itu terhadap dirinya. Padahal ia sama sekali tidak pernah melakukan hal-hal di luar batas, tetapi Gerald selalu saja menganggap semua yang dilakukannya itu salah. Gerald sama sekali tak menghormati pernikahan mereka dengan terang-terangan menunjukkan kemesraannya bersama sang kekasih meskipun lewat telepon, sudah jelas tujuannya karena sengaja hendak menyakiti hatinya. Memang Naya sendiri mengetahui jika Gerald mempunyai kekasih saat menikah dengannya, Naya berpikir Gerald telah memutuskan hubungannya tersebut. Tetapi kenyataannya tidak, Gerald tetap saja masih berhubungan dengan kekasihnya itu.


"Kau dengar kan tadi, kekasihku meneleponku dan ingin bertemu. dia merindukanku Naya. Jadi aku akan segera ke sana sekarang. Dan kau jaga ibuku baik-baik, setelah memadu kasih dengan kekasihku itu, aku akan langsung pergi ke Perusahaan," ucap Gerald.


"Bukankah kau bilang tadi akan langsung pergi bekerja?" Kata Naya.


"Ya kau benar. Tapi ini masih terlalu pagi, jadi tidak ada salahnya jika aku melepaskan kerinduan bersama kekasihku dulu," kata Gerald tersenyum smirk.


Dasar Gerald, benar-benar pria yang tak punya hati yang tega menyakiti istrinya sendiri. Bahkan ia merasa sangat senang dan puas melihat wajah sedih Naya.


Setelah Nathan pergi, Naya pun menangis sejadi-jadinya untuk menumpahkan rasa kekesalannya. Tapi ia tetap berusaha kuat dan menghapus air matanya itu, lalu bergegas menyiapkan sarapan untuk Dania.


***


"Sayang, kamu itu ke mana saja sih. Aku sudah sangat merindukanmu Sayang," kata Bella sembari menggelayut manja di lengan Gerald.


Bella adalah kekasih Gerald sejak lama, tetapi Dania sangat tidak menyukai Bella sehingga melarang hubungan mereka. Entah apa penyebabnya, yang jelas Dania sudah tahu sifat buruk Bella yang sama sekali tidak dipercaya oleh Gerald, sehingga Gerald tetap saja menjalin hubungan dengan kekasihnya itu.


"Sudahlah Baby, masalah itu kan tidak penting. Yang penting sekarang aku sudah berada di dekatmu untuk melepaskan rindu. Aku merindukanmu Sayang," ucap Gerald yang langsung saja mendekatkan wajahnya dan melu*** bibir kekasihnya itu.


"Puaskan aku Sayang," kata Bella.


Gerald tersenyum, tanpa membuang-buang waktu dan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh sang kekasih, segera saja Gerald melucuti pakaian kekasihnya itu lalu memberikan sentuhan-sentuhan di setiap lekuk tubuh indah milik Bella.


"Emh … ."


Bella menggeliat diiringi suara desa*** yang terdengar dari mulutnya. Gerald begitu sangat senang melihat kekasihnya itu merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa. Gerald sendiri ikut merasakan nikmatnya saat sang Junior sudah berdiri dengan sempurna dan kekasihnya itu pun segera saja memanjakan juniornya dengan mengulumnya.

__ADS_1


"Ahk … terus Beib, lebih cepat," kata Gerald.


Hingga tidak berapa lama kemudian, Gerald pun menumpahkan adrenalinnya di dalam mulut Bella.


"Terima kasih Baby, aku akan bersemangat pergi ke kantor karena kau telah memuaskanku," ucap Gerald.


"Sama-sama Sayang, tapi kenapa sih kamu tidak mau berhubungan intim denganku, padahal kita sudah melakukannya sejauh ini, kita hanya tinggal menyatukannya saja. Aku yakin pasti rasanya akan lebih nikmat, tapi kamu selalu menolaknya," protes Bella.


"Sayang, bukankah sudah aku katakan, meskipun kita berdua sama-sama sudah saling melihat, kita juga sudah sama-sama menikmatinya tapi bukan berarti kita harus menyatukannya. Aku mau kita sama-sama pula menjaganya dan menyatukan itu nanti di saat malam pengantin kita," kata Gerald.


"Tapi kapan kita akan menikah? Sedangkan kamu saja sudah menikah dengan wanita lain?" Tanya Bella kesal.


"Sabar Sayang, aku janji pasti akan menikahimu, tunggu sampai Mama merestuinya ya," jawab Gerald.


"Mana mungkin Mamamu setuju sedangkan kamu saja sudah dinikahkan dengan orang lain Gerald. Atau jangan-jangan kamu sudah berhubungan intim dengannya?" tuding Bella.


Setelah mengancing kemejanya dengan sangat rapi, Gerald telah siap untuk pergi ke perusahaan.


"Kamu mau ke mana Sayang?" Tanya Bella.


"Tentu saja aku mau ke kantor. Aku sudah sangat terlambat, kalau aku masih berlama-lama lagi di sini sudah dipastikan aku akan dimarahi Papa. Papa pasti akan sangat murka karena setahunya aku sudah pergi ke kantor," kata Gerald.


"Tapi aku masih merindukanmu Sayang," ucap Bella.


"Sayang, aku pasti akan kembali lagi menemuimu. Tapi nanti aku akan mengatur waktunya lagi," kata Gerald.


"Baiklah, tapi kirimkan aku uang. Aku mau belanja," pinta Bella.

__ADS_1


Gerald dengan sangat cepat mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya, lalu mentransfer uang banyak 100 juta untuk Bella. Bella sangat senang melihat notifikasi yang ada layar ponselnya. Ia langsung mencium dan memeluk kekasihnya itu.


"Terima kasih Sayang," ucap Bella.


"Sama-sama Sayang," jawab Gerald lalu mencium mesra kening kekasihnya.


Lalu dengan sangat terburu-buru Gerald pergi meninggalkan apartemen Bella dan menuju ke perusahaan.


***


Hujan lebat diiringi dengan angin kencang serta suara petir yang menyambar-nyambar membuat malam ini begitu sangat mencekam. Naya yang saat ini sedang menunggu kepulangan sang suami merasa sangat khawatir karena Gerald sama sekali tidak ada menghubunginya dan belum juga sampai di rumah. Ia begitu terlihat cemas, ia tidak tahu dimana keberadaan suaminya saat ini. Apakah sedang dalam perjalanan atau masih di perusahaan? Berulang kali Naya mencoba menghubunginya, tetapi sama sekali tidak ada jawabannya. Bahkan saat ini ponselnya tidak aktif, mungkin karena cuaca ekstrem malam ini.


Dania pun sama merasa khawatir dan menanyakan dimana keberadaan anaknya. Tetapi David mengatakan jika Gerald sedang banyak pekerjaan sehingga ia belum bisa kembali ke rumah sehingga membuat Dania dan Naya merasa sedikit tenang.


Tidak berapa lama kemudian, Gerald baru saja tiba di rumah. Naya sangat senang menyambut kepulangan sang suami. Ia yang sudah menyiapkan air hangat untuk suaminya itu mandi langsung saja membuka jas, dasi, seperti apa yang biasa dilakukannya. Akan tetapi saat Naya membuka kancing kemeja Gerald, ia terdiam dan lagi-lagi harus melihat ada banyak tanda kepemilikan di dada bidang milik sang suami seperti yang sudah sering dilihatnya.


"Kau melakukannya lagi dengan kekasihmu?" Tanya Naya.


Gerald menepis tangan Naya dari tubuhnya lalu duduk di tepi ranjang.


"Memang kenapa? Sudah aku katakan bahwa aku memiliki kekasih dan aku akan terus berhubungan dengannya," jawab Gerald.


"Tapi kau tidak pernah menyentuhku Ger, kenapa kau malah selalu berhubungan dengan kekasihmu itu? Apa maumu? Kenapa waktu itu kau tidak menikahinya saja, kenapa kau malah menikahiku? Kenapa kau memperlakukan ini padaku Ger? Katakan padaku apa maumu? Jika saat ini kau ingin berpisah denganku, maka kau harus berbicara dengan orang tuamu," kata Naya dengan suara meninggi.


Seketika Gerald menjadi murka, ia mencekik leher Naya hingga istrinya itu kesulitan untuk bernafas. Naya menangis menahan kesakitan itu, bibirnya terasa kaku seakan terkunci dan tidak dapat mengucapkan kata apapun. Lalu dengan kasar Gerald pun melepas cengkramannya itu hingga Naya merasa sangat kesakitan.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2